Presiden Prabowo Bahas Karhutla, Lahan Gambut Jadi Topik Utama di Ratas Bersama Akademisi
astakom.com, Jakarta – Upaya memutus siklus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali dibahas Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (24/09/2026). Kali ini, lahan gambut menjadi sorotan khusus dalam rapat terbatas (ratas) yang turut melibatkan sejumlah akademisi.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, pembahasan gambut menjadi perhatian karena enam provinsi yang masuk prioritas penanggulangan karhutla memiliki kawasan gambut yang luas.
"Ya hari ini saya mendapat undangan untuk menghadiri ratas secara spesifik disebutkan tentang gambut ya. Kita ketahui 6 provinsi prioritas penanggulangan karhutla itu kan memang berbasis gambut. Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng dan Kalsel," kata Raja Juli di Istana, Jakarta, pada Kamis (24/09/2026).
Enam provinsi masih dipantau
Enam wilayah yang menjadi prioritas tersebut adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Data terbaru Kementerian Kehutanan menunjukkan jumlah hotspot high confidence nasional mulai turun. Berdasarkan pemantauan SiPongi hingga Rabu (23/09/2026) pukul 21.05 WIB, terdapat 344 hotspot high confidence, atau berkurang 588 titik dari 932 titik sehari sebelumnya.
Di enam provinsi prioritas, jumlahnya turun dari 778 menjadi 206 titik. Kalimantan Tengah masih mencatat angka tertinggi dengan 156 titik, disusul Kalimantan Barat 33 titik, Kalimantan Selatan 11 titik, Sumatera Selatan 4 titik, Jambi 2 titik, dan Riau nihil.
Kemenhut mengingatkan, hotspot tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai satu kejadian kebakaran atau luasan lahan yang terbakar. Titik tersebut merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit sehingga tetap membutuhkan verifikasi melalui groundcheck dan pengecekan kondisi aktual di lapangan.
Meski trennya turun, pemerintah belum mengendurkan penanganan. Kalimantan Tengah masih menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling tinggi di antara enam provinsi prioritas.
Gambut punya tantangan sendiri
Raja Juli menilai perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kawasan gambut penting untuk memperkuat pembahasan penanganan karhutla. Hasil ratas nantinya akan disampaikan kembali kepada publik.
"Saya kira sangat baik sekali Bapak Presiden punya concern soal gambut. Mungkin nanti kita akan diskusikan dan nanti saya sampaikan hasil ratas nanti ke teman-teman," lanjutnya.
Fokus terhadap gambut bukan tanpa alasan. Saat terjadi kebakaran di kawasan ini, persoalannya bisa lebih rumit karena bara dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api yang terlihat sudah padam.
Karena itu, tim di lapangan tidak cukup hanya memadamkan api yang terlihat. Pembasahan dan pendinginan terus dilakukan untuk mencegah bara kembali menyala. Kemenhut bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat dan unsur lainnya juga menjalankan patroli, groundcheck, penyekatan api, mopping up hingga pendinginan.
Pemerintah juga mengerahkan 61 unit armada udara, terdiri dari 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta 44 unit untuk water bombing. Pengoperasiannya disesuaikan dengan perkembangan titik api, arah angin, kondisi asap, jarak pandang dan faktor keselamatan penerbangan.
Kondisi udara pun masih menjadi perhatian. Pantauan BMKG Aviation pada Kamis (24/09/2026) dini hari menunjukkan asap masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah wilayah, antara lain Palangka Raya dan Pontianak sekitar 1,5 kilometer, Banjarmasin sekitar 3 kilometer, serta Jambi dan Palembang sekitar 5 kilometer.
Artinya, penurunan hotspot belum otomatis berarti persoalan karhutla selesai. Asap yang sudah terbentuk masih bisa bertahan dan berpindah, sementara bara di lahan gambut dapat tetap aktif di bawah permukaan.
Pencegahan ikut diperkuat
Pembahasan karhutla tidak berhenti pada pemadaman. Pemerintah juga mendorong langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun.
Sehari sebelumnya, Sekretariat Negara melaporkan masih ada 209,78 hektare lahan yang dalam proses pemadaman di Sumatra dan Kalimantan. Operasi Modifikasi Cuaca juga terus dijalankan untuk membantu penanganan karhutla.
Dalam pembahasan pemerintah, edukasi masyarakat juga menjadi bagian dari mitigasi. Pemerintah mendorong agar edukasi mengenai karhutla diperkuat sejak dini, termasuk melalui pendidikan, sekaligus memastikan masyarakat memiliki alternatif ketika membutuhkan pembukaan lahan.
Masyarakat dan pelaku usaha juga kembali diingatkan untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kemenhut meminta masyarakat segera melapor jika menemukan asap, titik api atau aktivitas pembakaran agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin.
Dengan gambut yang menjadi fokus ratas dan hotspot yang mulai turun tetapi belum sepenuhnya aman, pemerintah kini menggabungkan pemadaman, pemantauan, operasi udara dan pencegahan agar karhutla tidak terus berulang. (deA/RaM)
Gen Z Takeaway
Hotspot memang turun, tetapi karhutla belum bisa dianggap beres. Di lahan gambut, bara bisa tetap hidup di bawah permukaan sehingga pemadaman dan pencegahan harus jalan bareng.









