Kenapa HUT TNI Diperingati Setiap 5 Oktober? Spill Sejarahnya dari BKR sampai TNI

Penulis: Hapsari
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 25 September 2026 | 06:06 WIB
Kenapa HUT TNI Diperingati Setiap 5 Oktober? Spill Sejarahnya dari BKR sampai TNI
Sejarah TNI (Gemini AI-astakom.com)

astakom.com, Jakarta - Setiap 5 Oktober, ada satu momen yang selalu masuk kalender nasional, yakni Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia atau HUT TNI.

Tahun 2026 ini, TNI genap berusia 81 tahun. Tapi kalau ditanya, kenapa ulang tahunnya justru 5 Oktober? Kenapa bukan 17 Agustus yang jelas-jelas jadi tanggal Indonesia merdeka?

Jawabannya ternyata berkaitan dengan perjalanan panjang Indonesia setelah Proklamasi 17 Agustus 1945. Saat itu, Indonesia memang sudah menyatakan kemerdekaan, tetapi urusan mempertahankan negara masih jauh dari kata selesai.

Indonesia butuh kekuatan yang bisa menjaga keamanan sekaligus mempertahankan kemerdekaan. Dari sinilah cerita panjang pembentukan tentara Indonesia dimulai.

Kalau sekarang kita mengenal TNI sebagai institusi pertahanan negara dengan tiga matra, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, proses sampai ke tahap itu ternyata nggak instan.

Ada BKR, TKR, TRI, TNI, bahkan sempat berubah menjadi bagian dari ABRI. Jadi, spill sedikit sejarahnya.

Semuanya berawal setelah Indonesia merdeka

Setelah Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah Indonesia mulai membangun berbagai perangkat negara. Tapi situasinya saat itu belum benar-benar aman.

Indonesia baru saja merdeka. Di berbagai daerah masih terjadi ketegangan, sementara kekuatan asing juga masih berada di wilayah Indonesia. Pemerintah pun harus memikirkan cara menjaga keamanan negara yang baru lahir.

Pada 22 Agustus 1945, pemerintah membentuk Badan Keamanan Rakyat atau BKR. BKR menjadi salah satu organisasi awal yang bertugas membantu menjaga keamanan masyarakat. 

Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang, termasuk bekas anggota organisasi militer bentukan Jepang serta kelompok-kelompok perjuangan.

Namun, BKR belum bisa disebut sebagai tentara nasional seperti TNI sekarang. Jadi, jangan sampai ketuker.

BKR adalah salah satu bagian dari proses awal pembentukan kekuatan pertahanan Indonesia. Setelah itu, organisasi ini mengalami perubahan hingga akhirnya berkembang menjadi tentara nasional.

5 Oktober 1945, TKR lahir

Nah, ini dia tanggal yang menjadi kunci kenapa setiap 5 Oktober diperingati sebagai HUT TNI. Pada 5 Oktober 1945, pemerintah mengubah BKR menjadi Tentara Keamanan Rakyat atau TKR. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari lahir TNI.

Kenapa? Karena TKR dianggap sebagai salah satu cikal bakal langsung dari tentara nasional Indonesia.

Jadi, kalau ada yang bertanya, “TNI lahir 5 Oktober 1945?” Jawabannya perlu sedikit diluruskan. Pada 5 Oktober 1945, nama yang digunakan memang belum TNI. Yang dibentuk adalah TKR.

Nama TNI baru muncul beberapa tahun setelahnya. Tapi karena pembentukan TKR menjadi tonggak penting dalam sejarah lahirnya tentara Indonesia, 5 Oktober kemudian dipakai sebagai tanggal peringatan HUT TNI.

Dari TKR naik level jadi TRI

Perjalanan organisasi tentara Indonesia ternyata nggak berhenti di TKR. Pada 23 Januari 1946, TKR kembali mengalami perubahan dan berganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia atau TRI.

Perubahan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menyempurnakan organisasi dan struktur tentara Indonesia. Situasinya juga memang sedang nggak sederhana.

Indonesia masih berada dalam periode mempertahankan kemerdekaan. Konflik dengan Belanda terus berlangsung dan pemerintah harus membangun kekuatan pertahanan di tengah situasi politik yang belum stabil.

Jadi, organisasi tentara Indonesia saat itu terus berkembang mengikuti kebutuhan negara.

Kalau dibikin versi singkatnya, dari BKR → TKR → TRI → TNI.

Empat nama ini penting kalau mau memahami sejarah awal tentara Indonesia.

Kapan nama TNI resmi digunakan?

Nama Tentara Nasional Indonesia atau TNI baru resmi digunakan pada 3 Juni 1947.

Presiden Soekarno menetapkan pembentukan TNI sebagai upaya menyatukan TRI dengan berbagai badan perjuangan bersenjata yang ada saat itu. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses menyatukan kekuatan bersenjata Indonesia ke dalam satu organisasi nasional.

Jadi, kalau mau mengingat tanggal pentingnya, cukup pegang dua tanggal ini:

  • 5 Oktober 1945: TKR dibentuk.
  • 3 Juni 1947: TNI resmi berdiri.

Lalu kenapa HUT TNI tetap 5 Oktober? Karena tanggal tersebut menjadi tonggak sejarah lahirnya TKR yang merupakan cikal bakal TNI. Jadi bukan salah tanggal, cuma memang sejarahnya punya proses yang cukup panjang.

Sempat berubah jadi APRIS dan APRI

Setelah TNI berdiri, ceritanya masih belum selesai. Indonesia kemudian memasuki fase Republik Indonesia Serikat atau RIS setelah Konferensi Meja Bundar pada 1949.

Perubahan bentuk negara ini ikut memengaruhi struktur angkatan bersenjata. Saat itu dibentuk Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat atau APRIS.

APRIS merupakan gabungan antara TNI dan Koninklijk Nederlands-Indisch Leger atau KNIL, dengan TNI sebagai intinya.

Namun, Indonesia kemudian kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 1950. Seiring perubahan tersebut, APRIS kemudian berubah menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia atau APRI.

Dari sini kelihatan kalau sejarah TNI memang nggak bisa dipisahkan dari perjalanan politik dan ketatanegaraan Indonesia. Negaranya berubah, struktur pemerintahannya berubah, organisasi pertahanannya juga ikut beradaptasi.

Pernah satu payung dengan Polri

Kalau sekarang TNI dan Polri punya tugas serta struktur yang berbeda, dulu ceritanya nggak begitu. Pada 1962, TNI dan Polri digabung dalam satu organisasi bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau ABRI.

Pada masa itu, unsur militer dan kepolisian berada dalam satu institusi besar. Istilah ABRI kemudian menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia, terutama selama masa Orde Baru. Namun, struktur tersebut berubah setelah memasuki era Reformasi.

Pada 1 April 1999, TNI dan Polri secara resmi dipisahkan. Sejak saat itu, TNI kembali menjadi institusi militer yang menjalankan tugas pertahanan negara, sementara Polri berdiri sebagai institusi kepolisian dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban serta menegakkan hukum.

Jadi, kalau sekarang ada yang bilang TNI dan Polri itu dua institusi berbeda, memang begitu. Tapi secara sejarah, keduanya pernah berada dalam satu payung ABRI.

TNI punya tiga matra

Setelah melewati perjalanan yang panjang, struktur TNI yang dikenal sekarang terdiri dari tiga matra.

  • Pertama, TNI Angkatan Darat atau TNI AD. Sesuai namanya, fokusnya berada pada pertahanan matra darat.
  • Kedua, TNI Angkatan Laut atau TNI AL yang menjalankan tugas pertahanan di wilayah laut Indonesia.
  • Ketiga, TNI Angkatan Udara atau TNI AU yang bertugas dalam pertahanan matra udara.

Ketiga matra ini berada dalam satu institusi TNI sebagai komponen utama pertahanan negara. Tugas pokok TNI diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Secara umum, TNI bertugas menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Ternyata tugas TNI nggak cuma soal perang

Ini juga penting buat dipahami. Kalau mendengar kata tentara, mungkin yang langsung terbayang adalah latihan tempur, senjata, tank, kapal perang, atau pesawat tempur.

Padahal tugas TNI lebih luas dari itu. Dalam UU TNI, tugas TNI dilakukan melalui Operasi Militer untuk Perang atau OMP dan Operasi Militer Selain Perang atau OMSP.

Untuk OMSP, TNI bisa menjalankan berbagai tugas sesuai ketentuan hukum. Misalnya membantu mengatasi gerakan separatis bersenjata, pemberontakan bersenjata, aksi terorisme, mengamankan wilayah perbatasan, menjaga objek vital nasional strategis, hingga menjalankan misi perdamaian dunia.

TNI juga bisa membantu pemerintah dalam penanganan bencana alam, proses evakuasi, pengungsian, bantuan kemanusiaan, pencarian dan pertolongan atau search and rescue, serta membantu pengamanan pelayaran dan penerbangan dari berbagai ancaman seperti pembajakan dan penyelundupan.

Makanya, ketika terjadi bencana atau kondisi darurat di suatu daerah, personel TNI bisa ikut turun membantu masyarakat. Jadi, peran TNI dalam kehidupan bernegara memang nggak cuma soal menghadapi perang.

Kenapa 5 Oktober tetap jadi HUT TNI?

Kalau seluruh sejarah tadi dirangkum, jawabannya sebenarnya simpel. 5 Oktober dipilih sebagai HUT TNI karena pada 5 Oktober 1945 pemerintah membentuk TKR, organisasi yang menjadi salah satu cikal bakal TNI.

Setelah itu, organisasi tentara Indonesia terus mengalami perkembangan. TKR berubah menjadi TRI pada 1946. Kemudian pada 1947, nama TNI resmi digunakan.

Perjalanan berikutnya juga panjang, mulai dari masa mempertahankan kemerdekaan, perubahan struktur angkatan bersenjata, hingga pemisahan TNI dan Polri pada era Reformasi.

Jadi, 5 Oktober bukan sekadar tanggal ulang tahun. Tanggal ini menjadi pengingat dari fase awal ketika Indonesia baru merdeka dan sedang berusaha membangun kekuatan pertahanan sendiri.

HUT ke-81 TNI 2026

Tahun 2026 menjadi momentum HUT ke-81 TNI. Peringatannya jatuh pada 5 Oktober 2026, tepat 81 tahun sejak pembentukan TKR pada 5 Oktober 1945.

Tema yang digunakan dalam HUT ke-81 TNI 2026 adalah “TNI Kuat Bersama Rakyat Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur.”

Tema tersebut membawa pesan mengenai hubungan TNI dengan masyarakat sekaligus peran TNI dalam menjalankan tugas pertahanan negara. Rangkaian kegiatan HUT TNI juga nggak cuma berlangsung pada hari puncaknya.

Berbagai kegiatan digelar untuk menyambut peringatan tersebut, termasuk kegiatan yang memperkenalkan kemampuan, alutsista, serta peran TNI kepada masyarakat.

Buat masyarakat, momentum seperti ini juga bisa jadi kesempatan untuk melihat lebih dekat bagaimana institusi pertahanan Indonesia berkembang dari masa ke masa. Dari BKR, kemudian TKR, TRI, TNI, sempat menjadi bagian dari ABRI, lalu kembali menjadi TNI seperti sekarang. (hPs/RaM)

Gen Z Takeaway

Spill sejarahnya, ternyata perjalanan TNI dari dulu sampai sekarang nggak sesingkat yang kelihatan di kalender. Berawal dari BKR setelah Indonesia merdeka, kemudian naik level menjadi TKR pada 5 Oktober 1945, berubah menjadi TRI, hingga akhirnya nama TNI resmi digunakan pada 1947. TNI juga sempat berada dalam satu payung bersama Polri lewat ABRI sebelum keduanya dipisahkan pada era Reformasi. Sekarang, TNI punya tiga matra—AD, AL, dan AU—dengan tugas utama menjaga kedaulatan serta keutuhan NKRI. Jadi, saat 5 Oktober 2026 diperingati sebagai HUT ke-81 TNI, yang dirayakan bukan cuma bertambahnya usia sebuah institusi, tetapi juga perjalanan panjang tentara Indonesia sejak negara ini baru saja lahir sampai terus beradaptasi menghadapi kebutuhan pertahanan zaman sekarang.

TNI TNI AL tni ad TNI AU Tentara Nasional Indonesia

Infografis

Terkini