Bukan Saingan Warung Desa, Mendes Yandri: KDMP Justru Jadi Partner

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Senin, 10 Agustus 2026 | 22:30 WIB
Bukan Saingan Warung Desa, Mendes Yandri: KDMP Justru Jadi Partner
Mendes Yandri saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih Provinsi Banten di Anyer, Jumat (7/8/2026). [Kemendes]

astakom.com, JakartaMenteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak akan mematikan usaha warung kelontong lokal. Sebaliknya, KDMP dirancang untuk merangkul dan berkolaborasi dengan para pedagang desa demi memperkuat perekonomian tingkat tapak.

Pernyataan tersebut disampaikan Mendes Yandri saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih Provinsi Banten di Anyer, Jumat (07/08/2026).

Mendes menjelaskan bahwa KDMP bertindak sebagai infrastruktur distribusi resmi pemerintah untuk menyalurkan barang-barang bersubsidi. Kehadiran koperasi ini memangkas rantai pasok (supply chain) yang selama ini panjang dan memicu tingginya harga barang di tingkat konsumen.

“KDMP adalah infrastruktur pemerintah. Barang-barang bersubsidi akan disalurkan melalui KDMP agar masyarakat benar-benar menikmati subsidi secara tepat waktu dengan stok yang terjaga,” ujar Mendes Yandri, dikutip dari laman Kemendes.

Ia menambahkan, Peraturan Presiden (Perpres) terkait penunjukan KDMP sebagai penyalur utama barang bersubsidi—seperti LPG 3 kg, pupuk, dan beras SPHP dari BUMN—akan segera diterbitkan.

Fungsi off-taker dan penyangga hasil panen

Selain menjadi pusat distribusi barang subsdi, KDMP juga berperan sebagai penyerap hasil produksi (off-taker) pertanian dan perikanan lokal. Koperasi ini dilengkapi fasilitas gudang penampungan (cold storage), mesin pengolahan, serta armada logistik untuk menjaga kestabilan harga saat panen raya.

"Kalau harga ikan di desa nelayan jatuh, akan dibeli oleh KDMP karena ada fasilitas cold storage. Begitu pula gabah petani, bisa disimpan di gudang koperasi dan diangkut armada khusus," lanjut Yandri.

Sistem KDMP juga memungkinkan terjadinya substitusi komoditas antardesa, sehingga potensi ekonomi tiap wilayah dapat saling melengkapi.

Aset milik desa dan hasil usaha kembali ke warga

Mendes Yandri mengimbau seluruh jajaran pemerintah desa, BPD, serta masyarakat untuk bersinergi menyukseskan program gagasan Presiden Prabowo Subianto ini. Ia menegaskan bahwa operasionalisasi KDMP saat ini sedang dalam tahap matang menjelang peluncuran serentak.

“Ekosistemnya sedang dibangun. Saat ini dalam tahap finalisasi fisik gerai, gudang, dan alat logistik. Insya Allah akhir Agustus sebanyak 35 ribu unit KDMP siap beroperasi,” terangnya.

Dalam jangka panjang, seluruh aset fisik KDMP akan diserahkan menjadi milik desa. Selain itu, sebesar 20 persen keuntungan koperasi dialokasikan untuk Pendapatan Asli Desa (PADes), sementara Sisa Hasil Usaha (SHU) sisanya dibagikan langsung kepada warga desa. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway

Warung kelontong desa gak bakal digeser! Mendes PDT Yandri Susanto menegaskan kalau Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bakal jadi partner warung desa buat menyalurkan produk subsdi (LPG melon, beras SPHP, pupuk) dengan rantai pasok yang lebih pendek dan harga terjangkau. Ditambah fasilitas cold storage dan gudang buat nyerap hasil panen petani/nelayan, aset KDMP nantinya 100% jadi milik desa dan keuntungannya (SHU) balik lagi ke dompet warga!

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Mendes PDT Yandri Susanto KDKMP

Infografis

Terkini