Tepis Kekhawatiran Publik, Kemendikdasmen Genjot Revitalisasi Gedung Lama dan Pembangunan Sekolah Baru Bersamaan
astakom.com, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjawab kekhawatiran masyarakat terkait potensi terbengkalainya sekolah lama akibat fokus pemerintah dalam membangun fasilitas baru. Kemendikdasmen memastikan proses rehabilitasi infrastruktur yang ada tetap berjalan selaras dengan ekspansi pembangunan sekolah baru di berbagai daerah.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menekankan bahwa dua agenda tersebut dieksekusi secara sejajar tanpa ada prioritas yang dikorbankan.
"Ini adalah tanda bahwa negara membenahi yang lama sekaligus membangun yang baru. Pada tahap awal pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, kami memanfaatkan fasilitas milik Kemendikdasmen dan pemerintah daerah yang sudah ada agar hak belajar anak-anak tidak tertunda hanya untuk menunggu gedung baru selesai dibangun," ujar Gogot dalam keterangannya dikutip astakom.com, Kamis (24/09/2026).
Dalam perencanaannya, Kemendikdasmen mematok 35 lokasi untuk memasuki fase konstruksi fisik pada tahun ini, dengan target mulai mengoperasikan penerimaan peserta didik baru pada tahun 2027. Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mendirikan hingga 500 unit Sekolah Nasional Terintegrasi di seluruh pelosok Indonesia sampai tahun 2029.
Langkah ini diambil guna mendorong pemerataan mutu serta akses pendidikan di tingkat daerah secara berkelanjutan.
Pemerataan Akses bagi Talenta Unggul Daerah
Kehadiran program ini dinilai kian krusial mengingat tingginya potensi serta kualitas para siswa yang terjaring pada angkatan perdana. Kemendikdasmen mencatat, komposisi peserta didik awal ini diisi oleh deretan lulusan terbaik dari sekolah asal, calon dokter spesialis, hingga pelajar berprestasi seperti Pramuka Garuda.
Gogot menggarisbawahi bahwa sebaran potensi anak bangsa sejatinya merata dan hanya membutuhkan ruang fasilitas yang setara untuk terus tumbuh.
"Kenyataan pada angkatan pertama ini menjadi bukti bahwa talenta unggul Indonesia pada dasarnya tersebar di seluruh penjuru Tanah Air. Mereka hanya menunggu kesempatan yang setara untuk berkembang," tutup Gogot. (RaM)
Gen Z Takeway
Kabar tenang buat dunia pendidikan! Kemendikdasmen spill kalau mereka gak cuma fokus bikin Sekolah Nasional Terintegrasi yang baru, tapi juga tetep gasspoll benerin gedung sekolah lama yang butuh renovasi. Jadi, hak belajar anak-anak gak bakal stuck nungguin gedung baru selesai karena fasilitas daerah yang ada langsung dioptimalkan. Targetnya bakal ada 500 sekolah terintegrasi sampai 2029 demi wadah yang setara buat talenta-talenta unggul dari seluruh pelosok Indonesia!









