KSP Dudung Tampung Tuntutan Buruh: Dari Upah Layak Sampai Fasilitas Daycare
astakom.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menerima langsung 15 perwakilan dari organisasi buruh di Kantor KSP, Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (24/09/2026). Pertemuan yang berlangsung kondusif tersebut menjadi wadah bagi pemerintah untuk mendengarkan langsung 11 poin aspirasi utama yang dibawa para pimpinan serikat buruh.
Dudung menyampaikan bahwa pemerintah menghargai langkah para pimpinan serikat buruh yang mengedepankan ruang dialog dalam menyampaikan aspirasi.
"Pada hari ini, rekan-rekan media, hari ini saya menerima langsung perwakilan dari organisasi buruh dan langsung juga mendengarkan aspirasi mereka. Kami menghargai para pimpinan-pimpinan Serikat Buruh yang memilih menyampaikan persoalan melalui dialog dan komunikasi dengan pemerintah," ujar Dudung kepada wartawan dikutip Kamis (24/09/2026).
Ia menjelaskan bahwa seluruh poin yang disampaikan akan dicatat untuk kemudian dikoordinasikan dengan kementerian/lembaga terkait serta disampaikan kepada jajaran DPR RI.
"Sangat kondusif, aspirasi-aspirasi yang disampaikan. Dan tentunya kami catat dan nanti akan kami komunikasikan, kita koordinasikan dengan kementerian terkait. Dan tentunya juga ini sudah dikomunikasikan, dilaporkan juga kepada saudara-saudara kita, anggota DPR RI," tambahnya.
11 Poin Utama Aspirasi Buruh
Dalam audiens tersebut, perwakilan organisasi buruh menyerahkan 11 poin tuntutan krusial. Aspirasi tersebut meliputi pembentukan regulasi ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh, kepastian status kerja, pencegahan penyalahgunaan sistem outsourcing, pekerja kontrak, hingga pemagangan.
Selain itu, buruh menyuarakan urgensi upah layak, perlindungan bagi pekerja platform, jaminan pesangon, kebebasan berserikat, keselamatan kerja, penegakan hukum bagi pelanggar hak buruh, perlindungan buruh perempuan, peluang kerja bagi penyandang disabilitas, hingga pelatihan keterampilan untuk menghadapi era otomatisasi.
Dudung menyoroti salah satu laporan mengenai pekerja yang berstatus honorer selama bertahun-tahun tanpa kejelasan status dari pemilik perusahaan.
"Tadi disampaikan juga ada buruh yang honorer tapi bertahun-tahun, tidak ada kepastian dari yang pemilik perusahaan, sehingga sampai kemudian akhirnya tidak pernah ada batasnya. Dan ini juga kami terima laporannya," ungkapnya.
Komitmen Presiden Prabowo dan Fasilitas Daycare
Dudung menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap aspek perlindungan dan kesejahteraan para pekerja di Indonesia.
"Pada prinsipnya, Bapak Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus pada perlindungan dan kesejahteraan buruh. Pada peringatan Hari Buruh 1 Mei 2026, Presiden menegaskan kita akan membela kepentingan buruh. Oleh karena itu, pemerintah selalu membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi buruh untuk mencari solusi yang terbaik," tegas Dudung.
Di sela-sela pemaparannya, Dudung menceritakan hasil peninjauan lapangannya ke beberapa perusahaan di Karawang beberapa hari lalu. Ia melihat praktik baik berupa penyediaan fasilitas daycare (tempat penitipan anak) yang dinilai sangat membantu kenyamanan pekerja perempuan.
"Beberapa hari yang lalu saya ke beberapa perusahaan di Karawang, ada salah satu perusahaan yang memang juga menjadi percontohan, terutama masalah penyediaan daycare. Nah, inipun saya sampaikan untuk disosialisasikan agar para ibu-ibu yang bekerja dan suaminya juga merasa nyaman, merasa anak-anaknya dititipkan dengan selamat dan terpantau, dijaga masalah keamanannya," jelasnya.
Dudung juga membeberkan bahwa peninjauannya di lapangan menunjukkan respon positif dari sejumlah pengusaha terkait kuota porsi kerja bagi penyandang disabilitas serta pekerja rentan.
Pengawalan RUU di DPR RI
Seluruh aspirasi tersebut dipastikan Dudung akan dikawal KSP, khususnya yang bersinggungan langsung dengan pembahasan Rencana Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan yang saat ini berproses di parlemen.
"Semua aspirasi ini akan kami perhatikan dengan serius tentunya, terutama yang berkaitan dengan pembahasan undang-undang, Rencana Undang-Undang Perlindungan ketenagakerjaan, petisi. Dan aspirasi yang disampaikan akan kami teruskan kepada pihak terkait sesuai fungsinya. KSP akan melakukan koordinasi agar aspirasi ini sampai kepada Kementerian, Lembaga, dan para pemangku kepentingan yang berwenang, terutama ke DPR RI ya Pak, ya karena ini sudah digodog di DPR RI, tinggal menunggu ketok pengesahan," terangnya.
Ia meyakini bahwa pada dasarnya pemerintah dan buruh memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan ekosistem dunia kerja yang adil, produktif, dan sejahtera tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha serta pertumbuhan ekonomi.
"Pemerintah terbuka terhadap masukan dan kritik, perbedaan pandangan dalam pembahasan kebijakan adalah hal yang wajar. Yang terpenting komunikasi tidak terputus dan setiap persoalan kita selesaikan melalui dialog," kata Dudung.
Mengakhiri keterangannya, Dudung menyampaikan apresiasi atas komitmen serikat buruh yang menjaga penyampaian aspirasi secara tertib dan damai.
"Saya mengapresiasi komitmen dari keterwakilan dari buruh untuk menjaga aksi tetap damai dan tertib, dan mari kita jaga ruang demokrasi ini bersama-sama. Karena buruh, pemerintah, dan Dewan Perwakilan sudah menyatu dan demi kepentingan bangsa dan negara," pungkasnya. (RaM)
Gen Z Takeaway
Kabar adem buat teman-teman pekerja! Kepala KSP Dudung Abdurachman baru aja duduk bareng 15 perwakilan serikat buruh buat nampung 11 poin aspirasi krusial—mulai dari urusan upah layak, kejelasan status honorer, larangan penyalahgunaan outsourcing, perlindungan pekerja platform, hingga penyediaan fasilitas daycare buat ibu pekerja. Gak cuma ditampung, KSP siap fast response mengawal poin-poin ini ke kementerian terkait dan DPR RI yang lagi ngegodog RUU Perlindungan Ketenagakerjaan biar cepat diketok. Pokoknya, ruang dialog tetap terbuka lebar demi ekosistem kerja yang makin adil, sejahtera, dan pro-worker.









