Gandeng Pacific Alliance, Indonesia Pacu Kota Cerdas ASEAN!
astakom.com, Jakarta – Di tengah kesibukan High Level Week Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-81 di New York, Menlu Sugiono menyatakan kalau statement yang cukup relate buat masa depan hubungan Asia Tenggara dan Amerika Latin.
“ASEAN dan Pacific Alliance merepresentasikan dua kawasan yang semakin terhubung, baik melalui pasar, masyarakat, maupun berbagai peluang kerja sama,” tutur Menlu Sugiono lewat rilis resmi Kementerian Luar Negeri, Kamis (24/09/2026).
Momen ini muncul di Pertemuan ke-9 Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN-Pacific Alliance, forum yang isinya empat negara Amerika Latin yaitu Cili, Kolombia, Meksiko, dan Peru.
Konektivitas tanpa batas
Menjelang usia kerja sama yang hampir 2 dekade, Menlu Sugiono kasih apresiasi ke komitmen kedua kawasan soal keterbukaan ekonomi. Tapi dia nggak stop di situ aja dia dorong biar konektivitasnya makin upgrade.
“ASEAN dan Pacific Alliance perlu konektivitas yang lebih kuat. Tidak hanya konektivitas fisik, tetapi juga konektivitas digital dan hubungan antarmasyarakat. Ini bertujuan untuk mewujudkan kemitraan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ucap Menlu Sugiono.
Solusi kota cerdas
Kerja sama kota cerdas alias smart city disebut jadi salah satu cara paling nyata buat nerjemahin konektivitas itu ke aksi konkret, bukan sekadar omong doang di forum.
Indonesia melihat ada peluang gede buat menghubungkzn kota-kota besar ASEAN sama kota-kota penting di Meksiko, Peru, Cili, dan Kolombia. Tujuannya biar hubungan dua kawasan ini makin deket dan kerasa manfaatnya buat masyarakat sehari-hari.
Manfaat nyata masyarakat
Lewat jejaring antarkota ini, ASEAN dan Aliansi Pasifik dikasih ruang buat garap kerja sama yang makin praktis, sesuai sama tantangan perkotaan zaman now mulai dari transportasi, lingkungan, sampai digitalisasi layanan publik.
Indonesia juga secara tegas menekankan kalau kemitraan ini ujungnya harus kasih manfaat nyata dan buka peluang baru buat masyarakat, bukan sekadar seremonial belaka.
Pertemuan ke-9 Tingkat Menteri ASEAN dan Pacific Alliance ini dipimpin bareng oleh Thailand dan Meksiko. Sektor kerja samanya lumayan luas, meliputi ekonomi, pendidikan dan kepemudaan, lingkungan hidup, sampai pariwisata.
Aksi real kerjasama
Buat bukti kalau ini bukan sekadar wacana, di tahun 2025 ASEAN dan Pacific Alliance udah launching ASEAN-Pacific Alliance Online Learning Initiative on Tourism, yang fokus bahas pariwisata berkelanjutan.
Walaupun dipisahin jarak geografis yang lumayan jauh, kemitraan 11 negara ASEAN dan 4 negara Pacific Alliance ini nyiptain peluang gede buat sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat di kedua kawasan. (aLf/RaM)
Gen Z Takeaway
Kerja sama internasional tuh udah gak zaman cuma sebatas wacana formalitas atau seremoni semata! Kolaborasi ASEAN sama Aliansi Pasifik ini bukti nyata kalau diplomasi global bisa langsung relate ke kehidupan sehari-hari kita, mulai dari integrasi transportasi modern, layanan publik yang serba digital, sampai peluang ekonomi baru buat anak muda. Pokoknya, no more ceremonial vibes, waktunya fokus ke aksi nyata yang bikin kota-kota kita makin canggih dan berkelanjutan!









