NUSANOVA 2.0 Karya Ivan Gunawan Resmi Digelar, Kemenbud Dukung Wastra Nusantara Mendunia Lewat Fesyen
astakom.com, Jakarta - Perjalanan wastra Nusantara menuju panggung yang lebih luas kini memasuki babak baru. Setelah sebelumnya mengungkap rencana menghadirkan instalasi busana dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI, desainer Ivan Gunawan resmi membuka pameran fesyen yang mengangkat kekayaan kain tradisional Indonesia sebagai karya seni yang dapat dinikmati publik.
Langkah tersebut menjadi kelanjutan dari audiensi Ivan Gunawan dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada akhir Juli lalu. Dalam pertemuan itu, Ivan menyampaikan rencana menghadirkan instalasi busana untuk masyarakat, sementara Kementerian Kebudayaan menyatakan dukungannya terhadap pengembangan fesyen berbasis wastra Nusantara sebagai sarana diplomasi budaya sekaligus penguatan ekonomi berbasis budaya.
Melansir keterangan resmi Kementerian Kebudayaan yang diterima astakom.com pada Selasa (04/08/2026), Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi membuka pameran instalasi mode dan perjalanan visual bertajuk NUSANOVA 2.0 SEKAR JAGAT di D Gallerie, Jakarta, Senin (03/08/2026). Pameran tersebut menampilkan koleksi terbaru wastra Nusantara karya Ivan Gunawan sekaligus menjadi ruang apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia melalui dunia fesyen.
Wastra jadi penggerak budaya
Memasuki penyelenggaraan edisi kedua, NUSANOVA 2.0 menghadirkan instalasi fesyen bertema SEKAR JAGAT yang berlangsung pada 3–7 Agustus 2026. Pameran ini tidak hanya menampilkan koleksi busana, tetapi juga mengajak pengunjung mengikuti proses kreatif dan perjalanan lahirnya sebuah karya mode melalui konsep ruang pamer yang imersif.
Koleksi yang dipamerkan terinspirasi dari Batik Sekar Jagat khas Pamekasan, Madura. Melalui sentuhan desain Ivan Gunawan, batik dikemas dalam siluet modern dengan karakter yang berani sehingga menunjukkan bahwa wastra Nusantara dapat hadir dalam berbagai kesempatan, termasuk panggung mode internasional.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa batik dan wastra Nusantara telah berkembang menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi budaya Indonesia.
"Budaya berada di hulu, lalu ekonomi kreatif, pariwisata, dan lain-lain berada di hilir. Kita juga perlu untuk melakukan hilirisasi budaya kita, salah satunya adalah melalui tangan-tangan para fashion designer kita. Para fashion designer bisa membawa wastra kita, termasuk batik, di tengah-tengah peradaban dunia," ungkap Menbud.
Apresiasi untuk para desainer
Fadli Zon juga mengapresiasi kontribusi Ivan Gunawan yang dinilai konsisten mengangkat nilai budaya melalui karya fesyen sekaligus memberi ruang bagi para perajin batik dan pelaku budaya untuk terus berkembang.
"Kita masih butuh banyak desainer-desainer yang mencintai budaya kita dan mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh Mas Ivan Gunawan ini juga banyak dilakukan oleh teman-teman desainer lain dan juga bisa berkolaborasi dengan fashion designer dari luar. Itu juga salah satu cara cepat untuk mengakselerasi promosi wastra kita di dunia internasional, terutama di bidang fesyen," imbuh Menbud.
Menurut Kementerian Kebudayaan, keterlibatan para desainer menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem fesyen nasional sekaligus memperluas promosi wastra Indonesia di tingkat global melalui pendekatan yang dekat dengan perkembangan industri mode.
Pameran dibuka untuk publik
Sementara itu, Ivan Gunawan mengatakan NUSANOVA 2.0 dirancang agar masyarakat dapat menikmati karya fesyen berbasis wastra secara lebih dekat. Menurutnya, pameran ini juga menjadi ruang belajar bagi generasi muda yang ingin mengenal dunia mode sekaligus kekayaan budaya Indonesia.
"Sebagai perancang busana, saya tidak ingin karya saya selalu menjadi sesuatu yang eksklusif. Saya ingin masyarakat Indonesia, pecinta kain dan wastra, serta generasi muda, khususnya anak-anak sekolah mode, dapat melihat karya ini dari dekat dan mendapatkan inspirasi. Saya ingin menunjukkan bahwa fesyen juga memiliki peran dalam pendidikan dan kebudayaan. Karena itu, pameran ini saya buka untuk masyarakat secara gratis, sehingga siapa pun dapat datang, melihat, belajar, dan menemukan inspirasi dari karya-karya yang ada," ujar Ivan Gunawan.
Turut mendampingi Menteri Kebudayaan dalam pembukaan pameran tersebut antara lain Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra, serta Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin.
Melalui penyelenggaraan NUSANOVA 2.0, Kementerian Kebudayaan berharap pameran wastra dapat terus melahirkan inovasi yang berakar pada budaya Indonesia, memperkuat ekosistem fesyen nasional, serta meneguhkan posisi wastra Nusantara sebagai kebanggaan Indonesia di mata dunia. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
NUSANOVA 2.0 menunjukkan bahwa wastra Nusantara tak hanya hidup sebagai warisan budaya, tetapi juga bisa tampil relevan lewat pendekatan fesyen yang lebih dekat dengan generasi muda. Ketika karya tradisional dikemas secara kreatif dan terbuka untuk publik, peluang budaya Indonesia dikenal dunia pun semakin luas.









