Kemenhub Gerak Cepat Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II Usai Kebakaran di Laut Jawa
astakom.com , Jakarta – Insiden kebakaran yang menimpa KM Mutiara Sentosa II di perairan Laut Jawa langsung memicu respons cepat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi dengan aman, sembari proses penanganan darurat dan penyelidikan penyebab kebakaran terus berlangsung.
Melansir keterangan resmi Kementerian Perhubungan yang diterima astakom.com pada Minggu (01/08/2026), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut langsung mengoordinasikan operasi penanganan begitu menerima laporan insiden. Sejumlah unsur penyelamat dari Kemenhub, Basarnas, hingga kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Laporan langsung ditindaklanjuti
Berdasarkan laporan resmi, kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB di Perairan Utara Sumenep. Informasi mengenai kejadian tersebut diterima otoritas pada pukul 08.30 WIB dan langsung direspons melalui koordinasi lintas instansi.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui SROP Kalianget segera menyiarkan informasi kecelakaan kapal sekaligus berkoordinasi dengan Basarnas untuk mengaktifkan operasi pencarian dan pertolongan. Pada saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan sehingga mendukung pelaksanaan operasi di lapangan.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menegaskan bahwa keselamatan seluruh penumpang menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.
"Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif," ujar Masyhud.
KPLP kerahkan armada penyelamat
Sebagai bagian dari penanganan darurat, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211 menuju lokasi kejadian. Sementara itu, Distrik Navigasi juga menyiapkan Kapal Negara KN Masalembo untuk mendukung operasi apabila diperlukan.
Dalam perkembangan di lapangan, kapal Meratus Project 3 menjadi salah satu unsur pertama yang menemukan posisi KM Mutiara Sentosa II. Namun, karena sedang membawa muatan berbahaya (dangerous cargo), kapal tersebut tidak dapat melakukan proses evakuasi secara langsung sesuai pertimbangan keselamatan.
Proses penyelamatan kemudian dilanjutkan dengan melibatkan sejumlah kapal lain yang berada di sekitar lokasi, yakni TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, dan KM Transco Arafura guna membantu pemindahan penumpang dari kapal yang mengalami kebakaran.
Posko disiapkan, penyebab kebakaran diselidiki
Hingga laporan pendahuluan disusun, para penumpang masih menunggu proses evakuasi lanjutan oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama instansi terkait juga telah menyiapkan posko untuk memperkuat koordinasi operasi penyelamatan.
Kemenhub menyatakan proses evakuasi dan penanganan masih terus berlangsung. Sementara itu, penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa II masih dalam tahap penyelidikan sehingga pemerintah belum menyampaikan kesimpulan mengenai pemicu insiden tersebut.
"Kami akan terus menyampaikan perkembangan penanganan insiden ini secara berkala setelah seluruh informasi yang diterima dari lapangan selesai diverifikasi, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," tutup Masyhud.
Sebagai informasi, sesuai prosedur penanganan kecelakaan pelayaran, operasi penyelamatan melibatkan koordinasi antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Basarnas, operator kapal, serta unsur pelayaran yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian agar proses evakuasi dapat dilakukan secepat mungkin sesuai standar keselamatan pelayaran. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Gerak cepat jadi kunci saat situasi darurat di laut. Fokus utama saat ini bukan mencari siapa yang salah, tetapi memastikan seluruh penumpang selamat lebih dulu, sementara penyebab kebakaran diusut setelah seluruh data di lapangan selesai diverifikasi.









