Alert! Kemenhub Gelar Tes Narkoba Acak di Bandara Soetta, 134 Personel Penerbangan Lolos Pemeriksaan
astakom.com, Jakarta – Menjaga keselamatan penerbangan tak hanya bergantung pada kondisi pesawat dan fasilitas bandara, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang bertugas di balik setiap penerbangan. Karena itu, pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap personel penerbangan guna memastikan seluruh operasional berjalan aman dan sesuai standar.
Melansir keterangan resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang diterima astakom.com pada Sabtu, (01/08/2026), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) menggelar Rapid Urine Napza Random Check atau tes narkotika, psikotropika, dan zat adiktif secara acak terhadap personel penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan untuk memastikan setiap personel yang bertugas berada dalam kondisi sehat, bebas dari penyalahgunaan narkotika, dan mampu menjalankan tugas secara profesional demi menjamin keselamatan, keamanan, serta kenyamanan penerbangan.
Keselamatan jadi prioritas
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tidak hanya ditentukan oleh kelaikudaraan pesawat maupun kesiapan infrastruktur, tetapi juga kondisi fisik dan mental seluruh personel yang terlibat dalam operasional penerbangan.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berkomitmen menjaga standar keselamatan penerbangan melalui pengawasan yang konsisten terhadap seluruh aspek operasional, termasuk memastikan setiap personel penerbangan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat ditawar," jelas Lukman.
Pemeriksaan dilakukan secara acak terhadap awak kokpit dan awak kabin dari sejumlah maskapai nasional yang melayani rute internasional maupun domestik. Maskapai yang menjadi objek pemeriksaan meliputi TransNusa, Garuda Indonesia, Citilink, Lion Group, Pelita Air, dan AirAsia.
Sebanyak 54 personel pada penerbangan internasional serta 80 personel pada penerbangan domestik mengikuti pemeriksaan, sehingga total ada 134 personel penerbangan yang menjalani tes.
Hasil pemeriksaan
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh personel yang menjalani tes secara umum memenuhi persyaratan dan berada dalam kondisi yang baik. Setiap hasil pemeriksaan diproses sesuai prosedur yang berlaku sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara juga menegaskan bahwa setiap indikasi penyalahgunaan narkotika akan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Kami menerapkan prinsip zero tolerance terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan penerbangan. Setiap indikasi akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku untuk memastikan keselamatan operasional penerbangan tetap terjaga," tambah Lukman.
Pelaksanaan pemeriksaan tersebut melibatkan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Balai Kesehatan Penerbangan, serta Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I sebagai bentuk sinergi dalam pengawasan keselamatan penerbangan.
Pengawasan berkelanjutan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan pemeriksaan kesehatan dan tes narkotika akan terus dilaksanakan secara berkala maupun secara acak di berbagai bandar udara di Indonesia sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan terhadap personel penerbangan.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap kepercayaan masyarakat terhadap transportasi udara nasional semakin meningkat seiring dengan tetap terjaganya standar keselamatan penerbangan Indonesia. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Terbang dengan aman bukan hanya soal pesawat yang siap mengudara, tetapi juga memastikan seluruh personel yang bertugas benar-benar dalam kondisi prima. Pengawasan rutin seperti ini menjadi salah satu langkah untuk menjaga kepercayaan publik terhadap layanan penerbangan nasional.









