Kekayaan Alam Indonesia Dilirik Dunia, Presiden Prabowo: Stay Alert, Jangan Lengah!
astakom.com, Jakarta - Kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia merupakan kekuatan sekaligus tantangan besar bagi bangsa. Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan nasional di tengah maraknya eskalasi geopolitik global yang dinamis dan penuh ketidakpastian.
Meski kondisi dunia saat ini tergolong rawan, Presiden Prabowo mengimbau masyarakat agar tidak panik secara berlebihan. Menurutnya, hal terpenting yang dibutuhkan bangsa saat ini adalah sikap yang tenang, bijak, dan penuh perhitungan dalam merespons setiap perkembangan.
"Situasi global sangat rawan, tapi tidak ada gunanya kita panik, tidak ada gunanya kita ketakutan, tapi juga membuat kita harus lebih sadar. Bertindak, berkata, bertutur kata harus dengan kearifan, harus dengan kebaikan. Kita waspada karena memang kita negara sangat besar, kita negara sangat kaya," ujar Presiden Prabowo saat memberikan arahan kepada jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Kekayaan Alam Nusantara Jadi Incaran Dunia
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa limpahan SDA Indonesia bagai dua sisi mata uang. Di satu sisi menjadi berkah (blessing), tetapi di sisi lain menuntut kewaspadaan ekstra karena Nusantara sudah lama menjadi pusat perhatian kekuatan dunia.
Secara historis, kekayaan Nusantara mulai dari rempah-rempah hingga kayu berkualitas tinggi selalu menjadi incaran bangsa asing untuk menopang pelayaran dunia pada masa lalu.
"Jadi kalau mau punya angkutan laut yang kuat, kapal mau berlayar dua minggu, dia perlu rempah-rempah supaya makanan itu tidak busuk dan dia butuh kayu. Kayu-kayu yang cocok untuk di laut ada di Nusantara ini. Jadi mereka semua cari kita di Nusantara ini untuk rempah-rempah dan untuk kayu karena angkutan laut waktu itu kapal-kapalnya dari kayu," tuturnya.
Tekanan Geopolitik dan Relevansi Divide et Impera
Lebih lanjut, Presiden menyoroti fenomena negara-negara pemilik SDA melimpah yang kerap menghadapi tekanan geopolitik tinggi. Ia mencontohkan ketegangan berkepanjangan di kawasan Timur Tengah yang erat kaitannya dengan besarnya cadangan energi serta mineral strategis.
Presiden Prabowo menilai dinamika global yang terjadi saat ini merupakan ancaman nyata yang berlangsung di depan mata, bukan sekadar teori di atas kertas.
"Ini saya dengan panjang lebar saya tekankan kembali ke saudara-saudara karena apa yang kita bahas sedang terjadi di depan mata kita. Tiap sore, tiap malam kita lihat dalam berita-berita eskalasi, eskalasi, eskalasi," tegas Presiden.
Mengakhiri arahannya, Presiden mengingatkan bahwa strategi memecah belah atau divide et impera masih sangat relevan diterapkan hingga hari ini. Oleh karena itu, persatuan dan kewaspadaan nasional menjadi kunci utama agar Indonesia tetap berdiri kokoh.
"Devide et impera itu bukan tulisan di buku-buku sejarah, itu nyata. Divide et impera nyata," pungkasnya.
Gen Z Takeaway
Global lagi full challenge, tapi Presiden Prabowo bilang Indonesia nggak perlu panic mode. Justru karena SDA kita super melimpah, semua harus stay alert dan tetap solid menghadapi tensi geopolitik yang makin naik. Pesannya simpel: keep calm, bijak ambil sikap, dan jangan gampang kena divide et impera.








