Saudi Membara: Houthi Ngaku Serang Riyadh Pakai Rudal Balistik

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 21 September 2026 | 17:31 WIB
Saudi Membara: Houthi Ngaku Serang Riyadh Pakai Rudal Balistik
Saudi Membara: Houthi Ngaku Serang Riyadh Pakai Rudal Balistik (Ilustrasi gemini)

astakom.com, Jakarta – Hubungan antara kelompok milisi Houthi Yaman dan Arab Saudi makin ke sini makin memanas. Pada Sabtu (19/09/2026), ibu kota Saudi, Riyadh, bahkan sampai jadi sasaran empuk serangan dari pihak Houthi.

Riyadh Diserang

Melansir laporan Al Jazeera pada Senin, (21/09/2026) pasukan koalisi pimpinan Saudi yang bertempur melawan Houthi di Yaman mengonfirmasi kalau Houthi menggemparkan serangan menuju Riyadh dan beberapa wilayah Saudi lainnya. Imbasnya, raungan sirene peringatan bahaya menggema keras di seantero ibu kota.

Meski rentetan serangan tersebut berhasil dicegat, serpihan pecahan rudal yang jatuh di pemukiman tetap memakan korban dan melukai sejumlah warga.

Berdasarkan keterangan resmi dari Houthi, pihaknya memang sengaja mengincar titik-titik sensitif di Riyadh beserta fasilitas minyak milik Aramco di Kota Yanbu. Mereka mengklaim aksi tersebut melibat gabungan rudal jelajah, rudal balistik, hingga pesawat nirawak (drone) yang akhirnya memicu "kebakaran besar".

Insiden ini menjadi momen pertama kalinya sirene peringatan serangan udara kembali dibunyikan di Riyadh semenjak konflik kedua belah pihak meletus lagi pada Juli lalu.

Pemicu Konflik

Perselisihan sengit ini bermula usai bandara di ibu kota Yaman, Sanaa, dihantam serangan pada 13 Juli lalu. Dampaknya, pesawat yang mengangkut delegasi Houthi dari Iran gagal mendarat. Houthi menuduh Saudi sebagai dalang utama di balik aksi tersebut, walaupun eksekusi serangan dilancarkan oleh pemerintah Yaman yang didukung penuh oleh Saudi.

Sejak drama di bandara tersebut, Houthi rajin melancarkan berbagai gempuran balik ke Arab Saudi sekaligus memblokade jalur perairan bagi kapal-kapal milik Riyadh. Salah satu gempuran Houthi bahkan sempat diisukan mengincar Kota Mekkah. Walaupun begitu, Houthi membantah keras tuduhan menggempur kota suci umat Islam tersebut.

Peringatan Houthi

Pada pernyataan resminya kepada Associated Press (AP) pada Minggu (20/9/2026), anggota biro politik Houthi, Mohamed Al Bukhaiti, memberi warning tegas agar negara-negara lain tidak ikut campur atau join force dengan Arab Saudi untuk melawan Houthi.

Ia menegaskan kalau kubunya punya kapasitas tempur yang mumpuni di berbagai medan, andaipun terdapat negara yang terlibat pada agresi atas Yaman bareng Arab Saudi.

"Saat ini, Yaman mampu berperang bukan hanya di lingkungan internal, tetapi juga secara internasional," jelasnya.

Syarat Damai

Berdasarkan pendapat Al Bukhaiti, gempuran Houthi ke wilayah Saudi bakal terus berlanjut sampai Riyadh mau menyetop tindakan blokade yang sudah berjalan selama satu dekade di wilayah Houthi, serta memberikan akses kapal untuk merapat ke pelabuhan-pelabuhan yang dikuasai Houthi di Laut Merah.

Apabila tuntutan tersebut dipenuhi, Houthi menyatakan siap untuk duduk di meja negosiasi damai bersama Saudi.

Dalam kesempatan yang sama, Al Bukhaiti turut memastikan kalau pihaknya tidak akan mengusik kapal-kapal milik negara lain, termasuk armada milik Amerika Serikat, karena fokus utama sasaran mereka hanyalah Arab Saudi semata.

"Kami menegaskan bahwa kami tidak menargetkan Amerika Serikat, atau negara lain mana pun, di selat ini, kecuali Saudi," ungkaonya kepada AP pada sesi interview Zoom dari ibu kota Yaman. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Tensi di Timur Tengah lagi spicy banget nih, guys. Houthi resmi ngirim rudal plus drone ke sasaran vital di Saudi, bikin sirene kota Riyadh bunyi lagi setelah sekian lama. Motif utamanya simpel tapi krusial: mereka mau blokade pelabuhan Yaman yang udah berjalan 10 tahun segera dicabut. Walau situasinya lumayan intense, Houthi ngejamin kalau target mereka murni cuma Saudi dan gak bakal nyenggol negara lain.

Houthi Kelompok Houthi Yaman Arab Saudi Yaman

Infografis

Terkini