Menteri Kebudayaan Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 31 Juli 2026 | 12:10 WIB
Menteri Kebudayaan Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang
Menteri Kebudayaan Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang (Kemenbud)

astakom.com, Jakarta – Pelestarian bangunan bersejarah kembali mendapat perhatian pemerintah sebagai bagian dari upaya menjaga identitas bangsa di tengah pembangunan infrastruktur. Semangat itu tercermin dalam peresmian revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, yang dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendampingi Presiden Prabowo Subianto, kemarin (30/7/2026).

Melansir keterangan resmi Kementerian Kebudayaan yang diterima astakom.com pada Jumat (31/7/2026), kehadiran Fadli Zon dalam peresmian tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pelestarian cagar budaya berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan transportasi publik. Revitalisasi ini menjadi langkah strategis agar bangunan bersejarah tetap terjaga sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat masa kini.

Stasiun Semarang Tawang yang telah berdiri lebih dari satu abad kini tampil dengan wajah yang dipugar tanpa menghilangkan karakter aslinya. Revitalisasi tersebut menunjukkan bahwa modernisasi infrastruktur dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian warisan budaya nasional.

Revitalisasi tetap jaga keaslian

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menjelaskan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya strategis melestarikan bangunan bersejarah sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.

Revitalisasi dan beautifikasi dilakukan selama 330 hari dalam dua tahap. Pekerjaan mencakup pemulihan fasad depan, kubah (dome), hall utama, hingga sisi barat dan timur bangunan. Seluruh proses restorasi mengacu pada dokumentasi foto-foto lama agar bentuk asli bangunan beserta ornamen arsitekturnya dapat dipertahankan.

"Semua ornamen yang ada di sini kami kembalikan ke bentuk semula sehingga bangunan yang telah berusia 112 tahun ini dapat terus terjaga kelestarian dan jejak sejarahnya," ujar Bobby Rasyidin.

Pendekatan konservasi tersebut dilakukan agar Stasiun Semarang Tawang tetap menjalankan fungsinya sebagai salah satu simpul transportasi publik, sekaligus mempertahankan nilai sejarah yang melekat sebagai bangunan cagar budaya.

Prabowo: Jangan lupakan sejarah

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa revitalisasi Stasiun Semarang Tawang bukan sekadar memperbaiki bangunan lama, tetapi juga menjaga identitas dan memori kolektif bangsa.

"Bangsa yang besar tidak boleh melupakan sejarahnya. Kita memang mengalami masa penjajahan yang lama, tapi kita juga manfaatkan masa itu. Karena itu, penting juga untuk melestarikan semua (bangunan cagar budaya) yang kita miliki. Kita harus melestarikan kuil-kuil, semua bangunan dari ratusan tahun lalu. Itu bagian dari sejarah dan identitas kita," terang Presiden Prabowo Subianto.

Presiden juga memberikan apresiasi kepada PT KAI yang dinilai berhasil memadukan modernisasi sistem transportasi dengan pelestarian bangunan bersejarah. Menurutnya, kereta api tetap memiliki peran penting sebagai moda transportasi dan logistik yang ekonomis serta memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Tonggak pelestarian budaya

Stasiun Semarang Tawang dibangun pada 1911 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM)berdasarkan rancangan arsitek Belanda Ir. Sloth-Blauwboer dan mulai beroperasi pada 1914. Berlokasi di pusat Kota Semarang, stasiun ini menjadi salah satu penunjang aktivitas perdagangan sekaligus memiliki jejak panjang dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Karena nilai historisnya, Stasiun Semarang Tawang ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya melalui Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW.007/MKP/2010 Tahun 2010.

Peresmian revitalisasi tersebut turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pemugaran Stasiun Semarang Tawang merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Direktur Utama PT KAI pada 2025. Bangunan yang berdiri sejak 1914 tersebut menjadi salah satu cagar budaya yang untuk pertama kalinya menjalani pemugaran secara resmi.

Melansir dari astakom.com, usai meresmikan revitalisasi, Presiden Prabowo melanjutkan agenda kerja menuju Kabupaten Batang menggunakan Kereta Api Nusantara Explorer untuk melakukan uji coba layanan baru. Kereta tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan perkeretaapian nasional yang lebih nyaman bagi masyarakat. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Merawat bangunan bersejarah bukan berarti terpaku pada masa lalu. Justru ketika warisan budaya tetap dijaga dan dimanfaatkan, sejarah bisa terus hidup sekaligus memberi manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Kemenbud Menteri Kebudayaan Presiden Prabowo Prabowo Subianto Stasiun Kereta Stasiun Semarang Tawang

Infografis

Terkini