Daftar 12 Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2026 Beserta Kasusnya
astakom.com, Jakarta — Tahun 2026 fix jadi periode paling 'panas' buat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lagi gerak cepet menggelar aksi 'bersih-bersih' lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Hingga 29 Juli 2026, lembaga antirasuah ini tercatat sudah menggelar 18 kali OTT, di mana 12 di antaranya sukses mengangkut para pimpinan daerah, termasuk kabar terbaru yang menyeret Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.
Kalau dibedah lebih detail, daftar 12 pejabat daerah itu mencakup 11 bupati dan satu wali kota. Sebelum drama pengamanan Bupati Pemalang ramai jadi perbincangan publik, KPK telah lebih dulu mengeksekusi 17 OTT, yang terbagi atas 11 kasus pimpinan daerah serta enam kasus di luar sektor kepala daerah.
Catatan yang dihimpun astakom.com dari berbagai sumber tersebut otomatis mengukuhkan operasi terhadap Bupati Pemalang sebagai rentetan penindakan OTT ke-18 yang berhasil dieksekusi KPK sepanjang tahun berjalan.
Berikut rangkuman daftar 12 kepala daerah yang kena spill dan diciduk dalam OTT KPK:
- Maidi (Wali Kota Madiun): Diciduk pada 19 Januari 2026 atas dugaan penerimaan imbalan proyek plus dana CSR perusahaan.
- Sudewo (Bupati Pati): Terseret aksi red flag pemerasan pengisian jabatan perangkat desa dan suap proyek jalur kereta api di DJKA Kemenhub.
- Fadia Arafiq (Bupati Pekalongan): Kena sikat terkait dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan proyek Pemkab Pekalongan TA 2023-2026.
- Muhammad Fikri Thobari (Bupati Rejang Lebong): Resmi jadi tersangka dalam kasus suap ijon proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong.
- Syamsul Auliya Rachman (Bupati Cilacap): Terjerat perkara pemerasan berkedok jatah THR Lebaran 2026.
- Gatut Sunu Wibowo (Bupati Tulungagung): Diamankan KPK atas dugaan pemerasan di lingkup Pemkab Tulungagung.
- Edison (Bupati Muara Enim): Terjaring OTT terkait suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Muara Enim.
- Suhardiman Amby (Bupati Kuantan Singingi): Terjerat kasus suap pengisian posisi/jabatan di lingkungan Pemkab Kuantan Singingi.
- Syah Afandin alias Ondim (Bupati Langkat): Menjadi tersangka dalam pusaran suap proyek di lingkungan Pemkab Langkat.
- Etik Suryani (Bupati Sukoharjo): Terseret praktik pemerasan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Sukoharjo.
- Lalu Ahmad Zaini (Bupati Lombok Barat): Terciduk usai menerima suap proyek di lingkungan Pemkab Lombok Barat.
- Anom Widiyantoro (Bupati Pemalang): Diamankan pada 28 Juli 2026. KPK masih terus mendalami konstruksi perkara dan status hukum para pihak terkait.
Melihat deretan kasus tersebut, terlihat jelas adanya pola korupsi berulang yang sangat problematik. Modus paling mendominasi adalah pengondisian fee proyek, transaksi jual-beli jabatan, hingga pemerasan bernuansa setoran rutin dari OPD kepada pimpinan daerah.
Secara pemetaan wilayah, Jawa Tengah fix jadi hotspot utama dengan konsentrasi kasus terbanyak. Total ada lima kepala daerah di Jawa Tengah yang kena sikat OTT KPK hingga Juli 2026, yakni dari Pati, Pekalongan, Cilacap, Sukoharjo, dan Pemalang. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
Deretan 18 OTT KPK sepanjang 2026 menunjukkan bahwa praktik korupsi di daerah masih jadi pekerjaan rumah serius, dengan pola yang terus berulang seperti suap proyek, jual beli jabatan, dan pemerasan. Banyaknya kepala daerah yang terjerat jadi sinyal bahwa pengawasan dan tata kelola pemerintahan perlu terus diperkuat agar jabatan publik benar-benar dijalankan untuk melayani masyarakat, bukan kepentingan pribadi.









