Presiden Prabowo Titip Estafet Kepemimpinan Masa Depan Bangsa ke Pamong Praja Muda IPDN

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 29 Juli 2026 | 18:01 WIB
Presiden Prabowo Titip Estafet Kepemimpinan Masa Depan Bangsa ke Pamong Praja Muda IPDN
Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jabar, Rabu (29/07/2026). [Tim Media Presiden]

astakom.com, JakartaPresiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pamong Praja Muda merupakan next-gen leaders yang memegang estafet kepemimpinan sekaligus penentu arah keberhasilan pembangunan Indonesia ke depan.

Pesan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Angkatan XXXIII IPDN Tahun 2026 di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/07/2026).

“Masa depan milik Saudara-saudara sekalian. Kami di sini bekerja dan mengabdi untuk membuka jalan bagi Saudara-saudara sekalian. Saudara adalah anak-anak kami yang kami siapkan untuk menjaga Republik ini setelah kami sudah tidak ada,” terang Presiden Prabowo.

Penentu keberhasilan pembangunan di lapangan

Presiden Prabowo meminta para pamong muda bersiap jadi top-tier leader yang mampu menggerakkan birokrasi dan memastikan seluruh program pembangunan tereksekusi secara efektif.

Kepala Negara menekankan bahwa sebagus apa pun rencana dan kebijakan pemerintah, kuncinya ada di real action dan eksekusi yang cepat di lapangan.

“Saudara harus menjadi pemimpin-pemimpin yang terbaik. Saudara adalah penggerak birokrasi pemerintahan, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan. Gagasan yang paling besar, rencana yang paling besar, dan kebijakan-kebijakan yang paling baik, apabila tidak dilaksanakan di lapangan, maka gagasan besar itu akan kandas, rencana terbaik itu tidak akan tercapai,” jelas Presiden Prabowo.

Potensi kekayaan alam Indonesia

Dalam amanatnya, Presiden mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar dengan potensi kekayaan alam yang amat melimpah.

Menurut Presiden, potensi raksasa ini membuat Indonesia sejak dulu jadi incaran kepentingan asing, sehingga persatuan nasional hukumnya wajib dan non-negotiable.

“Divide et impera, pecah belah dan berkuasa. Itu adalah hukum mereka, itu adalah ilmu mereka. Divide et impera, pecah belah. Pecah belah antara suku, pecah belah antara agama. Pecah belah antara ras, pecah belah antara kelompok etnis, pecah belah antara golongan,”

Pentingnya kolaborasi antarelemen bangsa

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa diraih dengan solo carry, melainkan butuh kolaborasi antarlembaga dan seluruh elemen bangsa.

Presiden mengimbau para Pamong Praja Muda untuk tetap humble, jago membangun kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, serta saling menghormati dan menguatkan.

“Saya percaya bahwa lulusan IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026 adalah putra-putri terbaik bangsa yang memiliki semangat pengabdian, disiplin, keberanian, dan integritas,” tutur Presiden Prabowo. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Presiden Prabowo mengingatkan bahwa pamong praja muda bukan sekadar penerus estafet kepemimpinan, tetapi juga penentu apakah program pembangunan benar-benar berdampak di lapangan. Kuncinya bukan hanya punya ide besar, melainkan mampu mengeksekusinya lewat birokrasi yang solid, kolaboratif, dan berintegritas, sambil menjaga persatuan agar potensi besar Indonesia bisa dikelola untuk kemajuan bersama.

Presiden Prabowo Prabowo Subianto IPDN Pelantikan IPDN 2026 Pamong Praja Muda IPDN Kampus IPDN Jatinangor

Infografis

Terkini