Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Driver Ojol, Ribuan Mitra Ikut Pelatihan di Lima Kota
astakom.com, Jakarta - Keselamatan di jalan kini jadi perhatian yang semakin serius seiring pesatnya mobilitas transportasi berbasis aplikasi. Bagi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), transformasi layanan digital tak cukup hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga harus dibarengi budaya berkendara yang aman di kalangan para mitra pengemudi.
Melansir dari keterangan resmi Kementerian Perhubungan yang diterima astakom.com, Selasa (28/07/2026), komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan keselamatan berkendara yang melibatkan 1.052 mitra pengemudi roda dua Grab Indonesia. Program hasil kolaborasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Grab Indonesia, dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) ini digelar serentak di Jakarta/Depok, Yogyakarta, Surabaya/Sidoarjo, Medan, dan Makassar.
Kegiatan yang dipusatkan di Terminal Jatijajar, Depok, itu menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem transportasi digital yang makin profesional. Fokusnya bukan cuma meningkatkan keterampilan berkendara, tetapi juga menanamkan budaya keselamatan agar menjadi kebiasaan dalam setiap perjalanan.
Keselamatan bukan sekadar aturan
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, para pengemudi berbasis aplikasi memegang peran penting karena setiap hari mengantarkan jutaan masyarakat ke berbagai tujuan. Karena itu, kepercayaan publik harus dijaga melalui pelayanan yang mengutamakan keselamatan.
“Setiap hari, jutaan masyarakat mempercayakan perjalanannya kepada para pengemudi. Semua mengharapkan hal yang sama, yakni perjalanan yang lancar serta selamat sampai tujuan. Karena itu, keselamatan tidak boleh dipandang sebagai sekadar kewajiban memenuhi aturan, melainkan harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap pengemudi agar setiap perjalanan berakhir dengan selamat,” ujar Dudy.
Menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah perjalanan bukan hanya soal tiba tepat waktu, tetapi juga memastikan seluruh pengguna jalan bisa sampai tujuan dengan aman. Karena itu, disiplin berlalu lintas, menjaga kondisi kendaraan, menghormati sesama pengguna jalan, hingga memberikan pelayanan yang baik harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari para pengemudi.
Masih dalam kesempatan yang sama, Dudy menegaskan, "Keselamatan harus menjadi kebiasaan dalam bekerja, bukan sekadar slogan. Disiplin berlalu lintas, menghormati pengguna jalan, menjaga kondisi kendaraan, dan mengedepankan etika pelayanan merupakan tanggung jawab yang tidak dapat ditawar demi melindungi pengemudi maupun masyarakat."
Sebagai penguat, keselamatan jalan juga menjadi salah satu amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang menegaskan penyelenggaraan lalu lintas diarahkan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas.
Driver dibekali antisipasi risiko
Pelatihan bertajuk Safer Roads, Stronger Communities – Jalan Lebih Aman, Komunitas Lebih Kuat dirancang agar para mitra pengemudi tidak hanya memahami teori, tetapi juga lebih siap menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Selama pelatihan, peserta mempraktikkan pemeriksaan kondisi sepeda motor sebelum beroperasi, penggunaan perlengkapan keselamatan, teknik pengereman yang benar, hingga cara mengenali potensi bahaya di lalu lintas. Bekal tersebut diharapkan membantu pengemudi mengambil keputusan yang lebih tepat saat berkendara sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan.
Kemenhub menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan perkembangan transportasi digital. Karena itu, pemerintah menyatakan dukungannya terhadap berbagai inisiatif operator transportasi berbasis aplikasi yang mendorong peningkatan kompetensi pengemudi dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan.
Settlement Grab dipercepat
Selain mendorong budaya keselamatan, pemerintah juga mengumumkan kebijakan baru yang berkaitan dengan operasional mitra pengemudi Grab.
Dalam kesempatan tersebut, Menhub menyampaikan pemerintah bersama Grab Indonesia telah menyepakati mekanisme baru penyelesaian transaksi (settlement) yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026.
Melalui skema tersebut, proses penyelesaian transaksi keuangan di aplikasi Grab akan dilakukan pada hari yang sama, tidak lagi menunggu hingga keesokan harinya.
Kemenhub menilai perubahan itu akan membuat proses transaksi menjadi lebih cepat dan transparan, sekaligus mengurangi kebingungan yang selama ini masih dialami sebagian mitra pengemudi.
Pemerintah juga memandang kolaborasi antara regulator, perusahaan penyedia layanan, dan para mitra pengemudi sebagai fondasi penting dalam membangun ekosistem transportasi digital yang semakin tertib, aman, dan dipercaya masyarakat. Kepercayaan tersebut diharapkan ikut mendorong mobilitas yang lebih baik sekaligus memberi dampak positif terhadap perekonomian nasional. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Di era transportasi digital, aplikasi yang canggih saja belum cukup. Skill berkendara, disiplin di jalan, dan budaya keselamatan tetap jadi "upgrade" paling penting agar driver makin profesional dan penumpang bisa merasa lebih aman di setiap perjalanan.









