Suahasil Bongkar 30 Kontainer Beras-Garam Ilegal, Pemerintah Lindungi Pasar Domestik

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 22 September 2026 | 22:32 WIB
Suahasil Bongkar 30 Kontainer Beras-Garam Ilegal, Pemerintah Lindungi Pasar Domestik
Suahasil Bongkar 30 Kontainer Beras-Garam Ilegal, Pemerintah Lindungi Pasar Domestik (Kemenkeu RI)

Reporter: Selvi Anggriani

astakom.com, Jakarta - Pemerintah bertindak tegas setelah ngegep 30 kontainer yang isinya beras dan garam impor yang diduga masuk ke Indonesia dengan cara ilegal.

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara ngespill kalau praktik itu bukan cuma merugikan negara, tetapi juga menodai upaya pemerintah dan petani dalam mewujudkan swasembada pangan.

Suahasil bilang kalau pemerintah terus berupaya membangun kebijakan yang mensupport peningkatan produksi pangan dalam negeri. Di sisi lain, para petani juga terus bekerja meningkatkan produktivitas dan memenuhi kebutuhan pangan nasional.

“Kalau beras-beras seperti ini masuk secara ilegal, tentu sangat menodai swasembada pangan kita. Kita bekerja di sisi kebijakan, para petani kita bekerja menanam padi dengan produktivitas yang tinggi. Lalu kemudian masuk beras-beras ilegal seperti ini, ini sangat menodai upaya kita,” kata Suahasil dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/09/2026).

Pasar Indonesia besar 

Dia bilang kalau pemerintah sangat bangga dan mengapresiasi peningkatan produksi pangan dalam negeri. Besarnya pasar Indonesia juga menjadi daya tarik bagi pelaku usaha dari berbagai negara untuk memasukkan produknya ke Indonesia.

“Kita bangga dengan produksi dalam negeri dari sektor pangan kita,” katanya.

Menkeu Suahasil menilai pasar domestik menjadi salah satu alasan praktik impor ilegal berpotensi terjadi. Dengan jumlah penduduk yang besar, daya beli masyarakat yang terus meningkat, dan kemampuan ekonomi yang berkembang, pasar Indonesia menjadi sasaran yang dianggap sangat menggiurkan.

"Namun, kita bisa membayangkan mengapa hal ini dilakukan. Ini dilakukan karena pasar Indonesia sangat besar. Pasar kita luar biasa besar dan menggiurkan bagi seluruh pemain dunia untuk berbagai macam barang," ungkap Suahasil.

Perlindungan pasar domestik

Suahasil menekankan pentingnya perlindungan terhadap pasar domestik supaya pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya beli masyarakat bisa bermanfaat buat pelaku usaha dan produsen dalam negeri.

“Karena itu, kita harus melindungi pasar kita. Pasar kita yang besar, daya beli yang terus meningkat, kemampuan masyarakat, dan seterusnya, harus kita lindungi,” katanya.

Fyi, dari hasil pemeriksaan, Bea Cukai ngeciduk adanya indikasi misdeklarasi atau pemberitahuan barang yang nggak benar, termasuk upaya pengelabuan melalui kemasan dan penyusunan barang, termasuk beras dan garam ilegal.

Isi kontainer

Diketahui, dari 30 kontainer itu, 15 kontainer isinya 202.450 kg beras dan 211.000 kg garam masuk lewat Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan nilai mencapai Rp 7,8 miliar dan 15 kontainer berisikan 194.000 kg beras dan 225.400 kg garam masuk ke kawasan berikat di Bogor senilai Rp 8 miliar.

Barang barang yang terindikasi ilegal itu di antaranya yakni beras dan garam impor yang masuk ke Indonesia dari beberapa lokasi yakni di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Jawa Timur dan kawasan berikat di Bogor Jawa Barat. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Pemerintah tegas ngejar praktik impor ilegal setelah 30 kontainer berisi beras dan garam terindikasi masuk Indonesia dengan cara nggak sesuai aturan. Suahasil menegaskan, aksi ini bukan cuma berpotensi merugikan negara, tapi juga bisa mengganggu perjuangan pemerintah dan petani dalam memperkuat swasembada pangan. Karena pasar Indonesia besar dan daya beli terus naik, pemerintah menilai pasar domestik perlu dijaga agar pertumbuhan ekonomi ikut menguntungkan produsen dalam negeri.

Menkeu Suahasil Impor ilegal beras ilegal garam ilegal

Infografis

Terkini