Menlu RI Ajak ASEAN-Rusia Perkuat Ketahanan Pangan, Energi hingga Arsitektur Kesehatan Kawasan

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 24 Juli 2026 | 05:08 WIB
Menlu RI Ajak ASEAN-Rusia Perkuat Ketahanan Pangan, Energi hingga Arsitektur Kesehatan Kawasan
Menlu RI Ajak ASEAN-Rusia Perkuat Ketahanan Pangan, Energi hingga Arsitektur Kesehatan Kawasan (Kemlu RI)

astakom.com, Jakarta – Di ajang pertemuan ASEAN-Russia Post Ministerial Conference (PMC), Menteri Luar Negeri RI Sugiono menekankan kalau prioritas utama dari kemitraan ASEAN dan Rusia adalah demi memperkuat ketahanan masyarakat di kawasan.

Bukan sekadar respons krisis

Bagi Menlu Sugiono, yang namanya ketahanan itu bukan sekadar reaksi cepat saat masalah datang, melainkan soal kesiapan dan adaptasi jangka panjang.

“Ketahanan tidak hanya sekedar kemampuan untuk merespons terhadap krisis, namun juga mengantisipasi risiko, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, dan menjaga perdamaian jangka panjang,” ucap Menlu Sugiono dikutip oleh astakom pada Kamis, (23/07/2026).

Fokus energi dan pangan

Menlu Sugiono secara khusus menhighlight betapa krusialnya membangun arsitektur energi kawasan yang stabil, terbuka, dan tangguh.

“Program Kerja Sama Energi ASEAN-Rusia periode 2026-2030 menjadi landasan kuat dalam membangun ketahanan energi jangka panjang,” sambungnya.

Selain energi, urusan ketahanan pangan juga jadi isu prioritas strategis yang nggak boleh terlewat. Sebagai salah satu pemasok gandum dan pupuk dunia, peran Rusia dinilai fix sangat penting untuk menjaga ketersediaan pangan di negara-negara ASEAN.

“Akses terhadap bahan pangan ini penting untuk menjaga produksi pertanian dan harga pangan, serta memperbaiki akses terhadap bahan pangan bergizi,” ujar Menlu Sugiono.

Tak cuma itu, penerapan teknologi pertanian modern serta metode climate-resilient farming juga disorot karena bakal sangat membantu meningkatkan produktivitas serta menjaga ketahanan pangan dalam jangka panjang.

Kapasitas SDM Kesehatan

Penguatan sistem kesehatan di wilayah juga nggak luput dari perhatian Menlu Sugiono. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan jadi kuncinya.

“Peningkatan kapasitas dan pertukaran pelatihan untuk petugas Kesehatan akan memperkuat persiapan dalam menghadapi situasi darurat kesehatan di masa depan,” sambungnya.

Kompas sentralitas ASEAN

Menutup penyampaiannya, Menlu Sugiono menekankan pentingnya menjaga kolaborasi ASEAN-Rusia agar selalu berjalan di atas pijakan hukum internasional dan semangat multilateralisme.

“Sentralitas ASEAN harus terus menjadi kompas dalam kerja sama ini,” tutup Menlu Sugiono. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Kerja sama ASEAN-Rusia bukan cuma urusan diplomasi tingkat tinggi, tapi berdampak langsung ke kehidupan harian kita—mulai dari kepastian pasokan bahan pangan, kestabilan harga energi, sampai kesiapan sistem kesehatan kawasan dalam menghadapi ancaman krisis di masa depan. Kerangka kerja sama ini memastikan kawasan tempat kita tinggal tetap aman, terjangkau, dan adaptif

ASEAN Asean update Asean - Rusia Rusia

Infografis

Terkini