Presiden Prabowo Tekankan TNI Harus Jaga Rakyat di Tengah Gejolak Global
astakom.com, Jakarta - Kondisi dunia saat ini lagi penuh gejolak dan nggak menentu. Meski begitu, ada TNI yang bakal selalu siap di garis depan demi menjaga keselamatan serta kepentingan seluruh rakyat Indonesia.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan HUT Ke-81 TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin.
Ia menyoroti situasi global saat ini, di mana berbagai negara masih harus struggle menghadapi tantangan yang makin berat.
Melihat kondisi ini, Indonesia dituntut untuk punya kekuatan pertahanan yang solid bukan cuma buat menjaga kedaulatan, tapi juga demi memberikan rasa aman bagi masyarakat.
"Kita membangun TNI adalah untuk itu. Untuk membela diri, untuk menjaga rakyat kita," tegas Presiden Prabowo.
Presiden tekankan ancaman tidak hanya fisik
Presiden kembali mengingatkan bahwa situasi dunia makin sulit ditebak. Indonesia nggak bisa memprediksi secara pasti kapan ancaman terhadap kedaulatan negara bakal benar-benar nyata terjadi.
Menariknya, ancaman masa kini nggak cuma sebatas serangan fisik di lapangan. Tantangan nyata justru makin gencar muncul dari ranah siber hingga maraknya penyebaran disinformasi.
"Sekarang ancaman tidak hanya fisik. Kita bisa diserang dan sudah mulai diserang, melalui siber, melalui disinformasi, melalui berita-berita bohong yang selalu ingin Indonesia dipecah belah, yang selalu ingin Indonesia gaduh," ujarnya.
TNI diminta maksimal lindungi rakyat
Guna menangkal berbagai bahaya tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa TNI harus terus berbenah dan meningkatkan kesiapsiagaan demi melindungi rakyat serta kepentingan nasional.
Kekuatan pertahanan Indonesia harus terus dibangun secara konsisten agar negara selalu siap menghadapi segala kemungkinan di tengah perubahan geopolitik dunia yang bergerak sangat cepat. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
Di tengah situasi global yang makin sulit diprediksi, Presiden Prabowo menegaskan TNI harus tetap on track menjaga keselamatan rakyat dan kepentingan nasional. Ancaman kini bukan cuma soal serangan fisik, tetapi juga siber dan disinformasi yang bisa memicu perpecahan. Karena itu, kesiapsiagaan dan kekuatan pertahanan perlu terus diperkuat agar Indonesia tetap aman menghadapi dinamika geopolitik.








