Fix Terbongkar! Sosok di Balik Botol Miras Lapas Mewah Cibinong

Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 5 Oktober 2026 | 18:07 WIB
Fix Terbongkar! Sosok di Balik Botol Miras Lapas Mewah Cibinong
astakom.com, Cibinong - Rombongan Komisi XIII DPR melakukan sidak kompleks klaster mewah di Lapas Cibinong, Bogor, Rabu (30/09/2026). [Timpres]

astakom.com, Jakarta – Drama teka-teki kepemilikan botol minuman keras (miras) dan jajaran fasilitas fancy di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, akhirnya resmi ter-spill. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mengonfirmasi bahwa botol miras beserta fasilitas kelas atas di sana bukan punya petugas lapas, melainkan milik seorang warga binaan kasus korupsi.

Irjen Kemenimipas Rudi Setiawan menegaskan hasil investigasi internal tersebut dalam konferensi pers pada Senin (5/10/2026).

"Hasil dari investigasi kami, bahwa barang tersebut (botol minuman keras) bukanlah milik sebagaimana yang disebutkan Kasi Kamtib Adi Nugroho Wichaksono. Melainkan milik warga binaan yang menempati rumah tersebut," terang Rudi.

Siapa sosok napi pemilik fasilitas fancy ini?

Rudi membeberkan bahwa warga binaan yang menempati area tersebut dan terekam kamera adalah Jimmy Masrin. Jimmy merupakan mantan Presiden Direktur PT Caturkarsa Megatunggal sekaligus eks Komisaris Utama PT Petro Energy yang mendekam di bui gara-gara kasus kredit fiktif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Seluruh barang mewah dan botol miras di lokasi tersebut dipastikan milik Jimmy. Bahkan, barang-barang itu sempat digeser malam-malam pas Menteri Imipas Agus Andrianto mau datang sidak ke Lapas Cibinong.

"Ketika Pak Menteri datang, barang-barang itu sudah tidak ada. Jadi pada tanggal 23 malam, barang-barang itu dipindahkan. Sebagian ada yang berhasil kita temukan, sebagian lagi ada yang sudah dibawa keluar dan kita temukan di bekas kandang sapi," ungkap Rudi.

Ombudsman kena zonk saat sidak pertama

Skandal ini awal mulanya kebongkar waktu tim Ombudsman datang sidak tanpa pemberitahuan pada Rabu, 23 September 2026. Anggota Ombudsman Syafrida R. Rasahan menceritakan, timnya sempat tertahan dan di-ghosting petugas lapas selama lebih dari setengah jam di ruang resepsionis tanpa alasan yang jelas.

Karena nggak diizinkan masuk, tim lalu menunggu di kantin luar. Di sana, mereka ngeliat ada pagar kayu berjarak sekitar 100 meter yang ternyata merupakan akses menuju area rumah dinas Kalapas.

Pas tim Ombudsman masuk menyisir area di balik pagar, mereka nemuin bangunan mirip homestay atau vila ber-AC yang diklaim petugas sebagai rumah asimilasi. Di dalamnya, lengkap ada sofa, kulkas, TV, meja makan, hingga narapidana yang langsung ngacir kabur ke kamar pas sadar ada tim Ombudsman.

Fasilitas mewah serasa resort mewah

Hasil penelusuran Ombudsman di area tersebut ngebongkar deretan sarana terlarang yang kelewat mewah buat ukuran lapas:

  • Hunian Berkelas: Ditemukan hunian tipe 1 dan tipe 2 yang bentuknya menyerupai vila beratap seng warna biru. 
  • Sarana Olahraga Lengkap: Ada area gym, kolam, hingga simulator golf yang masih dalam proses pembangunan. 
  • Parkiran Khusus: Terdapat kantong parkir khusus yang disediakan buat mobil-mobil mewah. 

Seluruh fasilitas super nyaman tersebut dipastikan berada di area terisolasi di balik pagar kayu rumah dinas Kalapas. (Ram)

Gen Z Takeaway

Misteri botol miras dan deretan fasilitas mewah ala resort di Lapas Kelas IIA Cibinong akhirnya terbongkar setelah investigasi Kemenimipas memastikan seluruh barang dan sarana mulai dari vila, gym, hingga simulator golf merupakan milik napi kasus kredit fiktif LPEI Jimmy Masrin, yang barang-barangnya sempat diumpetin ke bekas kandang sapi pas menteri datang sidak.

Lapas Kelas IIA Cibinong Ombudsman RI Komisi XIII DPR

Infografis

Terkini