Ketika Pelajar SMAN 55 Jakarta Manifesting Cita-Cita di Istana Negara

Editor: Anri Syaiful
Jumat, 24 Juli 2026 | 11:00 WIB
Ketika Pelajar SMAN 55 Jakarta Manifesting Cita-Cita di Istana Negara
Ratusan pelajar SMAN 55 Jakarta mengikuti program "Istana untuk Anak Sekolah" pada Kamis (23/07/2026). [BPMI Setpres]

astakom.com, Jakarta – Suasana Istana Kepresidenan, Jakarta, mendadak auto-ramai dan penuh antusiasme pada Kamis, 23 Juli 2026. Bertepatan dengan momen Peringatan Hari Anak Nasional, ratusan pelajar SMAN 55 Jakarta berkesempatan mengikuti program “Istana untuk Anak Sekolah.”

Kunjungan ini jadi pengalaman super berharga yang tak hanya mengenalkan para siswa pada sejarah serta simbol kenegaraan. Namun juga menumbuhkan semangat kebangsaan agar mereka berani bermimpi tinggi dan berkontribusi nyata buat Indonesia.

Dari screen layar kaca langsung POV real life di Istana

Bagi Zhafirah Zeta, momen menginjakkan kaki di Istana adalah hal yang selama ini cuma bisa ia bayangkan lewat layar gawai. Ia mengungkapkan rasa bahagianya secara langsung:

“Ini merupakan momen yang tidak bisa terbayarkan betapa menyenangkannya, karena ini juga pertama kali bagi saya yang biasanya hanya melihat Istana Kepresidenan itu melalui layar kaca, dari YouTube, dari TV. Ini pertama kali bagi saya menginjakkan kaki langsung di tempat yang biasanya saya hanya lihat dari TV,” ujarnya penuh haru dan bangga, dilansir laman Presiden RI.

Spill vibes kemegahan yang bikin cita-cita makin membara

Perasaan takjub yang sama juga dirasakan oleh Septian Ramdhany. Kekagumannya pada kemegahan kompleks Istana justru jadi pendorong semangat belajar demi merajut masa depan. Septian menyampaikan dengan jujur:

“Benar-benar senang banget, apalagi di sini banyak ruangan-ruangan yang terlihat sangat indah. Apalagi itu membuat semangat saya itu membara sekali ya ingin masuk ke istana ini dengan pangkat yang setara dengan pejabat-pejabat seperti itu,” katanya menuturkan cita-citanya.

Selama menjelajahi sudut-sudut Istana, para siswa dibuat terpana saat menyaksikan Aula Hoegeng, ruang kerja Presiden RI, deretan koleksi patung, hingga lampu kristal bersejarah yang makin memperkaya wawasan mereka. Bagi Arneo Rajasa dan Shaniza Rashadya, agenda ini membuka perspektif baru yang unlock pemahaman mendalam tentang tata kelola pemerintahan. Shaniza turut membagikan kesan manisnya:

“Menurut aku pengalaman yang pertama untuk mengunjungi Istana Presiden juga dapat insight-insight baru, terus bisa merasakan gimana rasanya jadi menteri terus bisa ke ruang-ruang rapat,” ucap Shaniza.

Harapan setara dan pesan menyala untuk generasi muda

Kesan mendalam yang begitu membekas juga dilontarkan oleh Anna Nadiatun Nabilah dan Yuge Abdihan Putra. Keduanya menyimpan harapan besar agar vibes positif dan kesempatan langka yang mereka dapatkan bisa dirasakan oleh seluruh pelajar di Tanah Air tanpa terkecuali:

“Semoga apa yang kita rasakan dapat juga dirasakan oleh anak-anak seluruh Indonesia tanpa terkecuali,” ujar mereka penuh empati.

Di balik rasa takjub akan arsitektur dan nilai sejarah Istana, para siswa pulang membawa amunisi motivasi baru. Zhafirah kembali mengajak seluruh generasi muda untuk berani speak up dan menyuarakan gagasan demi kemajuan bangsa:

“Ayo kita kuatkan lagi semangat kita bersama-sama, kita berani untuk menyuarakan ide-ide kita, inspirasi kita, inovasi kita untuk negara Indonesia ke depannya,” tegasnya penuh keyakinan.

Apresiasi tenaga pendidik dan ruang belajar tanpa batas

Melihat dampak luar biasa dari kegiatan ini, Reisti Hudatul selaku guru pendamping menilai program “Istana untuk Anak Sekolah” memberikan manfaat yang amat besar bagi tumbuh kembang peserta didik. Ia pun menaruh harapan agar program ini terus berkesinambungan:

“Harapan kami program ini terus berlanjut, sehingga banyak murid dapat mengambil pelajaran, dan juga dapat bersama-sama untuk saling memahami bahwa Istana juga memberikan banyak peluang bagi mereka di kemudian hari,” tuturnya.

Menutup momen berharga dalam peringatan Hari Anak Nasional tersebut, Reisti memberikan pesan menyentuh bagi seluruh generasi penerus bangsa:

“Selamat Hari Anak Nasional, kepada anak-anak di Indonesia, jangan pernah berhenti untuk bermimpi, terus berjuang dan mencapai cita-cita,” pungkasnya.

Program “Istana untuk Anak Sekolah” pun terbukti menjadi ruang belajar yang slay dan inklusif untuk merekatkan anak-anak dengan nilai kebangsaan, mencetak generasi yang berkarakter, percaya diri, dan siap mengabdi buat Indonesia. (aNs)

Gen Z Takeaway

Momen Hari Anak Nasional 2026 makin spill main character energy saat ratusan pelajar SMAN 55 Jakarta ikutan program “Istana untuk Anak Sekolah” buat rasain POV real life keliling ruang kerja Presiden hingga Aula Hoegeng. Kunjungan yang tadinya cuma bisa dibayangin lewat screen gawai ini sukses bikin ambition mereka makin membara untuk manifesting cita-cita jadi pejabat, dapet insight baru soal pemerintahan, sampai speak up nyuarain inovasi buat Indonesia. Nggak cuma bikin terpana, agenda slay dan inklusif ini juga diselipin harapan dari guru pendamping agar seluruh anak Indonesia nggak pernah berhenti bermimpi tinggi.

Istana Untuk Anak Sekolah Hari Anak Nasional Hari anak nasional 2026 SMAN 55 Jakarta Istana Kepresidenan

Infografis

Terkini