Kebaya Sheila Dara Ternyata Simpan Cerita Hidup, Film Jalan Pulang Bikin Maknanya Makin Dalam
astakom.com, Jakarta – Hari Kebaya Nasional tahun ini terasa lebih spesial lewat film pendek Jalan Pulang yang dibintangi Sheila Dara Aisha. Bukan sekadar mengangkat keindahan busana tradisional, film tersebut mengajak penonton melihat bahwa kebaya juga menyimpan cerita, kenangan, hingga ikatan keluarga yang diwariskan lintas generasi.
Menariknya, pesan dalam film itu ternyata sangat dekat dengan kehidupan Sheila. Aktris sekaligus penyanyi tersebut mengaku banyak momen penting dalam hidupnya yang selalu ditemani kebaya, mulai dari kenangan masa kecil hingga perjalanan cintanya bersama Vidi Aldiano.
Tak heran, kisah yang dihadirkan Jalan Pulang pun ramai menjadi perbincangan karena dinilai mampu membuat kebaya terasa lebih relevan bagi generasi muda, bukan hanya sebagai pakaian tradisional, tetapi juga sebagai simbol memori dan identitas keluarga.
Film Jalan Pulang angkat makna kebaya
Dalam film pendek Jalan Pulang garapan sutradara Bramsky yang dipersembahkan Bakti Budaya Djarum Foundation untuk memperingati Hari Kebaya Nasional pada 24 Juli, Sheila memerankan tokoh Dara, seorang creative director muda yang mendapat tugas me-rebranding rumah mode kebaya legendaris milik Madame Yati, yang diperankan Asri Welas.
Berbekal sudut pandang modern, Dara berusaha menghadirkan berbagai pembaruan. Namun ketika ide-idenya tidak mendapat respons sesuai harapan, ia mulai mempertanyakan cara pandangnya sendiri terhadap kebaya.
Perjalanan itu membawanya kembali ke rumah sang ibu yang diperankan Widyawati. Di sana, Dara menemukan tumpukan kebaya lama yang semula hendak disumbangkan. Dari situlah ia kembali merangkai kenangan keluarga dan memahami bahwa setiap helai kebaya menyimpan kisah yang tak lekang oleh waktu.
Bagi Sheila, alur cerita tersebut terasa sangat dekat dengan pengalaman pribadinya karena mengingatkannya bahwa warisan paling berharga bukan hanya kebaya itu sendiri, melainkan cerita yang terus hidup di baliknya.
Sheila: kebaya selalu hadir di momen penting
Melansir dari media nasional pada Jumat, (24/07/2026) Di luar layar, Sheila mengaku kebaya selalu menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Mulai dari momen keluarga hingga prosesi lamaran, busana tradisional itu selalu memiliki tempat yang istimewa.
Ia juga menceritakan adanya tradisi sederhana yang masih dijaga keluarganya, yakni saling meminjam dan bertukar kebaya untuk dipakai pada berbagai acara penting.
"Di keluarga aku ada momen tukar-tukaran kebaya dengan Bunda, atau kadang ada salah satu kebaya aku dipakai oleh sepupu aku di momen spesialnya dia. Jadi menurut aku, momennya semakin terasa spesial dan hangat karena kita saling berbagi," tutur Sheila Dara dalam press conference Jalan Pulang di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu silam (23/07/2026).
Menurut Sheila, kebiasaan itu membuat kebaya tidak hanya menjadi pakaian, tetapi juga menjadi media yang menyimpan kenangan dan mempererat hubungan antaranggota keluarga.
Kebaya tetap relevan untuk generasi muda
Lewat Jalan Pulang, Sheila berharap semakin banyak anak muda melihat kebaya dari perspektif yang lebih luas. Kebaya bukan hanya identik dengan acara formal atau tradisi, tetapi juga bisa menjadi medium untuk mengenang perjalanan hidup dan menjaga warisan budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Film ini sekaligus memperlihatkan bahwa sentuhan modern tidak harus menghilangkan akar tradisi. Justru, memahami cerita di balik kebaya membuat generasi muda memiliki alasan yang lebih kuat untuk terus mengenakannya dan meneruskan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.(deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Jalan Pulang bukan cuma menyajikan cerita tentang kebaya. Film ini mengingatkan kalau setiap pakaian tradisional bisa menyimpan potongan kisah hidup, kenangan keluarga, sampai momen yang nggak tergantikan. Kadang, warisan paling berharga bukan benda yang kita simpan, melainkan cerita yang terus kita teruskan.









