Kemenpar Lirik Wisata K-Pop, Concert Tourism Disiapkan Buat Tarik Lebih Banyak Turis Asing

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 23 Juli 2026 | 01:08 WIB
Kemenpar Lirik Wisata K-Pop, Concert Tourism Disiapkan Buat Tarik Lebih Banyak Turis Asing
Kemenpar Lirik Wisata K-Pop, Concert Tourism Disiapkan Buat Tarik Lebih Banyak Turis Asing/ Ilustrasi [Kolase foto IG@blackpink-exo-bts-twice]

astakom.com, Jakarta – Demam K-Pop kini tak hanya dipandang sebagai fenomena hiburan, tetapi juga peluang besar untuk menggerakkan sektor pariwisata. Di balik ramainya konser idol Korea, pemerintah melihat potensi menghadirkan lebih banyak wisatawan mancanegara sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi melalui konsep concert tourism atau wisata berbasis konser musik.

Melansir media nasional, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai penyelenggaraan konser musik internasional, khususnya K-Pop, dapat menjadi salah satu strategi menarik wisatawan asing ke Indonesia. Melalui paket wisata yang terintegrasi, wisatawan diharapkan tidak hanya datang untuk menikmati konser, tetapi juga mengunjungi berbagai destinasi wisata dan memperpanjang masa tinggalnya.

Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, mengatakan Kemenpar membuka peluang kolaborasi dengan berbagai asosiasi industri perjalanan wisata untuk mengembangkan paket wisata konser yang memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata nasional.

Paket konser jadi peluang wisata

Kemenpar menggandeng sejumlah asosiasi industri, seperti Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia untuk Transportasi dan Teknologi (AITTA), Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), serta Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA), guna menyusun paket wisata berbasis konser musik.

Paket tersebut dirancang menggabungkan tiket konser, transportasi, akomodasi, hingga kunjungan ke berbagai destinasi wisata. Skema ini diharapkan mampu mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama sekaligus meningkatkan pengeluaran selama berada di Indonesia.

Menurut Kemenpar, konser internasional bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga dapat menjadi penggerak pariwisata, memperkuat promosi destinasi Indonesia di pasar global, dan menciptakan dampak ekonomi bagi berbagai sektor pendukung.

"Kementerian Pariwisata terbuka untuk berkolaborasi dengan asosiasi industri biro perjalanan wisata seperti ASITA, AITTA, ASTINDO, dan IINTOA untuk mengembangkan paket konser musik," kata Nia Niscaya Melansir dari media nasional pada Rabu, (22/07/2026).

Target wisman dan devisa

Sebagai gambaran potensi ekonomi, Kemenpar mencontohkan konser BTS yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari pada 26, 27, dan 29 Desember 2026 di Jakarta.

Konser tersebut diproyeksikan mampu mendatangkan sekitar 18.000 wisatawan mancanegara. Dengan rata-rata pengeluaran wisatawan asing sebesar 380,1 dolar AS atau sekitar Rp6,7 juta per orang, potensi devisa yang dihasilkan diperkirakan mencapai 6,6 juta dolar AS atau sekitar Rp120,6 miliar.

Perhitungan itu belum memasukkan potensi transaksi dari pembelian merchandise resmi, makanan dan minuman, maupun berbagai aktivitas ekonomi lain yang biasanya meningkat selama penyelenggaraan konser internasional.

Selain berkontribusi pada penerimaan devisa, penyelenggaraan konser juga dinilai mampu menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, pusat perbelanjaan, hingga pengelolaan venue.

Sejalan strategi penguatan event

Pengembangan concert tourism dinilai sejalan dengan upaya Kemenpar memperkuat sektor event sebagai salah satu penggerak pariwisata nasional. Pemerintah berharap setiap penyelenggaraan event berskala internasional tidak hanya menjadi atraksi hiburan, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah.

Dalam mendukung penyelenggaraan event internasional, Kemenpar juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempermudah proses perizinan, termasuk melalui penerbitan surat rekomendasi atau surat dukungan yang menjadi salah satu persyaratan pengajuan izin keramaian.

Melansir laman resmi Kementerian Pariwisata, pengembangan sektor event merupakan salah satu strategi untuk memperkuat daya saing destinasi Indonesia. Komitmen tersebut tercermin melalui penyelenggaraan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang menghadirkan 125 event unggulan dari 38 provinsi. Melalui program ini, Kemenpar mendorong penyelenggaraan event berkualitas yang mampu menarik wisatawan, memperpanjang lama tinggal (length of stay), serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah penyelenggara. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Sekarang konser bukan cuma soal war tiket atau ketemu idol favorit. Di mata pemerintah, konser K-Pop juga bisa menjadi "magnet" untuk mengajak wisatawan asing mengenal Indonesia lebih dekat. Kalau konsep concert tourismberjalan maksimal, dampaknya bukan cuma terasa di venue konser, tetapi juga mengalir ke hotel, restoran, transportasi, UMKM, hingga destinasi wisata yang ikut kebagian hype.

Kemenpar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Konser Internasional Indonesia Concert tourism

Infografis

Terkini