BI-FAST dan QRIS Terus Hype, Transaksi Digital RI Tembus Ribuan Triliun!
astakom.com, Jakarta - Sistem pembayaran digital di Indonesia terpantau makin hype atau banyak diminati. Bank Indonesia (BI) baru aja ngespill data triwulan II-2026, dan hasilnya, ternyata nunjukin kalau masyarakat Indonesia makin doyan transaksi cashless.
Layanan pembayaran transfer antiribet, BI-FAST, sukses mencatat pertumbuhan yang kuat banget. Volume transaksinya tembus 1.529 juta transaksi alias melonjak 38,09% secara tahunan (year on year/yoy). Gak main-main, nilai transaksinya tembus sampai Rp3.777 triliun.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menilai tren positif ini jadi bukti kalau masyarakat dan pelaku usaha udah makin melek digital. Tumbuhnya nilai transaksi yang pakai BI-FAST mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan layanan pembayaran digital yang cepat, efisien, dan aman oleh masyarakat maupun pelaku usaha.
QRIS tumbuh pesat
Bukan cuma BI-FAST, performa transaksi pembayaran digital lewat Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS juga lagi gacor banget. Volume transaksi pakai kode QR ini tumbuh hingga 100,12% (yoy) di triwulan II-2026. Pertumbuhan ini dipicu oleh bertambahnya jumlah pengguna dan merchant yang memanfaatkan sistem pembayaran pakai kode QR.
"Pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya jumlah pengguna, maupun merchant yang mulai mengadopsi sistem pembayaran digital," kata Perry dalam Pengumuman RDG Bulanan Bulan Juli 2026 secara virtual, dikutip oleh astakom.com pada Rabu (22/07/2026).
Transaksi bernilai besar banyak pakai BI-RTGS
Buat transaksi yang bernilai besar, BI-RTGS atau Bank Indonesia Real Time Gross Settlement tetap jadi pilihan utama pengguna. Untuk BI-RTGS sendiri, volume transaksinya mencapai 2,63 juta transaksi tumbuh 13,03% yoy. Sementara dari segi nilai, angkanya naik 12,66% menjadi Rp53.492 triliun.
Meskipun transaksi digital lagi hype banget di kehidupan sehari-hari, masyarakat ternyata masih banyak yang pakai uang fisik. Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) tercatat tumbuh 14,03% secara tahunan menjadi Rp1.315 triliun di triwulan ini.
Uang rupiah aman secara jumlah dan kualitas
Perry Warjiyo menegaskan kalau stabilitas sistem pembayaran nasional kita masih sangat aman berkat infrastruktur yang kokoh dan ekosistem industri yang sehat.
Pasokan uang rupiah pun dijamin aman secara jumlah dan kualitas. Makanya Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) maupun sistem pembayaran industri berjalan lancar.
Dorong ekonomi digital sampai ke pelosok
BI berkomitmen buat terus memperkuat interkoneksi antarpelaku industri biar ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) makin bisa menjangkau sebanyak-banyaknya pihak. Aspek manajemen risiko juga terus ditingkatkan dan jadi prioritas utama BI biar gak kecolongan.
Bank Indonesia memastikan kalau pihaknya akan terus memperkuat struktur industri sistem pembayaran dengan memastikan setiap pengembangan aktivitas, produk, maupun kerja sama memenuhi aspek manajemen risiko dan sejalan dengan arah kebijakan bank sentral.
"Bank Indonesia juga akan terus memastikan keamanan dan keandalan infrastruktur SPBI, baik ritel maupun wholesale, serta menjaga ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dan berkualitas layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T)," kata Perry. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Transaksi digital di Indonesia makin all-out. BI-FAST tembus Rp3.777 triliun, sementara volume transaksi QRIS melonjak 100% dalam setahun. BI bilang tren ini nunjukkin masyarakat makin nyaman cashless, dengan sistem pembayaran yang tetap aman dan makin luas jangkauannya.







