Busan: InaExport Bawa UMKM, Mahasiswa dan Desa ke Pasar Global

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 23 September 2026 | 11:02 WIB
Busan: InaExport Bawa UMKM, Mahasiswa dan Desa ke Pasar Global
InaExport diperkuat jadi pintu ekspor digital. Transaksi UMKM tembus USD347 juta, sementara 747 desa disebut sudah mampu ekspor. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) (astakom/shintya)

astakom.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan sama Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus berkolaborasi buat memperluas akses pasar ekspor lewat pemanfaatan InaExport yang sebagai wadah atau National Export Gateway Indonesia.

Hal itu ditegaskan dalam soft launching platform digital InaExport  dan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Sinergi Pelaksanaan Urusan Pemerintahan di Bidang UMKM dan Perdagangan di kantor Kementerian Perdagangan pada hari ini, Selasa (22/09/2026).

Menteri Perdagangan Budi Santoso bilang kalau InaExport sebenernya emang udah launching sejak lama, tapi lewat berbagai pengembangan fitur InaExport menjadi wadah perdagangan yang efisien di pasar global.

Memudahkan eksportir bertransaksi

"Kita ingin memudahkan eksportir kita ini untuk mendapatkan buyer, sebagaimana juga dalam konsep discovery commerce. Jadi kita pengen dengan digutalisasi ini produk-produk itulah yang kemudian mencari konsumer. Jadi kita lakukan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di pasar internasional," kata Mendag Busan dalam konferensi pers InaExport di Jakarta pada Selasa (22/09/2026).

Selanjutnya, Mendag juga bilang kalau pihaknya telah melakukan perjanjian kerja sama sebanyak at least 15 pihak termasuk lembaga dan kementerian terkait dan perguruan tinggi.

Kampus preneur

Dalam kesempatan itu, Busan juga memperkenalkan program yang positif banget buat mahasiswa yaitu, kampus preneur. Kampus Preneur ini akan mengajari mahasiswa menjadi eksportir, dari proses berdagang, bermitra sampai negosiasi dan deal ketemu buyer dari luar negeri.

Lebih menariknya, program dan pembekalan ini nggak mengganggu proses pembelajaran formal.

"Sudah lebih dari 20 kampus yang mendaftar untuk ikut dipamerkan produknya, sudah diakurasi dan semuanya memenuhi standar untuk ekspor," kata Mendag.

Gaspol UMKM Bisa Ekspor

Lebih lanjut lagi Busan ngespill UMKM juga sudah bisa ekspor dengan program "UMKM Bisa Ekspor" dan tahun lalu nilai transaksinya mencapai USD134,8 juta. Update terbaru per bulan Januari-Agustus transaksinya sudah mencapai USD347 juta.

Bukan cuma UMKM yang terus di push buat ekspor desa juga dipush buat bisa ekspor lewat program "Desa Bisa Ekspor", bahkan Koperasi Desa.

"Kita sudah mengidentifikasi sebanyak sekitar 2600 desa yang punya potensi ekspor, dan sebanyak 747 desa yang bisa ekspor. Kita juga melakukan pelatihan pendampingan dan  mencarikan buyer dan kemarin ada beberapa desa melalui BUMDES yang sudah ekspor bahkan ada yang melalui Koperasi Desa," katanya. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

InaExport makin di-push jadi pintu ekspor digital Indonesia buat mempertemukan UMKM, mahasiswa, desa, sampai koperasi dengan buyer global. Lewat program UMKM Bisa Ekspor, Kampus Preneur, dan Desa Bisa Ekspor, pemerintah nggak cuma ngajarin produk siap ekspor, tapi juga bantu kurasi, pendampingan, sampai cari buyer. Hasilnya, transa ksi UMKM lewat program ini sudah tembus USD347 juta pada Januari–Agustus 2026, sementara 747 desa disebut sudah punya kemampuan ekspor.

InaExport transaksi UMKM Mendag Budi Santoso Eksportir

Infografis

Terkini