Trayek Angkutan Perintis Tetap Beroperasi hingga Akhir 2026, Kemenhub Perkuat Akses Wilayah 3TP
astakom.com, Jakarta – Akses transportasi bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, tertinggal, dan terpencil (3TP) dipastikan tetap aman hingga penghujung 2026. Di tengah berbagai informasi yang beredar, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan layanan angkutan perintis tidak dihentikan dan tetap beroperasi sesuai rencana.
Melansir dari keterangan tertulis Kementerian Perhubungan yang diterima astakom, kepastian tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga konektivitas nasional, terutama bagi daerah yang belum terlayani angkutan komersial. Layanan angkutan perintis dinilai bukan sekadar moda transportasi, tetapi juga menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga penggerak ekonomi daerah.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memastikan seluruh layanan angkutan perintis, mulai dari angkutan jalan, angkutan barang, hingga angkutan penyeberangan, akan tetap berjalan sampai akhir tahun. Kebijakan ini diharapkan membuat masyarakat di wilayah 3TP tetap mendapatkan akses transportasi yang terjangkau sekaligus menjaga aktivitas sosial dan ekonomi tetap bergerak.
Komitmen jaga Konektivitas wilayah 3TP
Melansir dari keterangan tertulis Kementerian Perhubungan yang diterima astakom, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menegaskan layanan angkutan perintis merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan akses transportasi bagi masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau.
"Layanan angkutan perintis merupakan bentuk kehadiran negara dalam menyediakan akses transportasi terjangkau bagi masyarakat, terutama masyarakat di wilayah 3TP. Kami memastikan semua layanan keperintisan tetap berjalan di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir tahun," tegas Aan dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (19/07/2026).
Menurut Aan, keberadaan angkutan perintis memiliki peran strategis karena mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, sekaligus membantu roda perekonomian di berbagai daerah yang belum terjangkau layanan transportasi komersial.
313 trayek bus dan 265 lintasan kapal tetap beroperasi
Sebagai bentuk dukungan terhadap konektivitas nasional, Ditjen Perhubungan Darat menetapkan penyelenggaraan 313 trayek angkutan jalan perintis yang tersebar di 32 provinsi. Layanan tersebut didukung 640 unit bus dengan alokasi anggaran mencapai Rp161,2 miliar, sebagaimana diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP-DRJD 5188 Tahun 2025.
"Pada tahun 2026 ini untuk angkutan jalan perintis, kami menyelenggarakan 313 trayek yang tersebar di 32 provinsi. Layanan angkutan jalan perintis didukung oleh 640 unit bus dengan alokasi anggaran Rp161,2 miliar," jelas Aan.
Selain itu, pemerintah juga tetap mengoperasikan angkutan penyeberangan perintis yang melayani 265 lintasan di 24 provinsi menggunakan sekitar 101 kapal. Layanan ini difokuskan untuk menghubungkan pulau-pulau serta wilayah yang belum memiliki layanan penyeberangan komersial agar konektivitas antarwilayah tetap terjaga.
"Angkutan penyeberangan perintis yang telah kami tetapkan pada tahun 2026 ini melayani 265 lintasan di 24 provinsi. Ada sekitar 101 kapal yang disediakan untuk menghubungkan dan memperkuat konektivitas antar pulau," kata Aan.
Kemenhub tegaskan layanan penyeberangan NTT tidak berhenti
Kemenhub juga meluruskan informasi yang berkembang mengenai layanan angkutan penyeberangan perintis di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah memastikan seluruh layanan di wilayah tersebut tetap berjalan sesuai rencana operasional tahun 2026.
"Layanan angkutan penyeberangan perintis di NTT masih tetap beroperasi hingga akhir tahun. Kami berkomitmen menjaga konektivitas masyarakat melalui angkutan perintis," ucap Aan.
Aan menjelaskan, khusus layanan penyeberangan perintis di NTT, pemerintah mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp27.999.545.000. Hingga saat ini, operasional layanan masih berlangsung sesuai jadwal untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses transportasi antarpulau.
Menutup keterangannya, Aan menegaskan pemerintah akan terus memantau penyelenggaraan angkutan perintis agar pelayanan di wilayah 3TP tetap berjalan optimal dan mampu menjaga kelancaran mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat.
"Kami terus memantau agar pelayanan angkutan perintis di wilayah 3TP tetap berjalan dengan semestinya. Dengan adanya layanan ini, kami berharap konektivitas antar wilayah dapat semakin terjaga, mobilitas masyarakat tetap lancar serta aktivitas ekonomi di daerah dapat terus berjalan," ujarnya.
Pada akhirnya, keberlanjutan layanan angkutan perintis bukan hanya soal menyediakan kendaraan atau kapal, tetapi juga memastikan masyarakat di pelosok Indonesia tetap terhubung dengan layanan dasar, pusat ekonomi, dan wilayah lainnya tanpa terputus. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Buat warga di wilayah 3TP, angkutan perintis itu ibarat lifeline yang bikin aktivitas tetap jalan. Selama konektivitas terjaga, akses pendidikan, kesehatan, logistik, sampai peluang ekonomi juga ikut terus bergerak.








