Usut Tuntas! P2MI Selidiki Kasus PMI Cianjur Pulang dari Libya

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 14 Juli 2026 | 16:32 WIB
Usut Tuntas! P2MI Selidiki Kasus PMI Cianjur Pulang dari Libya
Usut Tuntas! P2MI Selidiki Kasus PMI Cianjur Pulang dari Libya [Dok. KemenP2MI]

astakom.com, Jakarta – Sebelumnya, diberitakan oleh astakom.com sempat viral di jagat media sosial sebuah rekaman video yang memperlihatkan sosok yang diduga kuat sebagai AJ tengah menangis histeris. Dalam video tersebut, ia memohon bantuan langsung kepada Presiden RI dan Gubernur Jawa Barat agar bisa segera dipulangkan, dan merasa beban kerjanya di luar negeri sudah benar-benar melampaui batas kemampuan fisiknya.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, langsung bergerak cepat memastikan kalau pemerintah gak akan tinggal diam. Pihak kementerian bakal mengusut tuntas dugaan jaringan perekrutan nonprosedural ini, setelah mereka berhasil mengevakuasi dan memulangkan pekerja migran Indonesia asal Cianjur, Jawa Barat, bernama Ai Juariah, dari Libya.

Viral berujung evakuasi

Berdasarkan siaran pers resmi dari Kementerian P2MI di Jakarta, dilaporkan bahwa Ai Juariah telah tiba dengan selamat di Indonesia pada Minggu silam (12/07/2026). Langkah penyelamatan ini diambil setelah video pilu yang dikirimkannya dari Libya mendadak ramai di media sosial dan menjadi perhatian serius publik netizen.

Jerat jalur nonprosedural

Perempuan yang berusia 48 tahun asal Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur tersebut, diduga kuat berangkat ke Libya tanpa dokumen resmi atau nonprosedural. Alhasil, posisinya menjadi sangat rentan dan terjebak dalam situasi yang tidak menguntungkan saat menghadapi tumpukan persoalan di negara tujuan.

"Upaya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat sangat penting agar praktik penempatan pekerja migran secara nonprosedural dapat diberantas dan tidak kembali menimbulkan korban," tutur Mukhtarudin dikutip oleh astakom.com pada Selasa, (14/07/2026).

Selain fokus pada penegakan hukum, Mukhtarudin juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat luas agar tidak mudah tergiur oleh tawaran manis bekerja di luar negeri lewat jalur yang tidak resmi. Pasalnya, jalur ilegal seperti itu otomatis memutus akses proteksi hukum resmi dan layanan perlindungan dari negara ketika pekerja menghadapi masalah pelik di luar negeri.

"Kementerian P2MI akan terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan setiap pekerja migran Indonesia memperoleh pelindungan secara optimal pada setiap tahapan penempatan maupun saat menghadapi permasalahan di luar negeri," jelasnya.

Pemulihan dan hak korban

Setibanya di Tanah Air, Ai Juariah langsung mendapatkan pendampingan khusus dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat. Langkah awal ini dilakukan sebelum ia diantarkan kembali ke kampung halamannya untuk menjalani masa pemulihan psikologis bersama keluarga tercinta.

Mukhtarudin menegaskan kalau kementeriannya berkomitmen untuk terus mendampingi Ai Juariah dalam jangka panjang. Hal ini mencakup proses asesmen mendalam terhadap kondisi kesehatannya, memastikan seluruh hak-hak ekonominya sebagai pekerja migran terpenuhi, hingga mendukung program reintegrasi sosial dan ekonomi agar ia bisa kembali produktif di daerah asal.

Sinergi usut sindikat

Tak berhenti di situ, Kementerian P2MI segera berkoordinasi secara intensif dengan Desk Koordinasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), aparat penegak hukum, serta kementerian dan lembaga terkait guna melacak serta memutus rantai jaringan perekrutan ilegal yang beroperasi di dalam negeri.

Di akhir pernyataannya, Mukhtarudin memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi solid antarkementerian dan lembaga yang terlibat langsung dalam misi penyelamatan dan pelindungan pekerja migran hingga Ai Juariah berhasil mendarat di Indonesia.

"Keberhasilan pemulangan ini merupakan hasil kerja sama yang erat antara Kementerian P2MI, Kementerian Luar Negeri, KBRI Tripoli, serta kementerian dan lembaga terkait dalam memastikan pelindungan warga negara Indonesia yang menghadapi permasalahan di luar negeri," ucapnya.

"Di tengah situasi keamanan dan tantangan operasional di Libya, koordinasi yang solid menjadi kunci sehingga proses pelindungan dan pemulangan dapat berjalan dengan baik," sambungnya. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway 

Kasus ini jadi red flag keras buat kita semua biar gak gampang tergiur tawaran kerja instan ke luar negeri yang mencurigakan. Di era digital ini, viralitas video emang bisa jadi penyelamat darurat, tapi perlindungan hukum yang real cuma bisa didapat kalau kita berangkat lewat jalur resmi yang legal. Stay safe and do your research, guys!

Libya WNI P2MI KP2MI

Infografis

Terkini

Job Market Fair 2026 di Balikpapan

Pelamar kerja melakukan wawancara secara tatap muka di bursa kerja bertajuk Job Market Fair 2026 di BSCC Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (14/7/2026).

Footage 20:03 WIB