LPG Bersiap Digeser? Belum Tuntas CNG, ESDM Kini Dorong Kompor Listrik dengan Anggaran Segini!

Pewarta: Shintya
Editor: AR Purba
Selasa, 16 Juni 2026 | 18:19 WIB
LPG Bersiap Digeser? Belum Tuntas CNG, ESDM Kini Dorong Kompor Listrik dengan Anggaran Segini!
Gas LPG Mulai Digeser? Pemerintah Siapkan Kompor Listrik Rp815 Miliar (Astakom/str-Wahyu Majiah)

astakom.com, Jakarta - Dalam rangka mengurangi ketergantungan impor gas LPG, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan anggaran untuk pengadaan kompor listrik.

Hal ini juga dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong konversi penggunaan gas LPG di masyarakat. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bilang kalau kompor listrik generasi terbaru punya teknologi yang lebih efisien dan bisa digunakan oleh rumah tangga dengan kapasitas listrik terbatas.

Bahkan, kompor tersebut diklaim bisa digunakan oleh pelanggan dengan daya listrik 900 VA ke bawah, sehingga masyarakat di wilayah pedesaan dengan akses listrik rendah tetap bisa memanfaatkannya.

Model kompor listrik dirancang merakyat

"Sebagai tahap awal, karena ada beberapa model kompor listrik, yang sekarang kami minta itu di sekitar di bawah 900 kVA, supaya rakyat yang di daerah-daerah, di desa itu bisa pakai," kata Bahlil kepada wartawan, dikutip oleh astakom.com pada Selasa (16/06/2026).

Bahlil juga bilang kalau strategi ini diambil karena melihat tingginya ketergantungan Indonesia terhadap LPG impor yang mencapai sekitar 80 persen dari kebutuhan nasional.

Subsidi LPG tembus Rp80 triliun per tahun

Kondisi itu bikin devisa negara terus terkuras setiap tahun buat memenuhi kebutuhan energi rumah tangga. Selain membebani devisa, pemerintah juga harus mengalokasikan subsidi LPG dalam jumlah besar.

Bahlil bilang nilai subsidi LPG saat ini mencapai lebih dari Rp80 triliun per tahun. Dia menilai kalau kondisi itu terus berlangsung tanpa ada diversifikasi sumber energi, maka akan menjadi tantangan besar buat ketahanan energi nasional maupun keuangan negara.

Usulan anggaran 2027

Pada 2027, Bahlil usulkan anggaran Rp1,45 triliun buat program motor listrik dan kompor listrik dalam pagu indikatif Kementerian ESDM tahun depan.

Program motor listrik dapat alokasi sebesar Rp635,24 miliar, sementara program kompor listrik dapat anggaran lebih besar yaitu Rp815,56 miliar.

"Kompor listrik ini untuk mengurangi kebutuhan LPG, kita mencari untuk bauran energi lain," ungkap Bahlil. (Shnty/aNs/aRsp)

Gen Z Takeaway

Pemerintah mulai cari alternatif selain LPG impor lewat program kompor listrik low watt. Dengan teknologi baru, kompor ini diklaim cocok buat rumah tangga daya kecil hingga desa. Langkah ini jadi bagian strategi hemat devisa dan bikin energi Indonesia lebih sustainable ke depannya.

Kompor listrik Kementerian ESDM Impor LPG LPG

Infografis

Terkini