Heboh Akun IG Pers Mahasiswa: Postingannya Mengandung Isu Penyimpangan Gender, Cek Selengkapnya!

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: AR Purba
Senin, 15 Juni 2026 | 19:38 WIB
Heboh Akun IG Pers Mahasiswa: Postingannya Mengandung Isu Penyimpangan Gender, Cek Selengkapnya!
Akun IG Univ Negeri Ini Bikin Heboh! Karena Postingan Mengandung Isu Penyimpangan Gender, Cek Selengkapnya (Tangkapan Layar IG Suma UI)

astakom.com, Jakarta — Akun Instagram milik Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) mendadak menjadi sorotan publik setelah mengunggah sejumlah konten bertema Pride Month pada Juni 2026. 

Dalam unggahan tersebut, SUMA UI membahas isu diskriminasi terhadap kelompok LGBTQ+, kebebasan berekspresi, hingga nilai kemanusiaan yang dikaitkan dengan kehidupan sosial di Indonesia.

Konten itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan beragam respons. Sebagian pihak menilai pembahasan tersebut merupakan bagian dari diskusi hak asasi manusia yang layak dibicarakan di ruang akademik, sementara pihak lain mempertanyakan relevansi tema tersebut ketika dibawa oleh organisasi mahasiswa dari kampus negeri.

Polemik yang terus meluas akhirnya menarik perhatian alumni hingga pihak Universitas Indonesia. Di tengah derasnya perdebatan, kampus pun memberikan respons resmi dan melakukan evaluasi internal terhadap dinamika yang muncul setelah unggahan tersebut viral.

Angkat isu pride month dan LGBTQ+

Melalui unggahan yang dipublikasikan di akun Instagram resminya, SUMA UI mengangkat tema bertajuk "Menguji Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan". Dalam rangkaian konten tersebut, organisasi pers mahasiswa itu membahas berbagai persoalan yang disebut masih dihadapi kelompok LGBTQ+, mulai dari diskriminasi, stigma sosial, hingga pembatasan ruang berekspresi.

Salah satu unggahan menyebut:

"Pride Month diperingati sebagai momen untuk merayakan keberagaman. Namun, bagi banyak queer di Indonesia, keberanian untuk menjadi diri sendiri kerap berujung pada stigma."

SUMA UI juga menyoroti sejumlah kasus yang mereka nilai berkaitan dengan perlakuan diskriminatif terhadap kelompok queer di Indonesia. Narasi tersebut kemudian dikaitkan dengan pembahasan mengenai kemanusiaan, perlindungan hak warga negara, dan ruang aman bagi kelompok minoritas.

Tak lama setelah dipublikasikan, unggahan tersebut menyebar luas dan menjadi bahan diskusi di berbagai platform media sosial.

Ramai dikritik hingga disorot alumni

Perdebatan semakin meluas ketika unggahan SUMA UI mulai dibahas oleh berbagai akun media sosial dan forum daring. Sejumlah warganet mempertanyakan alasan organisasi mahasiswa dari kampus negeri mengangkat tema yang berkaitan dengan LGBTQ+.

Dalam unggahan akun Indonesia Insight Feed yang turut membahas polemik tersebut, disebutkan bahwa banyak warganet dan alumni menyayangkan langkah yang diambil SUMA UI.

"Banyak warganet bahkan alumni yang menyayangkan langkah UKM pers mahasiswa dari kampus negeri bergengsi sekelas Universitas Indonesia itu." Dikutip pada Senin, (15/6/2026).

Sejumlah alumni juga menilai organisasi mahasiswa perlu lebih memperhatikan konteks sosial yang berkembang di masyarakat ketika mengangkat isu yang masih menjadi perdebatan publik.

Meski demikian, tidak sedikit pula pihak yang memberikan dukungan kepada SUMA UI. Mereka berpendapat bahwa kebebasan pers dan kebebasan berpendapat merupakan bagian dari tradisi akademik yang selama ini dijunjung di lingkungan perguruan tinggi.

UI lakukan evaluasi internal

Ramainya polemik yang berkembang membuat Universitas Indonesia akhirnya memberikan penjelasan resmi. Kampus menegaskan bahwa unggahan yang dipublikasikan SUMA UI merupakan produk redaksional organisasi mahasiswa dan tidak mewakili sikap resmi Universitas Indonesia maupun seluruh sivitas akademika.

Melansir dari media nasional, Universitas Indonesia juga melakukan penelaahan dan evaluasi internal menyusul polemik unggahan SUMA UI terkait Pride Month yang menyinggung isu kekerasan terhadap kelompok LGBTQ+ di Indonesia.

Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas dinamika yang muncul di tengah masyarakat setelah unggahan itu viral.

"Pimpinan UI saat ini tengah melakukan penelaahan dan langkah-langkah evaluasi lebih lanjut secara internal," kata Erwin melansir dari media nasional pada Senin (15/6/2026).

Dalam penjelasannya, UI juga menegaskan bahwa isi unggahan tersebut merupakan pandangan redaksional organisasi mahasiswa yang bersangkutan.

Pihak kampus menyatakan tetap menghormati kebebasan berpendapat sebagai bagian dari kehidupan akademik. Namun, kebebasan tersebut perlu dijalankan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan etika, norma, serta ketentuan yang berlaku.

Respons resmi UI tersebut menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam polemik yang terus menjadi perbincangan publik sejak unggahan SUMA UI ramai dibahas di media sosial.

Setelah tim astakom.com cek unggahan dari akun suma ui sudah tidak menemukan postingan karena sudah dihapus dari pihak SUMA UI. (deA/aRsp)

Gen Z Takeaway

Kasus SUMA UI menunjukkan bagaimana satu unggahan di media sosial bisa berkembang menjadi perdebatan nasional ketika menyentuh isu yang sensitif. Di era digital, bukan hanya isi pesan yang menjadi perhatian, tetapi juga bagaimana publik, institusi, dan komunitas meresponsnya. Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, polemik ini memperlihatkan bahwa ruang digital kini menjadi arena diskusi yang mampu mempertemukan beragam sudut pandang dalam waktu yang sangat cepat.

BeritaViral berita viral Berita viral instagram Universitas Indonesia

Infografis

Terkini