PBB Said: Gaza Darurat Air Bersih, Kondisinya Jauh Dari Kata Layak!
astakom.com, Jakarta – Kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza saat ini benar-benar ada di level yang sangat mengkhawatirkan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan kalau total lebih dari 1,3 juta warga Palestina atau mencakup lebih dari separuh populasi Gaza kini cuma punya akses air kurang dari 6 liter per orang setiap harinya.
Angka ini fix jauh banget di bawah standar kebutuhan darurat internasional yang menetapkan minimal 15 liter air per orang per harinya. Mayoritas penduduk di sana masih harus berjuang tanpa akses yang layak terhadap air bersih, fasilitas sanitasi, maupun kebersihan dasar.
Minim pasokan air
Tak berhenti disitu, Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq, membeberkan kalau sekitar 700.000 warga Gaza lainnya juga berada dalam situasi yang sangat kritis terkait 9 liter air demi pasokan air rumah tangga.
"Sebanyak 700.000 orang lainnya hanya memiliki akses kurang dari 9 liter air untuk kebutuhan rumah tangga per orang per hari, sehingga menyulitkan mereka menjaga kebersihan, membersihkan rumah, dan memenuhi kebutuhan anak-anak," tutur Haq, dilansir dari Hurriyet News Daily, Rabu,(12/08/2026).
Minimnya pasokan air yang ekstrem ini membuat warga Gaza semakin kesusahan dalam memenuhi kebutuhan dasar harian mereka, terutama di tengah eskalasi kondisi kemanusiaan yang terus parah.
Isolasi di Tepi Barat
Selain krisis air di Gaza, PBB juga menyoroti aksi kekerasan yang terus berlanjut oleh pemukim Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Pada 9 Agustus lalu, para pemukim Israel mendirikan pos pemeriksaan di kawasan Nablus. Akibatnya, beberapa keluarga Palestina termasuk anak-anak terisolasi dan terputus total dari layanan penting, seperti akses kesehatan darurat.
Faskes terus diserang
Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kenaikan serangan terhadap fasilitas kesehatan di Gaza yang bener bener bikin miris.
Sepanjang bulan Juli saja, tercatat sedikitnya ada 37 serangan atas layanan kesehatan. Angka ini naik drastis jika dibandingkan dengan rata-rata awal tahun yang berada di kisaran 10 serangan per bulan.
Maraknya serangan ke fasilitas medis ini semakin memperparah penderitaan warga yang sebelumnya sudah hancur dalam menghadapi krisis air bersih dan sanitasi.
Solusi dua negara
Melihat situasi yang semakin kompleks dan memprihatinkan ini, PBB kembali menekankan posisi dan supportnya atas solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan keluar konflik Israel-Palestina.
PBB menilai kalau pihak Israel dan Palestina pada akhirnya tidak memiliki pilihan lain selain menemukan formulasi terbaik untuk bisa hidup berdampingan secara damai dan berdampingan di masa depan. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Krisis Gaza makin di luar nalar—bayangin 1,3 juta orang cuma bisa bertahan dengan kurang dari 6 liter air sehari (padahal standar darurat PBB minimal 15 liter), plus fasilitas medis yang makin gencar diserang. Ini bukan cuma soal kelangkaan sumber daya, tapi darurat kemanusiaan sistematis yang butuh aksi nyata dan perdamaian permanen lewat two-state solution, bukan sekadar simpati tanpa aksi.








