Kopdes Merah Putih Targetkan Barang Subsidi Dijual Lebih Murah, Suku Bunga Pembiayaan Maksimal 6%
astakom.com, Jakarta - Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diarahkan untuk bisa terjangkau oleh masyarakat terutama dari segi harga.
Baru-baru ini, Menteri Koperasi Ferry Julianto menghadiri rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR. Dalam raker itu, Ferry bilang akan melakukan pemangkasan 50 persen dari target pembangunan awal.
Dia melanjutkan kalau pemerintah bakal lebih fokus ke kualitas Kopdes Merah Putih yang beroperasi dengan beberapa indikator.
Termasuk kesanggupan gerai Kopdes Merah Putih buat ngejual barang dengan harga yang lebih murah, terutama buat barang-barang yang dapat subsidi dari negara.
“Yang subsidi seperti gas 3 kilogram, minyak, beras, pupuk. Itu harus lebih murah,” kata Ferry dikutip oleh astakom.com pada Sabtu (13/06/2026).
Suku bunga pembiayaan rendah
Selanjutnya, Ferry juga mengungkapkan kalau Kopdes Merah Putih juga harus bisa melakukan tugas sebagai lembaga keuangan mikro dengan suku bunga rendah.
Ferry bilang kalau suku bunga pembiayaan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto maksimalnya di 6 persen.
“Presiden sudah memberi arahan paling maksimal 6%,” katanya.
Target 40.000 unit
Dia juga membeberkan jumlah Kopdes Merah Putih yang udah beroperasi yaitu sebanyak 1.061 unit. Meskipun angkanya jauh di bawah target pembangunan yang ditetapkan, tetapi fasilitas bangunan yang udah selesai secara fisik yaitu 12.612 unit Kopdes Merah Putih.
Meski begitu, Ferry yakin sampai akhir tahun ini 2026, jumlahnya akan meningkat dan mencapai 40.000 unit. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Kopdes Merah Putih bakal lebih fokus quality over quantity dengan target pembangunan dipangkas 50%. Pemerintah mau koperasi desa ini jadi tempat warga dapetin barang subsidi lebih murah dan akses pembiayaan bunga rendah maksimal 6%. Saat ini baru 1.061 unit jalan, tapi targetnya tembus 40 ribu unit di akhir 2026.









