Rupiah Menguat ke Rp17.860 Jumat Sore, Ada “Angin Segar” dari Global dan Pertumbuhan Ekonomi RI di Q1
astakom.com, Jakarta - Kurs atau nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Jumat (12/6/2026) ditutup menguat. Rupiah naik sebanyak 12 poin atau sekitar 0,71 persen ke level Rp17.860 per USD.
Menguatnya rupiah ini disusul dengan sentimen dari dalam negeri atau domestik dan pengaruh eksternal atau situasi global saat ini.
Berdasarkan data yang dihimpun astakom.com, Ibrahim Assuaibi selaku pengamat Pasar Uang dan Komoditas bilang kalau salah satu pengaruh global yang turut memberikan sentimen yaitu Presiden AS Donald Trump yang ngecancle serangan ke Iran pada Kamis kemarin.
Disebutkan juga kalau diskusi dengan Iran udah ada kemajuan, bahkan kesepakatan damai yang akan membuka kembali Selat Hormuz buat jadi jalur pelayaran.
Inflasi di AS memberikan kekhawatiran
Selain itu, data ekonomi AS terbaru pada Kamis memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan inflasi di Amerika Serikat tetap tinggi.
Harga produsen naik lebih dari yang diperkirakan pada Mei. Diketahui situasi kenaikannya menjadi kenaikan tahunan terbesar dalam tiga setengah tahun ke belakang.
Hal ini juga disebut-sebut terkena pengaruh biaya energi yang lebih tinggi dan memengaruhi perekonomian.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi RI dari World Bank
Situasi yang terjadi di AS itu memicu para pedagang buat bertaruh soal Federal Reserve untuk bisa melanjutkan pengetatan kebijakan akhir tahun ini, dengan pasar memperkirakan sekitar 60 persen kemungkinan kenaikan suku bunga di akhir tahun, Desember.
Selanjutnya, di sentimen domestik, Bank Dunia (World Bank) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,0 persen pada 2026.
Proyeksi itu menunjukkan kinerja perekonomian Indonesia di kuartal satu lebih kuat dari perkiraan. Momentum positif itu mendorong pertumbuhan PDB sampai 5,6 persen year on year (YoY) atau secara tahunan pada kuartal 1-2026.
Konsumsi rumah tangga tinggi
Pencapaian itu menjadi pertumbuhan triwulan paling tinggi sejak kuartal II-2021. Diketahui, kuatnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi di awal tahun itu ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang menyumbang angka tertinggi.
Konsumsi rumah tangga itu turut terdongkrak karena momen Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, pembayaran THR pegawai negeri sipil yang dipercepat, juga akselerasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Rupiah berhasil menguat ke level Rp17.860 per USD karena dapat boost dari sentimen global dan ekonomi domestik. Redanya tensi AS-Iran bikin pasar lebih tenang, sementara pertumbuhan ekonomi RI yang solid kasih confidence tambahan. Intinya, rupiah lagi dapat momentum positif dari dua arah.









