Program Prioritas Presiden Prabowo Hasilkan Dampak Konkret: MBG-IFP Sukses Majukan Pendidikan Nasional

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 12 Juni 2026 | 11:44 WIB
Program Prioritas Presiden Prabowo Hasilkan Dampak Konkret: MBG-IFP Sukses Majukan Pendidikan Nasional
Keterangan pers Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti usai diterima Presiden Prabowo di Istana Merdeka [Dok. BPMI Setpres]

astakom.com, Jakarta — Langkah Presiden Prabowo Subianto dalam nge-up kualitas pendidikan nasional makin gak main-main.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pemerintah resmi nge-gas berbagai program prioritas yang berorientasi pada penguatan karakter sekaligus transformasi pembelajaran. Kolaborasi ini dirancang biar sistem pendidikan kita makin adaptif dan relevan sama tantangan zaman.

Salah satu yang jadi core memory dalam gebrakan ini adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gak cuma sekadar bagi-bagi konsumsi biar siswa gak lemas, program ini juga di-mix sama agenda penguatan karakter lewat framework keren bernama "7 Kebiasaan Indonesia Hebat".

“Kami tegaskan bahwa MBG ini merupakan bagian dari program kami, yaitu 7 Kebiasaan Indonesia Hebat. Bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat,” kata Abdul Mu’ti usai diterima Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada kemarin (11/06/2026).

Dampak positif program MBG

Biar gak sekadar wacana, Abdul Mu’ti juga sudah menyiapkan modul pendukung khusus supaya nilai-nilai disiplin dan kebersamaan bisa langsung ter-instal di keseharian para siswa.

Dampak positif program MBG ini ternyata bukan sekadar gimmick. Berdasarkan riset ilmiah dari beberapa lembaga top, termasuk Universitas Indonesia (UI), program ini sukses bikin motivasi belajar dan angka kehadiran siswa di sekolah langsung meroket.

“kami juga menyampaikan per 10 Juni sudah 80,7 persen murid yang sudah mendapatkan MBG. Jadi dari 53 juta sekian, 43 juta sekiannya sudah menerima MBG, dan mereka menyatakan MBG terus dilanjutkan karena dampaknya sangat positif, baik dalam hubungannya dengan tingkat kehadiran di sekolah, maupun dalam hubungannya dengan motivasi belajar, dan juga prestasi akademik,” ujar Abdul Mu’ti.

Efek dominonya pun berlanjut pada capaian akademik para siswa yang ikutan level up, membuktikan kalau pemenuhan gizi yang tepat memang punya impact besar buat performa otak anak muda.

Dampak positif penggunaan IFP

Gak cuma fokus di urusan gizi, pemerintah juga lagi flexing transformasi digital lewat pembagian Interactive Flat Panel (IFP). Sebanyak 288.865 unit perangkat layar sentuh interaktif super canggih ini sudah didistribusikan ke berbagai sekolah di penjuru Indonesia sepanjang tahun lalu. Langkah tech-savvy ini diambil biar vibe ruang kelas jadi lebih dinamis, interaktif, dan gak ngebosenin buat para murid.

Hasilnya pun langsung terasa di lapangan karena perangkat IFP ini terbukti bikin kualitas learning experience jadi jauh lebih seru.

Berbagai penelitian mengonfirmasi kalau pemanfaatan teknologi visual ini sukses memicu motivasi belajar siswa yang awalnya pasif jadi makin excited.

“Sekarang sudah digunakan dan sudah ada penelitian yang menunjukkan dampak IFP terhadap kualitas pembelajaran, dan juga terhadap motivasi belajar,” pungkas Abdul Mu’ti.

Komitmen pemerintah ini mempertegas komitmen mereka buat terus menghadirkan pendidikan berkualitas demi mencetak SDM unggul yang siap bersaing secara global. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Pemerintah mendorong peningkatan kualitas pendidikan lewat pendekatan yang menggabungkan penguatan karakter, pemenuhan gizi, dan transformasi digital. Program MBG serta pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) menunjukkan bahwa investasi pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga membangun kebiasaan positif, meningkatkan motivasi belajar, dan menyiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

Presiden Prabowo Prabowo Subianto MBG IFP

Infografis

Terkini