Riset Dewan Ekonomi Nasional: Kondisi Ekonomi Terkini RI Kuat, Ada Warning Sign di Semester II

Pewarta: Shintya
Editor: AR Purba
Rabu, 10 Juni 2026 | 19:03 WIB
Riset Dewan Ekonomi Nasional: Kondisi Ekonomi Terkini RI Kuat, Ada Warning Sign di Semester II
DEN Spill Kondisi Ekonomi RI: Kuat, Tapi Ada Warning buat Semester II [Tim Media Presiden]

astakom.com, Jakarta - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai kondisi fundamental ekonomi negara saat ini.

Secara blak-blakan, Mochamad Firman Hidayat selaku Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bilang kalau kondisi fundamental ekonomi Indonesia sekarang masih kuat, jauh lebih kuat dibandingkan saat krisis 1998.

"Kami dari Dewan Ekonomi Nasional memang menyampaikan kepada Bapak Presiden terkait dengan situasi ekonomi sekarang ya. Mungkin yang pertama yang kami sampaikan, kami sampaikan kepada Bapak Presiden bahwa fundamental ekonomi kita dalam kondisi yang baik gitu ya," kata Firman, dikutip oleh astakom.com pada Rabu (10/6/2026).

"Bahkan jauh dibandingkan dengan kondisi krisis 1998. Selain dari indikator-indikator makro seperti pertumbuhan yang masih tinggi, inflasi yang masih stabil. Salah satu yang kami highlight adalah neraca korporasi yang dalam posisi yang sangat sehat," tegasnya.

Tetap harus waspadai dampak ketidakpastian global

Meski begitu, dia menilai pemerintah perlu mewaspadai adanya ketidakpastian ekonomi global. DEN mengkaji kalau dampak perang ini diperkirakan bakal lebih lama dan tensinya lebih tinggi dari perkiraan awal DEN.

DEN juga bilang soal faktor perlemahan rupiah yang perlu diwaspadai pemerintah. Pasalnya perlemahan rupiah ini dibarengi sama naiknya harga energi global dan memicu kenaikan harga komoditas, dan mengkerek inflasi.

"Dampak perang ini kenaikan harga energi global dan kemudian pelemahan rupiah ini bisa berdampak kepada kenaikan biaya produksi dan distribusi," ungkapnya.

Inflasi masih 3 persen

Dia juga membeberkan data Indeks Harga Konsumen yang inflasinya masih berkisar 3 persen. Lalu, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) yang menghitung biaya produksi barang, inflasinya telah mencapai 5%-7%.

"Dan ini yang perlu diantisipasi nanti di semester kedua. Tapi saya kira pemerintah sudah mempersiapkan langkah-langkahnya," tegasnya.

Dapur MBG ikut ciptakan ekosistem ekonomi regional

Dalam pemberitaan astakom.com lainya, juga mengungkap gtemuan riset Dewan Ekonomi Nasional (DEN) terkait multiplier effect ekonomi regional dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata enggak cuma memperbaiki gizi, tapi juga sukses bikin ekosistem ekonomi lokal makin stonks!

Temuan survei Dewan EKonomi nasional (DEN) terbaru membuktikan visi besar program MBG yang tidak sekadar ngurusi perut rakyat. Implementasi Prabowonomics yang sempat digaungkan pengamat pada program tersebut betul-betul nyata. Sebaran dapur SPPG MBG didaerah sukses membentuk ekosistem ekonomi domestik yang terintegrasi dengan program nasional semisal MBG.

Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Septian Hario Seto, spill hasil survei independen yang menunjukkan kalau proyek ini berhasil menciptakan rantai pasok baru.

Gak tanggung-tanggung, hasil survei nunjukin sekitar 86,9 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tercatat sukses menggandeng minimal satu vendor berskala kecil buat ikutan ambil bagian. Program ini beneran jadi ladang cuan yang inklusif banget buat para pelaku usaha di daerah.

"Hasil pertama yang kami melihat positif adalah bahwa ada 86,9 persen dari SPPG yang ada saat ini, paling tidak memiliki satu suplier kecil," ungkap Seto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (09/06/2026).  (Shnty/aRsp)

Gen Z Takeaway

DEN bilang fundamental ekonomi Indonesia masih strong dan bahkan lebih solid dibanding masa krisis 1998. Tapi pemerintah tetap harus stay alert karena ketidakpastian global, perang, dan pelemahan rupiah berpotensi bikin biaya produksi naik. Risiko inflasi di semester kedua juga mulai masuk radar.

DEN Fundamental Ekonomi Nasional

Infografis

Terkini