Pasar Keuangan Berguncang 2 Negara Asia Timur Kena Serangan Capital Outflow

Pewarta: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 9 Juni 2026 | 13:32 WIB
Pasar Keuangan Berguncang 2 Negara Asia Timur Kena Serangan Capital Outflow
Pasar Keuangan Berguncang 2 Negara Asia Timur Kena Serangan Capital Outflow (ilustrasi saham pexels)

astakom.com, Jakarta - Pasar keuangan Jepang berada dalam tekanan pada perdagangan, kemarin (08/06/2026). Indeks Nikkei 225 anjlok dan mencatat penurunan harian terdalam dalam tiga bulan terakhir, sekaligus memperpanjang tren pelemahan mingguan yang dipicu aksi jual saham teknologi.

Di saat yang sama, yen Jepang melemah hingga bergerak di atas level 160 per dolar AS.Tekanan pasar dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran atas valuasi sektor teknologi dan kembali memanasnya konflik di Timur Tengah yang mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Aksi jual mendominasi saham-saham terkait semikonduktor. Indeks sempat merosot hingga 4,7 persen, atau 3.100 poin.

Dikutip dari tradingeconomics, Jepang (Nikkei 225 & JP225): Mengalami tren penurunan mingguan, sebagian didorong oleh aksi jual di sektor teknologi menyusul penyesuaian pasar global.

Indek KOSPI melemah

Bukan cuma Jepang yang lagi kena tekanan dan aksi jual, dikutip dari astakom.com sebelumnya di beberapa market negara kawasan Asia pekan ini melaporkan, pasar keuangan Korea Selatan juga saat ini lagi under pressure.

Diketahui Indeks saham utama Korea Selatan, KOSPI anjlok cukup dalam di perdagangan pagi ini. Hal ini diikuti juga dengan tren perlemahan nilai tukar won Korea Selatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan perdagangan hari kemarin, Senin (8/6/2026), KOSPI melemah ke angka 7.484,41 anjlok 8,29 persen dari perdagangan sebelumnya atau berkurang 676,18 sepanjang perdagangan hari kemarin.

Big Caps anjlok

Tekanan besar di bursa perdagangan Korea justru datang dari saham teknologi dan semikonduktor. Diketahui Big Caps chips Korea Selatan yakni Samsung Electronics dan SK Hynix, masing-masing turun tajam lebih dari 10 persen.

Tren itu justru diikuti sama sikap investor asing yang melakukan aksi jual, sekaligus memperpanjang net sell menjadi 21 sesi beruntun.

Selain itu, Won Korsel di akhir perdagangan Jumat pekan silam ( 05/06/2026),  ditutup melemah atau terdepresiasi 1.78 persen dalam sehari, sehingga mata uangnya ke level KRW1.559,08 per dolar AS. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Pasar Jepang dan Korea Selatan lagi sama-sama kena pressure gara-gara saham teknologi di-sell besar-besaran. Investor makin risk-off karena valuasi tech dianggap kemahalan plus tensi konflik Timur Tengah makin panas. Efeknya, indeks saham ambles, mata uang melemah, dan foreign investors pilih cabut dulu dari market.

bursa saham asia Capital outflow Nikkei KOSPI

Infografis

Terkini