Menkeu Purbaya Bidik Efisiensi Anggaran 10% dengan Membatasi BBM Subsidi untuk Desil 10

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:02 WIB
Menkeu Purbaya Bidik Efisiensi Anggaran 10% dengan Membatasi BBM Subsidi untuk Desil 10
Menkeu Purbaya Bidik Efisiensi Anggaran 10% dengan Membatasi BBM Subsidi untuk Desil 10 [astakom/M Syauqi Amrullah]

astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bilang kalau rencana pembatasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi khusus buat kelompok masyarakat dengan strata terkaya atau desil 10 bisa menghemat anggaran.

Menurutnya, pembatasan penyaluran BBM bersubsidi khusus buat desil 10 ini bisa menghemat anggaran subsidi energi sampai 10 persen.

Purbaya juga bilang kalau skema ini dirancang untuk memastikan alokasi subsidi negara tepat sasaran. Selain itu, langkah ini juga dilakukan untuk membatasi akses buat kelompok masyarakat dengan kategori mampu secara ekonomi.

“Enggak, (subsidi BBM) enggak diperketat. Cuma akan dipastikan nanti, yang saya tahu ya, supaya tepat sasaran. Mungkin akan coba nanti berapa bulan ke depan yang desil 10 kita batasin dulu," kata Purbaya setelah menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, dikutip astakom.com, pada Jumat (21/08/2026).

Penetapan alokasi subsidi energi

Fyi, pemerintah menetapkan alokasi subsidi energi sebesar Rp210,1 triliun atau setara 65,87 persen dari total Pagu Anggaran Subsidi dalam APBN 2026 yang senilai Rp318,9 triliun.

Selanjutnya, dikombinasikan dengan alokasi dana kompensasi, total anggaran ketahanan energi nasional mencapai Rp381,3 triliun. Adanya efisiensi anggaran ini, Menkeu memproyeksikan penghematan subsidi BBM sampe 10 persen.

"Nanti ada penghematan (anggaran) tapi kita masih hitung. Kira-kira ya sepersepuluhnya kalau saya enggak salah. Ambil flat-nya sepersepuluh,” ungkapnya.

Penyaluran Pertalite

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bilang soal wacana pembatasan distribusi BBM jenis Pertalite buat kelompok desil 9 dan 10 masih terus digodok pemerintah.

Selama proses pengkajian ulang terus berlangsung, penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite di masyarakat tetap mengacu pada mekanisme yang selama ini sudah berjalan.

“Pembatasan Pertalite masih di dalam pembahasan ya,” kata Bahlil, beberapa waktu lalu, dikutip astakom.com pada Jumat (21/8/2026).

Batasan kuota pembelian harian Pertalite

Dengan belum ditetapkannya putusan resmi terbaru, Bahlil menyebutkan batasan kuota pembelian harian Pertalite masih ada di angka 200 liter per hari buat angkutan bus dan truk.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat pribadi atau mobil pribadi, pembelian Pertalite dibatasi di 50 liter per hari.

Menteri ESDM mengimbau supaya kesadaran masyarakat kalangan atas terus ditingkatkan supaya nggak memanfaatkan fasilitas subsidi yang diperuntukkan buat warga yang kurang mampu.

“Yang sudah kaya-kaya, yang sudah mampu itu jangan mengambil hak rakyat, lah. Subsidi itu ya untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” ungkap Bahlil. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Pemerintah lagi ngebut bikin subsidi BBM lebih tepat sasaran. Menkeu Purbaya bilang pembatasan BBM subsidi untuk kelompok terkaya atau desil 10 berpotensi menghemat anggaran sekitar 10%, sementara wacana pembatasan Pertalite untuk desil 9–10 masih digodok. Untuk sekarang, aturan pembelian masih sama: mobil pribadi maksimal 50 liter per hari, sedangkan bus dan truk 200 liter per hari. Intinya, subsidi mau difokuskan ke masyarakat yang memang berhak, bukan yang secara ekonomi sudah mampu.

BBM Subsidi desil 9 dan 10 Efisiensi BBM Efisiensi Anggaran menkeu purbaya

Infografis

Terkini