Presiden Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Jangan Mental Breakdown Kalau Diejek, Tetap Slay dan Sopan!
astakom.com, Jakarta – Suasana ruang kelas Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, mendadak senyap. Di depan kelas, Gede Bagus Abimanyu, seorang siswa dari keluarga sederhana, berdiri dengan suara bergetar di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto kemarin (07/06/2026).
Dikutip dari laman resmi Kemensos, diberitakan bahwa Bagus, yang masa kecilnya sempat hancur dan trauma akibat perundungan (bullying) hingga putus sekolah, kini berdiri tegak sebagai Duta Anti-Perundungan di sekolahnya. Mendengar kisah pilu sekaligus bangkitnya bocah tersebut, Presiden Prabowo tak kuasa menahan haru. Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus itu beranjak dari kursinya, melangkah maju, lalu mendekap erat pundak Bagus.
"Jangankan kamu, saya juga sering diejek. Sampai sekarang, Presiden pun sering diejek," kelakar Presiden Prabowo, mencairkan suasana yang sempat emosional, disusul tawa renyah para siswa dan orang tua yang hadir.
Namun, nada bicara Kepala Negara langsung berubah serius saat memberikan wejangan. Bagi Presiden Prabowo, kunci menghadapi cercaan bukanlah dendam, melainkan keteguhan mental.
"Yang penting hatimu teguh, hati kita baik. Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun. Semakin dihina, semakin kau teguh, semakin berani, semakin sopan," tegas Presiden di hadapan ratusan siswa.
Memutus rantai trauma di Sekolah Rakyat
Kedatangan Presiden Prabowo ke SRMP 17 Tabanan sekitar pukul 11.40 WITA, dengan didampingi Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, awalnya disambut meriah oleh hentakan yel-yel, fragmen tari kecak, hingga pidato berbahasa Inggris dari para siswa.
Namun, dialog interaktif dengan warga justru menyingkap sisi humanis program Sekolah Rakyat. Ibu Abimanyu, seorang buruh penatu yang membesarkan anaknya sendirian sejak sang suami tiada, tak menyangka anaknya bisa berbicara langsung dengan orang nomor satu di Indonesia.
Presiden Prabowo pun mengaku bangga dengan perkembangan Sekolah Rakyat yang mampu mengubah korban trauma perundungan menjadi sosok yang percaya diri. "Saya gembira melihat perkembangan Sekolah Rakyat. Tentunya usaha masih sangat besar, karena yang butuh sekolah ini ternyata banyak," ujar Presiden Prabowo.
Sanksi tegas menanti pelaku pelanggaran
Melonjaknya minat masyarakat urban dan kelompok rentan terhadap Sekolah Rakyat dibenarkan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Saat ini, Kementerian Sosial tengah mengebut pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di 93 titik di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Karangasem, Bali.
Di SRMP 17 Tabanan saja, kuota yang dialokasikan untuk 270 siswa baru justru diserbu oleh lebih dari 400 pendaftar.
Kendati kapasitas sekolah terus digenjot, Gus Ipul yang didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memberikan peringatan keras demi menjaga ekosistem belajar yang aman. Ada "Tiga Dosa Besar" yang haram hukumnya terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat: perundungan, kekerasan fisik/seksual, dan intoleransi.
"Ini dilarang keras! Pelakunya akan kita tindak tegas, dan pada saat itu pula akan langsung kita berhentikan," pungkas Gus Ipul.
Di akhir kunjungannya, Presiden Prabowo kembali menitipkan pesan agar keterbatasan ekonomi tidak membuat anak-anak minder. Beliau meminta para siswa tetap menghormati orang tua dan guru sebagai kunci utama meraih kesuksesan. (ACwan/aNs)
Gen Z Takeaway
Fix no debat, Pak Prabowo sama Gus Ipul lagi cooking lingkungan sekolah yang bebas dari toxic positivity dan bullying. Intinya, kalau lu dihujat atau dikata-katain orang, gak usah langsung mental breakdown atau bales pake emosi—tetep slay, tunjukkin attitude berkelas, dan bales pake kesopanan. Stay rent-free di otak haters sambil fokus upgrade diri, karena berbakti sama ortu dan guru itu kunci utama biar hidup lu gak flop!









