Kemenpar Bawa Agen Wisata Dunia Jelajah Destinasi Beyond Bali, Dorong Paket Wisata Baru ke Pasar Global

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 2 Juni 2026 | 16:41 WIB
Kemenpar Bawa Agen Wisata Dunia Jelajah Destinasi Beyond Bali, Dorong Paket Wisata Baru ke Pasar Global
Kemenpar Bawa Agen Wisata Dunia Menjelajah Destinasi Beyond Bali, Dorong Paket Wisata Baru ke Pasar Internasional (Kemenpar)

astakom.com, Jakarta — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperluas promosi destinasi wisata Indonesia di pasar global dengan memperkenalkan lebih banyak pilihan tujuan wisata di luar Bali. Langkah tersebut dilakukan melalui program Mega FAM Trip 2026 yang melibatkan agen perjalanan dari berbagai negara untuk merasakan langsung pengalaman berwisata di sejumlah destinasi unggulan Tanah Air.

Melansir dari siaran pers Kemenpar pada Selasa (02/06/2026), sebanyak 22 agen perjalanan dari enam negara mengikuti program bertajuk #GoBeyondOrdinary yang berlangsung pada 22–27 Mei 2026.

Mereka diajak mengunjungi sejumlah destinasi prioritas, mulai dari Sumatera Utara, Tanjung Puting di Kalimantan Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap promosi pariwisata Indonesia tidak hanya terpusat pada Bali, tetapi juga mampu mendorong lahirnya paket-paket wisata baru yang memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan gastronomi dari berbagai daerah kepada wisatawan mancanegara.

Kenalkan destinasi unggulan di luar Bali

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan Mega FAM Trip 2026 dirancang untuk memperlihatkan keragaman destinasi Indonesia yang memiliki daya saing di pasar internasional.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa selain Bali, Indonesia memiliki banyak destinasi unggulan yang menawarkan pengalaman wisata berkualitas dan siap dipromosikan kepada pasar internasional,” kata Made di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026. Setelah mengunjungi berbagai destinasi, para peserta melanjutkan agenda di Bali untuk mengikuti pertemuan bisnis dan penjajakan kerja sama dengan pelaku industri pariwisata nasional dalam ajang BBTF pada 28–30 Mei 2026.

Peserta yang berasal dari Jerman, Rusia, Belanda, Amerika Serikat, Afrika Selatan, dan Mozambik mengikuti program destination immersion guna mengenal lebih dekat potensi wisata yang dapat dipasarkan kepada wisatawan di negara masing-masing.

Dorong pariwisata berkualitas

Mengusung tema #GoBeyondOrdinary, program ini tidak hanya menawarkan kunjungan ke objek wisata, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih mendalam melalui interaksi dengan budaya lokal, tradisi masyarakat, hingga kekayaan kuliner khas daerah.

Made mengatakan pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan konsep quality tourism yang saat ini menjadi salah satu fokus pengembangan sektor pariwisata nasional.

“Melalui program ini kami juga memperkenalkan konsep quality tourism, yaitu pariwisata yang memberikan nilai tambah, berdampak positif bagi masyarakat, dan berkelanjutan bagi destinasi,” ujarnya.

Selain wisata budaya dan alam, peserta juga diperkenalkan pada berbagai produk wisata unggulan Indonesia, seperti wisata gastronomi, wellness tourism, dan wisata bahari yang dinilai memiliki peluang besar untuk menarik wisatawan dengan minat khusus.

Pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan Kemenpar yang dalam beberapa tahun terakhir menitikberatkan pengembangan pariwisata berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar destinasi wisata.

Bangun jejaring bisnis global

Kemenpar menggandeng berbagai pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Mega FAM Trip 2026, mulai dari perwakilan Indonesia di luar negeri, pemerintah daerah, maskapai penerbangan, pelaku usaha perjalanan wisata, hingga industri perhotelan dan pengelola atraksi wisata.

“Kolaborasi ini melibatkan kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, pemerintah daerah, industri perhotelan, agen perjalanan wisata, restoran, pengelola atraksi wisata, maskapai penerbangan, hingga penyelenggara kegiatan. Sinergi tersebut menjadi kunci dalam menghadirkan pengalaman terbaik bagi para peserta,” kata Made.

Dukungan juga datang dari sejumlah perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, pemerintah daerah, serta mitra industri yang membantu pelaksanaan program di berbagai destinasi.

Melalui integrasi Mega FAM Trip dengan BBTF 2026, Kemenpar berharap tercipta lebih banyak kerja sama bisnis dan paket wisata baru yang mampu memperluas promosi destinasi Indonesia di pasar internasional, khususnya destinasi beyond Bali.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan eksposur destinasi Indonesia di pasar internasional, tetapi juga memperkuat jejaring bisnis yang berkelanjutan antara industri pariwisata Indonesia dengan mitra perjalanan global,” ujar Made. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Indonesia punya banyak destinasi kelas dunia yang belum sepopuler Bali. Lewat Mega FAM Trip 2026, agen perjalanan dari berbagai negara diajak melihat langsung potensi wisata dari Danau Toba, Tanjung Puting, Yogyakarta, hingga Lombok. Harapannya, semakin banyak wisatawan mancanegara yang datang ke berbagai daerah di Indonesia, sehingga manfaat ekonomi pariwisata bisa dirasakan lebih merata oleh masyarakat lokal.

Pariwisata Pariwisata Bali Wisata pasar global Kemenpar GoBeyondOrdinary

Infografis

Terkini