Lubang Menganga di Jalan Daerah Lenteng Agung, Petugas Tutup dengan Pelat Besi buat Urai Kemacetan
astakom.com, Jakarta — Akses utama Jalan Raya Lenteng Agung arah Depok akhirnya mulai dicarikan solusi setelah sempat bikin para pelaju overthinking massal.
Sebuah lubang menganga akibat jalan ambles di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, mulai ditutup sementara menggunakan kombinasi timbunan tanah, batu, dan pelat besi pada Jumat (29/5/2026) siang.
Langkah taktis ini diambil demi menyelamatkan para pengendara dari jebakan macet yang mengular sejak pagi.
Petugas di lapangan gercep melakukan penutupan secara bertahap demi meminimalkan bottleneck alias penyempitan lajur yang menjadi biang kerok kepadatan lalu lintas.
Penutupan sementara dengan pelat besi
Pantauan astakom.com dari laporan Pemerintah Kota Jakarta Selatan, skema penanganan darurat dilakukan dengan mengisi rongga jalan menggunakan tanah dan batu hingga pelat besi tebal yang disusun agar aman dilintasi.
Seiring progres penutupan sementara yang makin *visible*, pembatas jalan dan garis polisi yang sebelumnya memblokade area kini mulai digeser oleh petugas.
"Sekarang diurug dulu, supaya mengurai kemacetan,” kata Kepala Satuan Pelaksana Dinas Sumber Daya Air Jagakarsa, Sartono, saat ditemui di lokasi, dilansir dari laman berita nasional, Jumat (29/5/2026).
Alhasil, ruang bagi kendaraan yang melintas kini menjadi lebih luas dan melegakan, sekaligus menyudahi macet bagi para pekerja urban yang setiap hari mengandalkan rute penghubung Jakarta-Depok tersebut.
Sebelumnya jalan lebih sempit dan padat
Sebelum penanganan darurat ini dieksekusi, situasi di lokasi sempat berada di fase ruwet karena ruas jalan arah Depok hanya menyisakan satu lajur yang bisa digunakan.
Kondisi tersebut otomatis memicu antrean kendaraan yang mengular panjang dan membuat arus lalu lintas tersendat total karena volume kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang tersisa.
Kerusakan saluran air jadi penyebabnya
Sartono juga spill mengenai penyebab utama lubang besar pada jalan ini, yang ternyata dipicu oleh kerusakan struktural pada saluran air di bawah badan jalan.
Menurut pantauannya, beton gorong-gorong tersebut sudah keropos dimakan usia hingga memicu tanah di atasnya ambles, dan sebagai langkah jangka panjang, pihak dinas akan segera memasang box culvert baru sepanjang dua meter demi memastikan pondasi jalan kembali kokoh.
"Ternyata penyebabnya itu ada crossing dengan gorong ukuran 3 meter kurang lebih ya,” tutur Sartono.{aLf/aRsp)








