Jangan Sekadar Viral, Ternyata Hoaks! Deretan Cek Fakta yang di Tuduhkan ke Presiden Prabowo
astakom.com, Jakarta — Belakangan ini, jagat media sosial lagi sering banget diacak-acak sama narasi ngawur yang menyerang Presiden Prabowo Subianto. Mulai dari narasi yang ngasal, sampai rumor politik yang bener-bener gak ada dasarnya, semuanya sengaja digoreng buat bikin netizen kegoncangan.
Gak mau kan kita terus-terusan kemakan gimmick politik yang merugikan ini? Nah, biar kalian gak gampang FOMO (Fear of Missing Out) dan langsung nge-share info yang ternyata zonk, redaksi astakom.com lewat artikel ini bakal ngebongkar habis-habisan fakta di balik deretan hoaks yang sempat viral tersebut.
Berdasarkan data yang di validasi redaksi astakom.com, spill the tea dan bedah satu per satu mana yang beneran realita dan mana yang cuma settingan demi kepentingan segelintir oknum.
Isu sapi kurban Presiden Prabowo
Hoaks:
Sapi kurban pribadi Presiden Prabowo dibayar pakai APBN, dan diberi label pilox "Prabowo" di badan sapi.
Faktanya:
Sapi yang dibagikan merupakan "Bantuan Kemasyarakatan Presiden Berupa Sapi", yang telah dianggarkan dalam APBN sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Program ini bukan sapi pribadi Presiden dan bukan dibeli khusus untuk kepentingan pribadi. Selain itu, Tidak ada penandaan pilox bertuliskan "Prabowo" pada tubuh sapi.
Isu pelemahan rupiah
Hoaks:
Kurs rupiah terhadap dollar sudah hampir Rp 18.000, Presiden tidak paham apa yang harus dilakukan.
Faktanya:
Sudah 20 tahun terakhir, kurs Rupiah terhadap Dollar turun 2-7% setiap tahun. Hal ini karena setiap tahun terjadi net outflow of national wealth, mengalir keluranya kekayaan Indonesia ke luar negeri.
Inilah yang sedang dikoreksi oleh Presiden Prabowo dengan:
- Aturan ekspor Sumber Daya Alam satu pintu
- Aturan pemanfaatan Devisa Hasil Ekspor (DHE)
- Peningkatan investasi dalam negeri oleh Danantara
Isu IHSG (Pasar Modal)
Hoaks:
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) jeblok, Presiden tidak paham apa yang harus dilakukan.
Faktanya:
IHSG meraih all time high di era Presiden Prabowo, naik ke level 9.100 dari saat pelantikan 7.700 (naik 18%).
Namun kenaikan ini artifisial, sebagian besar karena saham gorengan, yang dimungkinkan oleh aturan transparasi kepemilikan saham di pasar modal Indonesia yang belum sesuai standar global.
Karena itu Presiden Prabowo mendorong reformasi pasar modal in line dengan rekomendasi MSCI agar nilai saham perusahaan-perusahaan Indonesia di pasar modal Indonesia sesuai fundamentalnya.
Isu Indonesia jual beras harga murah ke Malaysia
Hoaks:
Heboh berseliweran di berbagai platform media sosial, isu soal Indonesia jual beras murah ke Malaysia. Bahkan narasinya langsung bikin publik panas kayak "rakyat beli beras Rp14 ribu-Rp15 ribuan per kilogram, tapi negara lain disebut bisa dapat beras Indonesia di bawah Rp10 ribu/kg".
Faktanya:
Sampai sekarang ekspor beras Indonesia ke Malaysia masih tahap negosiasi dan belum ada kesepakatan final. Pemerintah lewat Perum Bulog justru sedang mempertahankan harga supaya beras premium Indonesia nggak dijual terlalu murah di pasar internasional. (aLf/aRsp)









