Seskab Teddy: Hasil Diplomasi Luar Negeri Presiden Prabowo Selama 1,5 Tahun Berbuah Capaian Konkret!

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: AR Purba
Selasa, 2 Juni 2026 | 15:12 WIB
Seskab Teddy: Hasil Diplomasi Luar Negeri Presiden Prabowo Selama 1,5 Tahun Berbuah Capaian Konkret!
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan terkait isu-isu terkini, di Jakarta [Dok. Instagram @sekretariat.kabinet]

astakom.com, Jakarta — Diplomasi luar negeri Presiden Prabowo Subianto selama 1,5 tahun terakhir bener-bener no counter.

Sekretaris Kabinet (Seskab)Teddy Indra Wijaya baru-baru ini nge-spill serangkaian capaian konkret dari kunjungan kerja internasional RI yang sukses besar ngamanin kepentingan nasional.

"Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini," ungkap Teddy dalam keterangannya, dilansir dari Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Selasa (02/06/2026).

Nggak cuma sekadar networking, manuver politik ini sukses bawa pulang hasil nyata yang langsung berdampak ke masyarakat.

Capaian besar Presiden Prabowo

Salah satu yang paling epic adalah langkah Indonesia yang resmi join ke BRICS. Strategi ini terbukti ampuh jadi tameng ekonomi nasional, bikin stok bbm aman terkendali sekaligus menjaga harga BBM subsidi tetap stabil dan friendly di kantong, meskipun situasi geopolitik global lagi chaos banget.

Ditambah lagi, Indonesia sukses dapat privilege tarif 0 persen untuk ekspor ke 25 negara Uni Eropa sejak 2025 kemarin, yang otomatis bikin produk lokal makin slay di pasar internasional.

Sektor ekonomi juga lagi growth parah dan memicu flexing data yang positif. Berdasarkan report dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total investasi yang masuk ke Indonesia selama 1,5 tahun ini sukses menyentuh angka fantastis Rp2.430 triliun.Angka ini makin meroket setelah lawatan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan bulan lalu berhasil secure komitmen investasi tambahan senilai Rp575 triliun. Sebuah pencapaian yang bener-bener menyala.

Enggak kalah menyala, sektor pertahanan Indonesia juga dapet upgrade besar-besaran biar makin strong. Lewat kerja sama taktis multilateral dengan negara-negara powerhouse kayak Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, hingga Inggris, pemerintah kini berhasil mengamankan sistem alutsista yang tangguh. Selain itu, urusan haji juga dibikin makin seamless dan minim hambatan berkat kemitraan strategis dengan Arab Saudi, yang bahkan membuahkan kepemilikan perkampungan haji khusus untuk jamaah Indonesia.

Terakhir, aksi solidaritas kemanusiaan Indonesia untuk Palestina juga dinilai bener-bener real. Peran aktif ini diwujudkan lewat aksi nyata yang langsung impactful, mulai dari pengiriman bantuan logistik jalur udara, pengerahan kapal rumah sakit, hingga pemberian beasiswa penuh bagi mahasiswa Palestina untuk kuliah di Indonesia.

Pentingnya diplomasi ke berbagai negara

Bukan sekadar jalan-jalan formalitas, Teddy menjelaskan kalau agenda international relations ini punya vibe yang krusial banget buat membangun kedekatan chemistry antarpemimpin dunia.

Langkah diplomasi ini jadi tameng penting Indonesia biar nggak kena impact negatif dari dinamika global yang lagi chaos, mulai dari konflik Ukraina sampai krisis Timur Tengah.

"Setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antarpemimpin dunia dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan, tidak. Kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan dan begitu pula sebaliknya," kata Teddy. (aLf/arsp/aNs)

Gen Z Takeaway

Diplomasi luar negeri bukan sekadar seremonial, tetapi strategi untuk mengamankan kepentingan nasional. Pemerintah menilai berbagai kerja sama yang terjalin dalam 1,5 tahun terakhir telah membuka peluang investasi, memperluas akses pasar ekspor, serta memperkuat posisi Indonesia di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya Presiden Prabowo Prabowo Subianto

Infografis

Terkini