Seskab Teddy: Kelebihan Biaya Tambahan Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Pakai Duit Pribadi, Bukan APBN!

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 2 Juni 2026 | 16:31 WIB
Seskab Teddy: Kelebihan Biaya Tambahan Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Pakai Duit Pribadi, Bukan APBN!
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan terkait isu-isu terkini, di Jakarta, Senin (1/6/2026). [Dok. Instagram @sekretariat.kabinet]

astakom.com, JakartaSekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya langsung gerak cepat (gercep) meluruskan isu miring netizen terkait anggaran kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Pihak Istana menegaskan bahwa semua biaya tambahan dalam business trip tersebut ditanggung secara pribadi oleh Kepala Negara, alias pakai duit sendiri, bukan bebanin APBN negara.

Langkah ini diambil buat merespons sekaligus mengapresiasi concern mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, yang sempat bikin konten di media sosial soal kekhawatirannya terhadap pembengkakan anggaran negara.

"Masalah biaya di luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi, segala kelebihan biaya (biaya tambahan) dari yang telah dianggarkan oleh negara itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," ungkap Teddy dalam keterangannya, dilansir dari Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Selasa (02/06/2026).

Rombongan yang ikut juga diefisiensikan

Seskab Teddy memastikan Istana tetap lowkey dan efisien karena jumlah rombongan yang ikut kali ini justru sudah dipangkas habis-habisan dibanding era sebelumnya.

"Jadi, kalau dulu, itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal," terang Teddy.

Jalin diplomasi ke berbagai negara

Bukan sekadar jalan-jalan formalitas, Teddy menjelaskan kalau agenda international relations ini punya vibe yang krusial banget buat membangun kedekatan chemistry antarpemimpin dunia.

Langkah diplomasi ini jadi tameng penting Indonesia biar nggak kena impact negatif dari dinamika global yang lagi chaos, mulai dari konflik Ukraina sampai krisis Timur Tengah.

"Setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antarpemimpin dunia dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan, tidak. Kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan dan begitu pula sebaliknya," kata Teddy.

Hasil konkret kunjungan Presiden Prabowo

Menariknya, hasil dari kunjungan luar negeri ini membawa dampak yang beneran riil dan impactful buat masyarakat.

Berkat hubungan bilateral yang solid, stok BBM nasional dipastikan tetap aman, harga subsidi BBM nggak bakal ikutan naik, dan ketahanan pangan dalam negeri pun ikut terjaga dengan aman.

Nggak cuma itu, pemerintah juga lagi on track mengawal perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang ditargetkan mulai berlaku pada 2027.

Skema ini bakal jadi game changer karena komoditas utama Indonesia bakal dapat akses tarif nol persen di pasar Eropa. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Klarifikasi Istana menegaskan biaya tambahan kunjungan luar negeri Presiden Prabowo ditanggung pribadi dan rombongan dibuat lebih efisien. Pemerintah menilai diplomasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya menjaga kepentingan nasional, dari stabilitas energi dan pangan hingga membuka peluang ekspor lebih luas ke pasar Eropa.

Presiden Prabowo Prabowo Subianto Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya

Infografis

Terkini