Menanti Sihir Generasi Baru Brasil di Piala Dunia 2026

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 31 Mei 2026 | 09:24 WIB
Menanti Sihir Generasi Baru Brasil di Piala Dunia 2026
Pelatih Timnas Brazil Carlo Ancelotti memimpin sesi latihan Selecao jelang Piala Dunia 2026. [CBF].

astakom.com, Jakarta — Berbicara tentang Piala Dunia adalah berbicara tentang Brasil. Sebagai satu-satunya pemilik lima bintang di dada, Selecao selalu berangkat dengan status favorit utama. Sejarah mereka adalah cetak biru keindahan sepak bola, yang diukir oleh para seniman lapangan hijau mulai dari Pele, Garrincha, Ronaldo Nazario, hingga Ronaldinho.

Namun, romansa masa lalu tidak bisa memenangkan trofi di era modern. Sudah hampir seperempat abad Brasil kering gelar juara dunia sejak terakhir kali merajainya pada 2002.

Turnamen di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tahun ini bukan sekadar panggung berburu trofi bagi Brasil, melainkan sebuah misi penebusan dosa dari rentetan trauma masa lalu.

Memutus rantai trauma dua dekade

Jika menengok ke belakang, perjalanan Brasil di beberapa edisi terakhir Piala Dunia lebih sering diwarnai air mata ketimbang pesta. Publik sepak bola tentu belum lupa horor semifinal 2014 di rumah sendiri, saat Jerman menghancurkan harkat dan martabat Brasil lewat kekalahan memalukan 1-7 di Belo Horizonte.

Setelah itu, langkah Brasil selalu mentok akibat keangkuhan mereka sendiri. Di Rusia 2018, langkah tangguh mereka dihentikan Belgia di perempat final. Empat tahun berselang di Qatar 2022, giliran Kroasia yang mendepak mereka lewat drama adu penalti yang menyakitkan, lagi-lagi di babak delapan besar.

Bahkan langkah Brasil menuju putaran final 2026 lewat kualifikasi CONMEBOL sempat terseok-seok dan jauh dari kata meyakinkan. Beruntung, magis turnamen selalu berbeda. Berada di Grup C bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia, di atas kertas anak-anak asuh Dorival Junior diprediksi bisa melenggang mulus ke fase gugur, sekaligus menjadi ujian awal untuk mengukur sejauh mana kedalaman skuad mereka.

Kemewahan skuad: harmoni senioritas dan darah muda

Kekuatan utama Brasil tahun ini terletak pada komposisi skuad yang sangat seimbang di setiap lini. Di sektor penjaga gawang, persaingan dua kiper terbaik Liga Inggris, Alisson Becker dan Ederson Moraes, menjamin tembok pertahanan Brasil adalah salah satu yang paling sulit ditembus di dunia.

Lini belakang akan dikomandoi oleh pengalaman Marquinhos dan Gabriel Magalhaes di jantung pertahanan. Sektor bek sayap, yang sempat menjadi titik lemah pasca-era Dani Alves dan Marcelo, kini mengandalkan kedisiplinan Wesley di sisi kanan serta kematangan Alex Sandro yang membawa stabilitas dari Flamengo di sisi kiri.

Sementara itu, poros ganda lini tengah akan menjadi milik Bruno Guimaraes dan sang jenderal senior, Casemiro. Keberadaan mereka berdua menjadi kunci vital untuk memutus aliran serangan lawan sekaligus menjaga ritme permainan.

Sektor paling mengerikan jelas ada di lini serang. Tanpa perlu bergantung lagi pada satu sosok, Brasil kini memiliki trio maut yang siap meneror bek lawan: Vinicius Jr yang berada di puncak performa eropanya, pergerakan dinamis Matheus Cunha, serta kreativitas tanpa batas dari Raphinha. Kombinasi ini menjanjikan kembalinya Joga Bonito yang efektif, tajam, dan mematikan.

Prediksi starting XI Brasil (4-2-3-1): Alisson; Wesley, Gabriel, Marquinhos, Alex Sandro; Guimaraes, Casemiro; Raphinha, Endrick, Vinicius Jr; Cunha. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway

Skuad Brasil buat World Cup 2026 ini bawa misi healing dari trauma masa lalu setelah dua dekade zonk terus di babak krusial. Meskipun pas kualifikasi kemarin sempat agak loss dan terseok-seok, tahun ini Selecao di bawah asuhan Dorival Junior siap slay di Grup C bareng Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Lini serangnya gak usah ditanya, udah full bintang diisi Vinicius Jr, Cunha, ama Raphinha yang siap bikin bek lawan kena mental!

Timnas Brasil Carlo Ancelotti Piala Dunia 2026 Rapinha Vinicius Junior

Infografis

Terkini