New Energy Era! B50 Siap Jalan, Subsidi Bisa Hemat Sampai Rp48T

Editor: Shintya
Rabu, 8 April 2026 | 14:16 WIB
New Energy Era! B50 Siap Jalan, Subsidi Bisa Hemat Sampai Rp48T
New Energy Era! B50 Siap Jalan, Subsidi Bisa Hemat Sampai Rp48T (astakom/Pertamina)

astakom.com, Jakarta - Sebagai langkah untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah gejolak harga minyak dunia, pemerintah menyiapkan kebijakan soal energi minyak Biodiesel 50 (B50).

Dilansir dari redaksi astakom.com, Biodiesel B50 adalah campuran bahan bakar diesel yang terdiri dari 50 persen Biodiesel (biasanya FAME atau kombinasi FAME–HVO) dan 50 persen diesel fosil.

Biodiesel dalam campuran tersebut berasal dari bahan baku nabati seperti minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) maupun limbah minyak goreng yang diolah melalui proses kimia menjadi bahan bakar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan implementasi kebijakan B50 akan mulai diterapkan secara luas pada 1 Juli 2026 mendatang.

Udah  melalui uji teknis 

Kebijakan itu diterapkan setelah pemerintah melakukan serangkaian uji teknis pada berbagai moda transportasi dan mesin industri. Pemerintah menguji penggunaan B50 pada alat berat, kapal, kereta api, sampai truk logistik.

Bahlil mengklaim hasil evaluasi selama hampir enam bulan terakhir menunjukkan performa positif pada mesin-mesin yang diuji.

"B50 sudah hampir enam bulan kita melakukan uji pakai di beberapa peralatan seperti alat berat, kapal, kereta api, kemudian truk dan sekarang masih bergulir terus. Tetapi sebentar lagi akan final dan sampai dengan hari ini uji cobanya alhamdulillah cukup baik," kata Bahlil di Jakarta, dikutip pada Rabu (8/4/2026).

Berpotensi hemat subsidi sampai Rp48 T

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bilang kalau Pertamina udah siap buat mengimplementasikan blending itu.

"Pertamina telah siap untuk mengimplementasikan blending, dan ini berpotensi mengurangi penggunaan BBM berbasis fosil sebanyak 4 juta kiloliter," kata Airlangga dikutip pada Rabu (8/4/2026).

Airlangga menyebut penerapan B50 bisa ngasih dampak ekonomi yang luas, salah satunya penghematan fiskal. Dalam hitungan enam bulan, kebijakan ini diproyeksikan dapat menghemat subsidi biodiesel hingga Rp48 triliun.

"Dan ini dalam satu tahun, dalam 6 bulan akan ada penghematan dari fosil dan juga penghematan subsidi dari biodiesel yang diperkirakan nilainya Rp 48 triliun," ungkapnya.

Penerapan B50 berdampak luas

Penerapan B50 di semester II 2026, diharapkan jadi salah satu pilar utama dalam memperkuat kemandirian energi, menekan impor BBM, sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.

Guru Besar Departemen Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Karna Wijaya menilai peningkatan pemanfaatan biodiesel di dalam negeri bisa berdampak luas, bukan cuma pada sektor energi tetapi juga perekonomian secara keseluruhan.

Menurutnya, pemanfaatan B50 ini bisa membuat penurunan impor BBM. Lalu efek lebih luasnya yaitu berpotensi mengurangi tekanan terhadap devisa negara. Dia menilai kondisi ini bisa membantu memperbaiki neraca perdagangan dan memperkuat nilai tukar rupiah.

"Selain itu, kebijakan ini juga memberikan efek positif bagi industri kelapa sawit. Permintaan terhadap crude palm oil (CPO) diperkirakan akan meningkat sehingga dapat membantu menjaga harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani," kata Karna dikutip pada Rabu (8/4/2026).

Berpotensi mensejahterakan petani

Pemanfaatan B50 ini juga berpotensi buat ningkatin kesejahteraan petani dan industri pertanian.

"Kondisi ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ekosistem industri sawit dari hulu hingga hilir," tambahnya.

Dari sisi ekonomi, peningkatan porsi biodiesel dalam campuran BBM berpotensi menambah biaya operasional, baik dalam proses distribusi maupun pemakaian. Jika tidak dikendalikan dengan baik, hal ini bisa berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa.

Perluasan program B50 juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, khususnya di sektor agribisnis dan energi terbarukan.

"Dengan skala implementasi B50 yang lebih besar, potensi penyerapan tenaga kerja diperkirakan akan semakin meningkat," kata Karna.

Penggunaan B50 dinilai dari berbagai aspek

Dari aspek lingkungan, penggunaan biodiesel dinilai lebih ramah karena menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Kandungan sulfur yang lebih kecil serta sifat yang mudah terurai menjadi nilai tambah lainnya.

Karna juga ngasih sejumlah catatan kepada pemerintah sebelum menerapkan kebijakan B50 terealisasi.

Di sisi teknis, biodiesel bersifat higroskopis atau mudah menyerap air. Sifat ini berpotensi menimbulkan korosi pada sistem bahan bakar, sekaligus meningkatkan risiko penyumbatan filter akibat endapan maupun pertumbuhan mikroorganisme. Selain itu, biodiesel lebih mudah teroksidasi sehingga bisa menurunkan kualitasnya selama masa penyimpanan.

Untuk performanya, kandungan energi biodiesel lebih rendah dibandingkan solar konvensional. Hal ini bisa menyebabkan konsumsi bahan bakar meningkat, dan performa mesin sedikit menurun, terutama pada kendaraan yang belum didesain untuk penggunaan campuran biodiesel tinggi.

Hal-hal yang jadi sorotan

Selanjutnya, yang jadi sorotan Karna adalah sifat biodiesel yang mampu melarutkan kotoran. Endapan lama di dalam tangki bisa terlepas dan berpotensi merusak komponen, seperti seal dan gasket, khususnya pada mesin diesel generasi lama.

Ditambah lagi, isu soal kebutuhan energi dan pangan (“food vs fuel”) turut jadi perhatian. Pemanfaatan CPO untuk biodiesel berisiko memengaruhi ketersediaan minyak goreng di dalam negeri kalau nggak dibarengi sama ketepatan pengelolaan produksinya. (Shnty/aRsp)

Gen Z Takeaway

Pemerintah siap launch B50 mulai Juli 2026 buat cut impor BBM dan boost energy security, bahkan bisa hemat sampai Rp48T. Demand CPO naik, petani cuan, devisa lebih aman—but ada trade-off kayak risiko mesin, biaya operasional, dan isu food vs fuel. Jadi overall bullish buat ekonomi, tapi tetap perlu risk management biar nggak jadi backfire.

Biodiesel B50 crude palm oil crude palm oi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Infografis

Terkini