Mode Efisiensi! RAPBN 2027: Mayoritas Anggaran K/L Dipangkas, Sektor Pendidikan Masih Aman
astakom.com, Jakarta - Pemerintah sudah menetapkan sejumlah pos anggaran buat kementerian dan lembaga lewat Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Berdasarkan data dari Buku II Nota Keuangan Beserta RAPBN 2027, sebagian besar kementerian dan lembaga mengalami penurunan pos anggaran dari tahun 2026, dan sebagian kecilnya lagi masih mengalami kenaikan.
"Perekonomian dunia pada tahun 2027 diperkirakan masih akan menghadapi dinamika yang kompleks dan tingkat ketidakpastian yang tinggi," tertuang di nota tersebut, dikutip dari berbagai sumber berita pada Kamis (20/08/2026).
Anggaran BGN tertinggi
Anggaran untuk Badan Gizi Nasional (BGN) masih menjadi pos anggaran tertinggi dibandingkan dengan lembaga lain. Meskipun sebenarnya angkanya mengalami penurunan dibandingkan pos anggaran tahun lalu, 2026. Di RAPBN 2027 untuk BGN angkanya di Rp240,2 triliun dari sebelumnya Rp268 triliun.
Penurunan anggaran juga terjadi di institusi Polri yaitu Rp139,1 triliun di RAPBN 2027. Sedangkan pada tahun 2026 Polri menetapkan anggaran sebanyak Rp146,05 triliun. Angka ini menunjukkan adanya penurunan pos anggaran sebanyak 5 persen.
Kemenhan dan pendidikan naik
Sementara itu, anggaran untuk Kementerian Pertahanan atau Kemenhan di tahun 2027 justru mengalami kenaikan menjadi Rp189,01 triliun dari sebelumnya ada di angka Rp187,1 triliun.
Kenaikan juga diikuti oleh pos anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kemendikdasmen mencatatkan kenaikan anggaran sebanyak 9 persen dari Rp56,6 triliun di tahun 2026 menjadi Rp61,1 triliun untuk tahun 2027.
Pos anggaran untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiksaintek) mencatatkan kenaikan sekitar 6,5 persen.
Sebelumnya Kemendiksaintek menentukan anggaran untuk tahun 2026 yaitu Rp61,8 triliun. Sedangkan untuk tahun 2027, pos anggarannya ditentukan menjadi Rp65,1 triliun. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
RAPBN 2027 lagi masuk mode efisiensi, nih. Mayoritas kementerian dan lembaga dapat anggaran lebih kecil dibanding 2026, tapi beberapa sektor masih kebagian kenaikan. BGN tetap jadi penerima terbesar meski turun, sementara Kemenhan dan sektor pendidikan justru dapat tambahan anggaran. Jadi, nggak semuanya direm—sektor yang dianggap prioritas masih tetap gaspol.









