Antusias Sambut Kedatangan Prabowo, Diaspora: Langkah Besar Bawa Indonesia Mendunia!
astakom.com, Jakarta — Kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto ke Swiss, disambut meriah oleh diaspora dan pemuda Indonesia. Antusiasme mereka terlihat jelas dari kehadiran rombongan dispora yang sengaja datang untuk menyambut kunjungan Presiden Prabowo.
Momen ini jadi titik penting yang mencerminkan harapan generasi muda terhadap arah masa depan Indonesia.
Sejumlah diaspora juga mengatakan sudah menunggu-nunggu waktu tersebut untuk bisa melihat langsung Presiden Prabowo di negara tempat mereka tinggal.
Mereka juga mengaku optimistis bahwa dengan visi besar serta keberanian dalam mengambil langkah-langkah strategis, Presiden Prabowo mampu membawa Indonesia melangkah lebih jauh.
Kehadiran Prabowo yang ditunggu-tunggu
Diaspora lain yang hadir dalam penyambutan tersebut adalah Pardy, yang telah menetap cukup lama di Swiss. Ia mengaku sudah 31 tahun tinggal di Basel dan merasa sangat senang dapat menyambut langsung Presiden Prabowo.
“Oke, nama saya Pardy. Saya tinggal di Basel, Swiss. Sekarang sudah 31 tahun di Swiss, jadi cukup lama,” kata Pardy usai menyambut Presiden Prabowo.
Pardy menceritakan bahwa ia sempat memperkenalkan diri dan menyampaikan ucapan selamat datang kepada Presiden Prabowo. Bagi dirinya, momen tersebut menjadi pengalaman berharga yang telah lama dinanti.
“Beberapa momen sempat ya. Saya memperkenalkan diri dan mengucapkan selamat datang. Saya senang Pak Prabowo bisa hadir ke Swiss,” ucapnya.
Ucap bangga dari diaspora ke Prabowo
Salah satu diaspora bernama Alvin Wihono, mahasiswa magister Material Science and Engineering di ETH Zurich sekaligus materials engineer di Hilti Group, menyampaikan rasa bangganya kepada Prabowo bisa hadir dalam forum internasional seperti World Economic Forum (WEF).
“Tentu kami sangat senang. Setelah lebih dari satu dekade, akhirnya Presiden Indonesia kembali hadir di Davos untuk mengikuti World Economic Forum. Menurut saya, ini merupakan langkah besar dan strategis bagi Indonesia,” ujar Alvin, dikutip redaksi astakom.com dalam rilis yang diterima Kamis (22/1/2026).
Menurut Alvin, Indonesia tidak cukup hanya berfokus pada penarikan investasi berbasis modal finansial, tetapi juga perlu memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan mendorong transfer pengetahuan.
“Saya berharap Indonesia, khususnya melalui pertemuan di World Economic Forum kali ini, tidak hanya menarik investasi berupa financial capital, tetapi juga mampu membangun dan memperkuat human capital,” ungkapnya.
Diaspora dukung kebijakan nasional hilirisasi
Terkait arah kebijakan nasional, Alvin juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan hilirisasi.
“Saya sangat setuju dengan kebijakan tersebut. Selama bertahun-tahun, sumber daya alam Indonesia hanya dikeruk tanpa diolah secara optimal. Menurut saya, hilirisasi merupakan langkah awal yang berani dan strategis yang diambil oleh Pak Prabowo,” tegasnya.
Ia menilai kebijakan hilirisasi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga berpengaruh terhadap posisi Indonesia di kancah global.
“Kita tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga menentukan arah dan posisi Indonesia di dunia global. Kita menunjukkan bahwa Indonesia mampu dan berdaulat,” katanya.
Antusiasme diaspora hadir bersama-sama sebagai bentuk dukungan dan kebanggaan atas kunjungan Prabowo tersebut.
“Cukup antusias, seperti bisa dilihat. Di sini kami satu rombongan, ada 12 orang yang datang sengaja untuk menyambut kehadiran Bapak Prabowo. Kami sangat senang sekali,” pungkas Alvin.











