Setahun Pemerintahan, Prabowo Ungkap Sederet Capaian Luar Biasa di Sektor Pertanian
astakom.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan capaian di sektor pertanian Indonesia dalam satu tahun pemerintahannya, dimana produksi pangan nasional periode Januari–Oktober 2025 mencapai 31,03 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
Capaian luar biasa itu disampaikannya dalam Sidang Kabinet Paripurna, yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/10).
"Ini prestasi besar yang sangat membanggakan. Ini adalah produksi tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Jadi yah boleh kita tegakkan kepala kita dengan penuh kehormatan," kata Prabowo, dikutip astakom.com, Selasa (21/10).
"Saya semula memberi waktu empat tahun untuk kembali swasembada, tapi tim pangan kita berhasil mencapainya hanya dalam satu tahun," sambungnya.
Selain mencetak rekor produksi pangan, cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog juga telah mencapai 4,2 juta ton per Juni 2025, menjadi stok terbesar sepanjang sejarah RI.
Capaian lain juga terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) melonjak hingga 124,36. Angka itu merupakan yang tertinggi sepanjang masa, menandakan peningkatan signifikan kesejahteraan petani di tanah air.
“Kemudian, harga pembelian gabah kita naikkan menjadi Rp6.500 per kilogram. Pemerintah juga bertindak tegas terhadap perusahaan-perusahaan nakal yang memainkan harga dan menipu rakyat dengan menjual beras subsidi sebagai beras premium. Praktik seperti ini tidak akan kita toleransi, dan akan kita tindak keras,” tegas Prabowo.
Hasil Reformasi Tata Kelola Pupuk
Keberhasilan ini, menurut Presiden, tak lepas dari reformasi besar tata kelola pupuk nasional. Pemerintah dalam hal ini memangkas 145 regulasi lama yang dianggap memperlambat distribusi dan menggantinya dengan sistem baru, dimana pupuk langsung dari pabrik ke petani tanpa birokrasi berbelit.“Jadi, tandatangan-tandatangan kita kurangin karena tanda tangan ini sumber masalah. Sekarang ini jadi kita ringkaskan semua,” ujar Prabowo.
Selain itu, program pencetakan sawah baru juga menjadi prioritas utama. Hingga Oktober 2025, pemerintah telah mencetak 225 ribu hektare sawah baru, dan menargetkan 480 ribu hektare pada akhir 2026. Program ini diharapkan dapat menggantikan lahan produktif yang setiap tahun berkurang akibat alih fungsi lahan.
“Kita menghadapi tantangan besar, hampir 100 ribu hektare sawah hilang setiap tahun karena alih fungsi, lahan dibeli, dijadikan kawasan industri, perumahan, atau real estate. Pabrik dan pembangunan memang kita butuhkan, tapi kalau lahan subur terus berkurang, dari mana kita akan mengamankan pangan? Karena itu, kita harus segera mencetak sawah baru. Alhamdulillah, program ini sudah mulai berjalan, dan mudah-mudahan akhir tahun depan kondisi pangan kita akan semakin aman,” kata Presiden.
Pompanisasi dan Gudang Baru Bulog
Prabowo juga menyoroti keberhasilan program pompanisasi nasional yang mempercepat intensifikasi lahan sawah eksisting. Ia menyebut, peningkatan produksi pangan tahun ini tak lepas dari ketersediaan pupuk, benih, dan air* yang kini lancar berkat intervensi langsung pemerintah.“Sekarang pupuk lancar, benih lancar, air lancar dengan intervensi langsung dari pemerintah. Kita pastikan seluruh ekosistem produksi beras berjalan aman dan efisien,” ujar Prabowo.
Selain itu, Presiden menekankan pentingnya infrastruktur pascapanen dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk membangun 100 gudang baru Bulog guna memperkuat sistem penyimpanan dan distribusi beras.
“Saudara-saudara, sekarang masalahnya kita kekurangan gudang. Kita sudah siapkan dananya, dan Bulog akan segera membangun 100 gudang baru agar distribusi dan penyimpanan beras semakin kuat dan efisien,” jelasnya.
Petani Makin Sejahtera Berkat Kebijakan Prabowo
Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan capaian tersebut merupakan hasil nyata dari kepemimpinan Presiden Prabowo yang konsisten berpihak pada kepentingan petani.“Ini berkat kebijakan Presiden Prabowo yang selalu pro petani, sehingga saat ini petani kita makin sejahtera dan masyarakat Indonesia dapat terpenuhi pangannya,” tutur Amran.
Dengan capaian ini, pemerintahan Prabowo–Gibran dinilai berhasil menorehkan sejarah baru, yakni membawa Indonesia kembali swasembada pangan hanya dalam satu tahun, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Gen Z Takeaway
Setahun jalan, Prabowo literally “ngegas” di sektor pertanian! Produksi pangan tembus 31 juta ton, cadangan beras di Bulog jadi yang tertinggi sepanjang sejarah RI, dan petani makin cuan karena harga gabah naik + NTP pecah rekor di 124,36.Regulasi pupuk yang ribet juga dibabat habis (145 aturan dipangkas!), sawah baru terus dicetak, pompanisasi jalan, dan 100 gudang baru Bulog siap dibangun. Singkatnya: dari “tanda tangan jadi hambatan”, sekarang “aksi nyata jadi ketahanan pangan”.









