Pemanfaatan Propagul Mangrove Cacat Jadi Energi Alternatif Ramah Lingkungan

Editor: Ardi
Jumat, 3 Oktober 2025 | 19:24 WIB

astakom.com, Banda Aceh - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG) Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (USK) berkolaborasi dengan Kelompok Pemuda Peduli Mangrove Kutaraja (PEMANGKU) menciptakan inovasi lingkungan dengan mengolah propagul mangrove menjadi arang dan briket ramah lingkungan, di Mangrove Park Lampulo, Banda Aceh, Jumat (3/10). Propagul mangrove adalah buah mangrove yang sudah mulai tumbuh dan berkecambah bahkan sebelum jatuh dari pohon induknya.

Inisiatif ini berfokus pada pemanfaatan limbah bibit mangrove yang cacat atau gagal tumbuh, yang selama ini terbuang. Melalui sentuhan teknologi tepat guna, limbah ini disulap menjadi produk bernilai tinggi: stik arang dan bahan baku briket. Transformasi ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan.

Banda Aceh Briket Ramah Lingkungan FKP Universitas Syiah Kuala Mangrove Mangrove Park Lampulo propagul Mangrove topshot

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB