Kurikulum Mitigasi Bencana Resmi Masuk Madrasah & Pesantren

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 8 November 2026 | 13:21 WIB
Kurikulum Mitigasi Bencana Resmi Masuk Madrasah & Pesantren
Kurikulum Mitigasi Bencana Resmi Masuk Madrasah & Pesantren (Kemenag)

astakom.com, Jakarta – Kabar penting buat ekosistem pendidikan keagamaan. Wamenag Romo Muhammad Syafi’i memastikan materi edukasi dan mitigasi bencana bakal segera digabung ke dalam kurikulum madrasah dan pondok pesantren di seluruh Indonesia. Langkah gercep ini dinilai krusial banget mengingat kondisi geografis Indonesia yang rawan.

Kurikulum Baru

Saat melihat pameran riset santri di Pesantren Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Aceh Besar, Wamenag spill kalau literasi kebencanaan wajib banget diajarin sejak dini biar para santri punya survival instincts yang matang.

“Ini bukan lagi sekadar wacana, tapi langkah penting yang harus segera kita ambil. Perlu kita tanamkan literasi kebencanaan sejak dini, agar santri bukan hanya paham teori, tetapi memiliki naluri kesiapsiagaan dan keterampilan dalam menyelamatkan diri maupun sesama," tutur Wamenag, dikutip oleh astakom pada Minggu (8/11/2026).

Inovasi Lokal

Di sana, Wamenag sempat takjub pas ngecek karya ilmiah santri RIAB berjudul Inong Tangguh. Riset keren ini mengangkat kearifan lokal smong dari Pulau Simeulue buat deteksi dini tsunami yang dipaduin sama edukasi anak dan pemberdayaan cewek-cewek hebat di sana. Menurutnya, inovasi lokal kayak gini reccomended banget buat dijadiin modul pembelajaran resmi.

"Kita rancang integrasi kurikulum ini agar madrasah dan pesantren punya kesiapan yang baik dalam menanggulangi bencana. Ini sejalan dengan agenda kita di kementerian untuk terus memperkuat edukasi keselamatan bagi anak-anak didik," ungkapnya.

Rencana matang ini juga nyambung banget sama vibe positif dari pembentukan tim darurat baru bernama Kemenag Peduli. Jadi, fokusnya nggak cuma pas lagi darurat post-bencana doang, tapi juga ngebangun preventive action di sekolah-sekolah agama.

“Langkah integrasi kurikulum ini terhubung langsung dengan tim Kemenag Peduli yang baru kita bentuk. Fokus kita bukan hanya tanggap darurat pascabencana, melainkan membangun kesiapan sejak dini di lingkungan pendidikan”, papar Romo Syafii.

Sains dan Agama

Gak ketinggalan, Wamenag juga ngingetin buat ngehapus mindset jadul yang misahin ilmu umum sama ilmu agama. Buatnya, pelajaran sains kayak geologi, matematika, fisika, kimia, sampai biologi itu sepaket sama nilai-nilai keagamaan.

"Jangan lagi ada sekat 'ini ilmu umum, ini ilmu agama'. Kimia, biologi, matematika, maupun sains kebencanaan hakikatnya adalah bagian dari pendidikan agama. Santri yang sedang mendalami ilmu apa pun sesungguhnya tengah menjalankan proses pendidikan Islam," jelasnya.

Fasilitas Plus

Di akhir kunjungan, Wamenag juga mengapresiasi fasilitas pesantren modern yang sekarang makin aesthetic dan suportif, apalagi ditambah program kece dari pemerintah kayak Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan cek kesehatan gratis. Beliau juga nutup kunjungannya dengan pesen ke santri buat vibing dengan mimpi setinggi langit.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pengasuh pondok, para ustaz, dan ustazah yang begitu tulus mengelola pesantren ini. Anak-anakku sekalian hari ini menikmati fasilitas dan pendidikan yang jauh lebih baik daripada masa kecil saya dulu. Apalagi sekarang pemerintah hadir langsung lewat program Makanan Bergizi Gratis (MBG), cek kesehatan gratis, hingga bantuan operasional sekolah. Ini era di mana negara benar-benar memastikan masa depan kalian terjaga lewat pemenuhan gizi dan pendidikan yang bermutu," ucap Wamenag.

"Gantungkan mimpi kalian sebesar-besarnya. Jangan puas hanya bercita-cita biasa. Santri harus berani bermimpi menjadi menteri, wakil presiden, bahkan presiden Republik Indonesia. Cita-cita besar itulah tautan pengikat semangat juang agar kita tidak mudah menyerah," tutupnya.

Gen Z Takeaway

Ilmu kebencanaan bukan cuma soal teori geologi, tapi soal survival skill dan kepedulian nyata yang sejalan sama nilai-nilai agama. Santri masa kini makin diakomodasi buat berpikir kritis lewat riset lokal, dapet support gizi gratis dari negara, dan dibebaskan buat bermimpi setinggi langit tanpa perlu mengotak-ngotakkan ilmu umum vs ilmu agama. Skillset lengkap, fisik sehat, masa depan makin terarah!

Pesantren Madrasah Kemenag Kementerian Agama kemenag update

Infografis

Terkini