Polri Rombak Lima Jabatan Pati dan Pamen, Kapusdokkes hingga Kapuskeu Resmi Berganti

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:31 WIB
Polri Rombak Lima Jabatan Pati dan Pamen, Kapusdokkes hingga Kapuskeu Resmi Berganti
Kepala Divisi Humas Polri Johnny Edison Isir dalam konferensi pers [Dok. Polri]

astakom.com, Jakarta — Polri melakukan mutasi terhadap lima perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2414/X/KEP./2026 tertanggal 29 Oktober 2026. 

Mutasi ini mencakup pergantian Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri serta Kepala Pusat Keuangan (Kapuskeu) Polri.

Dua jabatan strategis berganti

Dalam mutasi tersebut, Brigjen Pol. Nariyana, M.Kes., QHIA., yang sebelumnya menjabat Karumkit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri, kini dipercaya sebagai Kapusdokkes Polri. Ia menggantikan Irjen Pol. Asep Hendradiana yang dimutasi sebagai Pati Pusdokkes Polri karena memasuki masa pensiun.

Posisi Karumkit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri selanjutnya diisi Brigjen Pol. Syamsul Bahar, M.Kes., M.A.R.S. Sebelumnya, ia bertugas sebagai Pati Bareskrim Polri dalam penugasan pada BNN.

Sementara itu, Kombes Pol. Ikhlas Putro Wasono, S.I.K., M.M., yang sebelumnya menjabat Kabid APK Puskeu Polri, diangkat menjadi Kapuskeu Polri. Ia menggantikan Irjen Pol. Lukas Akbar Abriari yang memasuki masa pensiun dan dimutasi sebagai Pati Puskeu Polri.

Mutasi untuk penyegaran organisasi

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan, mutasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.

Menurutnya, penempatan personel mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kapabilitas, kompetensi, serta rekam jejak masing-masing anggota.

“Setiap jabatan memiliki tanggung jawab dan tantangan tersendiri. Karena itu, penempatan personel perlu mempertimbangkan kapabilitas, kompetensi, dan rekam jejak agar pejabat yang diberikan amanah dapat menjalankan tugas sesuai kebutuhan organisasi. Mutasi juga menjadi bagian dari proses pengembangan sumber daya manusia Polri,” ujar Isir dalam keterangannya di Jakarta, dikonfirmasi Sabtu (31/10/2026).

Apresiasi untuk pejabat yang pensiun

Isir juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang mengakhiri masa tugasnya, khususnya Irjen Pol. Asep Hendradiana dan Irjen Pol. Lukas Akbar Abriari.

Ia menilai dedikasi dan kontribusi keduanya selama bertugas menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi Polri.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan. Pengalaman dan kontribusi para pejabat selama bertugas merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Semoga pengabdian yang telah diberikan dapat terus menjadi inspirasi bagi personel lainnya,” katanya.

Pejabat baru diminta langsung beradaptasi

Kepada pejabat yang mendapat penugasan baru, Isir berharap kepercayaan tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Mereka juga diminta segera beradaptasi dengan tugas dan fungsi masing-masing serta melanjutkan program kerja yang telah berjalan.

“Kepercayaan yang diberikan organisasi harus dijawab dengan kinerja dan tanggung jawab. Kami berharap para pejabat yang baru dapat mengoptimalkan pengalaman serta kompetensi yang dimiliki untuk memperkuat pelaksanaan tugas, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya. (aLf/RaM)

Gen Z Takeaway

Mutasi lima Pati dan Pamen Polri menjadi bagian dari penyegaran organisasi sekaligus pembinaan karier untuk menjaga efektivitas pelaksanaan tugas. Pergantian Kapusdokkes dan Kapuskeu diharapkan membawa peningkatan kinerja, kualitas pelayanan, serta memperkuat profesionalisme Polri melalui penempatan pejabat sesuai kompetensi dan rekam jejak.

Mutasi Mutasi Polri Polri

Infografis

Terkini