Musim Hujan Mulai Mendekat, 5 Penyakit ini Perlu Diwaspadai dan Cara Mencegahnya

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:01 WIB
Musim Hujan Mulai Mendekat, 5 Penyakit ini Perlu Diwaspadai dan Cara Mencegahnya
Musim Hujan Mulai Mendekat, 5 Penyakit ini Perlu Diwaspadai dan Cara Mencegahnya [Ilustrasi/Pexels]

astakom.com, Jakarta – Musim hujan bukan cuma bikin agenda harian perlu menyesuaikan cuaca, tetapi juga menjadi momen untuk lebih memperhatikan kesehatan. Sejumlah penyakit, mulai dari flu hingga demam berdarah dengue (DBD), perlu diwaspadai agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan baik.

Melansir laman Unit Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tentang penyakit penyerta musim hujan, dikutip pada Minggu (25/10/2026), terdapat lima penyakit yang perlu menjadi perhatian masyarakat, yakni influenza, DBD, diare, penyakit kulit, dan leptospirosis. Kewaspadaan ini penting dibarengi dengan kebiasaan hidup bersih dan sehat serta langkah pencegahan yang sesuai.

Lantas, apa saja penyakit yang perlu diantisipasi saat musim hujan dan bagaimana cara mengurangi risikonya? Berikut rangkuman tips yang bisa mulai diterapkan dari sekarang.

1. Flu dan influenza, jangan abaikan kebersihan tangan

Flu dan influenza menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan ketika musim hujan. Mengacu pada penjelasan Kemenkes, influenza merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Gejalanya dapat berupa demam, badan terasa pegal, lemas, bersin, hingga nyeri otot dan sendi.

Supaya kebiasaan sehari-hari tetap mendukung kesehatan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Mencukupi waktu istirahat dan tetap aktif berolahraga.
  • Menggunakan masker ketika mengalami gejala flu untuk membantu mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Jadi, jangan cuma fokus menjaga tubuh tetap hangat ketika hujan. Kebersihan tangan dan kebiasaan hidup sehat juga perlu masuk daftar perhatian.

2. DBD dan diare, kebersihan lingkungan jangan sampai terlewat

Selain penyakit pernapasan, DBD dan diare juga perlu diantisipasi selama musim hujan. Genangan air dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, yaitu nyamuk penular dengue. Sementara itu, diare dapat berkaitan dengan konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi.

Ada beberapa langkah pencegahan yang bisa diterapkan di rumah maupun lingkungan sekitar:

  • Terapkan 3M Plus untuk mencegah DBD, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, dan mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air. Lengkapi dengan langkah pencegahan lain sesuai kondisi lingkungan.
  • Jaga kebersihan makanan dan minuman. Pastikan makanan diolah secara higienis dan air yang dikonsumsi aman.
  • Bersihkan area rumah secara rutin. Perhatikan saluran air, wadah yang dapat menampung air hujan, dan area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
  • Biasakan mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah beraktivitas di lingkungan kotor.

Langkah-langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko paparan penyakit. Namun, jika muncul gejala yang mengkhawatirkan, jangan menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.

3. Penyakit kulit dan leptospirosis, hati-hati saat beraktivitas di genangan

Air hujan yang bercampur dengan kotoran atau limbah dapat menimbulkan risiko kesehatan. Dua hal yang perlu diperhatikan adalah penyakit kulit dan leptospirosis, terutama ketika seseorang harus beraktivitas di lingkungan becek atau kawasan yang terdampak banjir.

Mengutip penjelasan Kemenkes melalui laman Ayo Sehat, leptospirosis merupakan penyakit akibat infeksi bakteri Leptospira. Penularannya dapat terjadi melalui kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan terinfeksi, terutama tikus. Bakteri tersebut dapat masuk melalui luka terbuka, selaput lendir, maupun makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Untuk mengurangi risiko paparan, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Hindari berjalan di genangan atau air banjir jika masih ada jalur yang lebih aman.
  • Gunakan sepatu bot, sarung tangan, dan pakaian yang menutupi kulit ketika harus beraktivitas di lingkungan yang kotor atau tergenang.
  • Bersihkan bagian tubuh menggunakan air bersih dan sabun setelah terkena air banjir atau genangan yang kotor.
  • Gunakan air bersih untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
  • Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot atau nyeri betis setelah terpapar air banjir maupun lingkungan yang berisiko.

Gejala leptospirosis dapat bervariasi, sehingga riwayat paparan lingkungan juga penting disampaikan kepada tenaga kesehatan saat pemeriksaan. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Musim hujan bukan berarti aktivitas harus berhenti, tetapi persiapannya perlu lebih matang. Mulai dari rajin mencuci tangan, menjaga makanan tetap higienis, membersihkan genangan di sekitar rumah, sampai menghindari kontak langsung dengan air banjir yang kotor, semuanya bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan. Jika tubuh mulai menunjukkan gejala yang tidak biasa, jangan asal mendiagnosis diri sendiri atau menyepelekannya. Segera cari bantuan medis agar penyebabnya bisa diperiksa dan ditangani dengan tepat.

Tips menjaga kesehatan Tips dan kiat-kiat Tips Musim Hujan Kesehatan

Infografis

Terkini